Buruh Tolak Kenaikan Tarif Listrik

Buruh menilai penurunan tarif listrik yang tertuang pada paket kebijakan ekonomi jilid 3 ‎tidak adil.

Diterbitkan 04 Desember 2015, 19:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Serikat Buruh menilai pemerintah tidak adil terhadap rakyat terkait pencabutan subsidi tarif listrik yang membuat tarifnya naik.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, menegaskan penolakan buruh terkait pencabutan subsidi listrik dan bahan bakar minyak (BBM) karena mengakibatkan ‎harga kebutuhan pokok melambung.

‎"Pertama kita menolak kenaikan tdl (tarif dasar listrik), kita menolak subsidi dicabut," kata Said, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Jumat (4/12/2015).

‎Said memandang, penurunan tarif listrik yang tertuang pada paket kebijakan ekonomi jilid 3 ‎tidak adil, karena yang mengalami penurunan tarif merupakan golongan industri. Seharusnya penurunan tarif listrik juga berlaku bagi golongan rumah tangga.

"Kita setuju tarif listrik pabrik turun tapi secara bersamaan harga listrik untuk masyarakat diturunk‎an," tegas dia.

Baca Juga

  • PLN Jamin Tak Cabut Subsidi Listrik Pelanggan UKM
  • PLN: Penyesuaian Tarif Listrik Tak Pengaruhi Daya Beli Masyarakat Tarif Listrik Naik, PLN Tak Tanggung Rugi Rp 250 Miliar

Pemerintah juga perlu mendorong konsumsi sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan daya beli melalui kenaikan upah layak dan subsidi. Sedangkan pencabutan subsidi justru akan menurunkan daya beli masyarakat.

‎"Kebijakan pertumbuhan ekonomi  Jokowi-JK orientasi invetasi bukan konsumsi, daya beli naik upah layak, sekarang upah murah tidak pro rakyat dan buruh.  Subsidi harga melambung, sewa rumah naik, karena dia tidak pro konsumsi, daya bel‎i,"pungkasnya.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6