Liputan6.com, Denpasar - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk membatalkan lima penerbangan dari Denpasar, Bali ke beberapa daerah. Pembatalan penerbangan itu lantaran gangguan cuaca.
Menurut Pejabat Komunikasi Angkasa Pura I Gusti Ngurah Rai, Sherly Yunita menuturkan, PT Garuda Indonesia Tbk telah mengajukan pembatalan penerbangan ke lima daerah tujuan mengingat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan.
Ia menambahkan, penerbangan yang dibatalkan yaitu penerbangan dengan nomor GA4026 dari Denpasar ke Labuan Bajo, GA 4024 rute Denpasar-Lombok, GA 438 rute Denpasar-Kupang, rute GA 4020 Denpasar-Tambolaka, dan GA 4022 rute Denpasar-Bima.
Advertisement
Sherly menuturkan, penerbangan domestik ke daerah tujuan yang lain dan aktivitas penerbangan internasional dari Bandara I Ngurah Rai tetap berjalan seperti biasa.
"Untuk pengalihan penerbangan sampai saat ini belum ada konfirmasi," tutur Sherly, seperti dikutip dari Antara, Minggu (1/6/2014).
Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, VP Communication PT Garuda Indonesia Tbk, Pudjobroto mengatakan, memang semua penerbangan tidak diizinkan terbang dari Denpasar ke Tambolaka dan Bima, serta sejumlah daerah lainnya di Nusa Tenggara Barat. Hal itu mengingat letusan gunung Sangean Api, NTB.
Pudjobroto menuturkan, pihaknya akan terus memonitor perkembangan situasi penerbangan dari Denpasar, Bali ke NTB.
"Kami memonitor terus. Menunggu otoritas penerbangan menyatakan diizinkan untuk terbang ke NTB. Tak hanya Garuda saja tetapi semua maskapai, karena debu letusan gunung api berbahaya untuk penerbangan," ujar Pudjobroto saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menambahkan, bila ada penumpang Garuda Indonesia yang semula telah memiliki jadwal penerbangan dari dan ke lima kota itu dapat melakukan pembukuan atau penjadwalan ulang penerbangannya, dan atau melakukan pengembalian tiket tanpa dikenakan biaya. Hal itu dilakukan karena kondisi force majour.
Otoritas bandara juga mendapatkan permohonan penundaan penerbangan dari Bali ke sejumlah kota tujuan, termasuk ke Darwin (Australia), Labuan Bajo, Bima dan Kupang.
Aktivitas penerbangan dari bandara itu antara lain terganggu karena dampak abu vulkanik Gunung Sangeang di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meletus Jumat 30 Mei 2014. (Ant/Ahm)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/683961/original/foto.jpg)