Sukses

Menperin Minta BI Rate Tak Dipatok Terlalu Tinggi

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia tercatat memiliki tingkat suku bunga paling tinggi di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Menteri Perindustrian Saleh Husin berharap suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang ditetapkan tak tinggi agar pengusaha lebih leluasa.

Saleh mengatakan, jika suku bunga tidak terlalu tinggi akan berdampak baik untuk mengembangkan usaha. Sebab, mayoritas dana pengembangan usaha berasal dari pinjaman bank. Dengan suku bunga yang tinggi, lanjut dia, kalangan industri akan melakukan efisiensi agar bisa tetap produksi.

"Kita akan minta kalau bisa bunga bank tak terlalu tinggi sehingga orang lebih leluasa untuk berusaha, kalau lebih rendah lebih bagus," kata Saleh di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan BI rate pada level 7,5 persen. Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan ada beberapa alasan mengapa BI memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.

Pertama, dari sisi eksternal, pemulihan ekonomi global masih berjalan tidak seimbang dengan resiko di pasar keuangan global yang masih tinggi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak secepat perkiraan semula seiring lebih rendahnya perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China.

Perkiraan ekonomi AS tersebut didorong melambatnya kegiatan produksi terutama akibat menurunnya permintaan eksternal sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap mata uang dunia. (Pew/Ndw)