Sukses

Waduk Jadi Andalan Jokowi Bikin RI Swasembada Beras

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong pembangunan waduk baru. Hal ini sebagai salah satu cara untuk mencapai target swasembada beras.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini Indonesia baru mempunyai sekitar 213 waduk. Jumlah ini kalah jauh dibanding Korea Selatan.

"Kalau ditanya berapa kebutuhan kita sulit dipastikan. Yang jelas saat ini kita baru punya 213 waduk. Sedangkan negara seperti Korea punya ribuan waduk," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, seperti dikutip Sabtu (8/11/2014).

Dia menjelaskan, dengan rencana pemerintah untuk menambah jumlah waduk sebanyak 30 titik dalam 5 tahun mendatang, maka diharapkan pasokan air untuk irigasi bisa ditambah.

Pasalnya, dari 7,3 juta hektar (ha) lahan pertanian yang ada, baru 19 ribu ha yang pasokan airnya berasal dari waduk. Sedangkan sisanya bergantung dari sumber lain seperti dari air hujan.

"Dengan 213 waduk, baru bisa menyediakan 11 miliar meter kubik. Kalau ditambah 30 waduk lagi, diperkirakan bisa tambah jadi 19 miliar meter kubik. Jadi lebih banyak lebih baik supaya bisa menciptakan ketahanan air, karena semakin banyak air yang tertampung sebelum mengalir ke laut," lanjutnya.

Untuk sisa dua bulan di 2014, Kementerian PU telah mentenderkan lima waduk untuk beberapa wilayah seperti Aceh, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur.

"Insya Allah kalau Desember bisa ditandatangani kontraknya, maka pada Januari-Februari Pak Presiden bisa lakukan ground breaking," katanya.

Sementara itu untuk 2015, rencana ada 6 waduk lagi yang akan dibangun. Ini akan menjadi program prioritas pemerintah.

"Jadi tiap tahun saya ditargetkan oleh beliau (Presiden Jokowi) 5 waduk minimal tiap tahun. Harus bisa, namanya ditargetkan. Untuk 2014-2015 yang 11 waduk itu anggarannya Rp 8,2 triliun. Dan ini pasti jadi prioritas karena beliau ingin dalam 3 tahun sudah bisa swasembada beras, jagung dan kedelai," tandas dia. (Dny/Nrm)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS