Investor Global Borong Obligasi Venezuela Usai Penangkapan Presiden Nicolas Maduro

Obligasi Venezuela diperkirakan masih memiliki ruang penguatan setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 05 Januari 2026, 10:45 WIB
Dok. Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: @nicolasmaduro/Instagram

Liputan6.com, Jakarta - Obligasi Venezuela diperkirakan masih memiliki ruang penguatan setelah Amerika Serikat menangkap Nicolas Maduro, sebuah langkah yang membuka peluang terjadinya perubahan rezim yang selama ini menjadi taruhan para investor atas surat utang senilai sekitar USD 60 miliar.

Melansir Yahoo Finance, Senin (5/1/2026), harga obligasi bermasalah milik pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara PDVSA tercatat melonjak lebih dari dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir, bergerak di kisaran 23 hingga 33 sen per dolar. Kenaikan ini terjadi seiring Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Maduro. 

Meski prosesnya diperkirakan tidak singkat, potensi restrukturisasi utang yang menjadi prasyarat penting untuk menarik pembiayaan baru dinilai dapat mendorong harga obligasi lebih tinggi, bahkan menuju level pemulihan 50–60 sen per dolar, menurut para investor.

“Venezuela terus menghadapi kendala likuiditas yang parah, dan proses restrukturisasi apa pun kemungkinan akan panjang dan kompleks,” kata seorang ahli strategi pasar negara berkembang senior di UBS, Alberto Rojas.

Pandangan tersebut mencerminkan perubahan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya, ketika obligasi Venezuela sempat diperdagangkan pada level yang sangat tertekan lebih dari dua tahun lalu.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan Venezuela hingga proses transisi kepemimpinan dapat diatur. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Sabtu, dengan penjelasan bahwa pengelolaan akan dilakukan dengan sebuah kelompok yang mayoritas berisi pejabat senior AS dan berfokus pada pemulihan infrastruktur sektor minyak.

 

 

Investor Mulai Akumulasi Obligasi Venezuela

Mereka meneriakkan slogan anti-imperialisme dan menyatakan bahwa Venezuela bukan negara yang akan menyerah. Tampak dalam foto, seorang pendukung mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, membawa bendera nasional saat mengikuti aksi unjuk rasa di Caracas pada Minggu 4 Januari 2026. (Juan BARRETO/AFP)

Sejumlah investor mulai mengakumulasi obligasi Venezuela, termasuk Ray Zucaro, kepala investasi RVX Asset Management LLC yang berbasis di Miami. Ketika Trump mengerahkan pasukan AS ke kawasan Karibia untuk menindak kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba, spekulasi runtuhnya rezim Maduro semakin menguat. 

Namun, keuntungan obligasi sempat tertekan karena kekhawatiran pemimpin sosialis tersebut kembali mampu mempertahankan kekuasaan, seperti yang terjadi pada 2019 dan 2024.

“Jika AS benar-benar mengendalikan keadaan, bekerja sama dengan pemerintahan saat ini dan memaksimalkan produksi minyak, itu pada akhirnya bisa menjadi keuntungan besar bagi Venezuela, termasuk utangnya,” kata Zucaro. 

Salah satu perhatian utama investor adalah posisi Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Trump menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah melakukan komunikasi dengan Rodriguez dan berharap adanya kerja sama. Pernyataan tersebut memicu optimisme bahwa transisi politik dapat berlangsung lebih teratur.

 

Restrukturisasi yang Kompleks

Sebelumnya, Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh pasukan AS di kediaman mereka di Caracas pada Sabtu 3 Januari 2026 dini hari waktu setempat. Tampak dalam foto, potret mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro terlihat saat aksi unjuk rasa digelar para pendukungnya di Caracas pada Minggu 4 Januari 2026. (Juan BARRETO/AFP)

Proses penyelesaian utang Venezuela diperkirakan tidak sederhana. Negara tersebut harus menghadapi kewajiban gagal bayar senilai sekitar USD 154 miliar yang terdiri dari obligasi, pinjaman, serta putusan hukum terhadap kreditor global, mulai dari Wall Street hingga Rusia. Menurut Koenigsberger dari Gramercy, restrukturisasi baru berpotensi dilakukan setelah pemerintahan permanen terbentuk.

Trump sendiri belum memberikan rincian jelas mengenai mekanisme pengelolaan Venezuela oleh AS maupun durasi keterlibatan tersebut. Ia juga menepis kemungkinan bekerja sama dengan peraih Nobel Perdamaian María Corina Machado, yang sebelumnya banyak disebut-sebut akan memiliki peran dalam transisi politik.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya