700 Hektare Daratan di Jawa Barat Menjadi Laut, Gubernur Ridwan Kamil: Ini 'True Story'

Hilangnya 700 hektare daratan di Jawa Barat ini berada di pesisir utara seperti di utara Bekasi Hingga Subang.

oleh Arie Nugraha diperbarui 24 Agu 2023, 03:00 WIB
Perubahan iklim membuat terjadinya erosi pantai di kepulaun ini sehingga menyebabkan beberapa dari daratan itu tenggelam (News.com.au).

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Ridwan Kamil menyebutkan pemanasan global sudah terbukti dampaknya saat ini di Indonesia, khsususnya di Provinsi Jawa Barat.

Bukti dari perubahan iklim berupa pemanasan global yang kini sedang terjadi yakni membuat 700 hektare daratan di Jawa Barat menjadi laut.

Itu dikatakan oleh Ridwan Kamil saat menjadi pembicara pada perhelatan Indonesia Digital Conference (IDC) di Hotel El Royale, Bandung.

"Jawa Barat sudah hilang 700 hektare tanahnya sekarang menjadi lautan. Kenapa? Level rising is happening. The next 13 - 15 year all capital city terancam dan Jawa Barat sudah hilang 700 hektare itu. Ini true story," ujar Ridwan Kamil, Bandung, Rabu, 23 Agustus 2023.

Hilangnya 700 hektare daratan di Jawa Barat ini berada di pesisir utara seperti di utara Bekasi hingga Subang. Pemicunya, kata Ridwan Kamil adalah konsumsi karbon yang berlebihan oleh manusia.

Belum lagi Provinsi Jawa Barat memililki 81.000 hektare lahan kritis yang kini harus dipulihkan dan dilakukan penghijauan kembali (reboisasi).

Agar pemanasan global tidak meluas, Ridwan Kamil mengaku memiliki program penghijauan GEMBIRA yakni 'Gerakan Tanam dan Pelihara 50 Juta Pohon'. 

"Rumusnya begini, kalau ada masyarakat Jabar yang berbahagia, sumbang pohon. Ulang tahun satu pohon, menikah sepuluh pohon, membangun rumah atau bangunan lain 1.000 pohon. Dengan begitu, masyarakat pun berlomba-lomba ikut menanam pohon," kata Ridwan Kamil.

Namun, dari target yang telah dicanangkan selama lima tahun memimpin Jawa Barat dengan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, jumlah pohon yang ditanam mencapai 83.066.777 bibit pohon atau 166 persen dari target. 

Dengan capaian itu, tercatat sedikitnya 81.000 hektare lahan kritis di Jabar pulih dan kembali menghijau. 

Untuk mengantisipasi pemanasan global, Ridwan Kamil menyarankan salah satunya dengan berhijrah mengubah pola hidup agar tidak terlalu boros merilis karbon. 

Sebab emisi gas rumah kaca menjadi penyebab global warming dan memicu perubahan iklim yang menimbulkan anomali cuaca, meningkatnya suhu bumi, mencairnya es di kutub, meningkatnya permukaan laut, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan hujan lebat.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu (Minggu, 20/8/2023), Ridwan Kamil membuka acara West Java Forest Festival 2023 di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dengan melepasliarkan lima ekor rusa pada gelombang pertama untuk dikembangkan. 

"Gelombang pertama sekarang lima ekor rusa. Nanti Insya Allah ada gelombang berikutnya," ucap Ridwan Kamil pada waktu itu. 

Selain penanaman pohon, Ridwan Kamil menegaskan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat terus dipacu tanpa mengabaikan pertanian. 

Hal itu dibuktikan dengan jumlah areal panen yang bertambah seluas 60.000 hektare selama lima tahun kepemimpinannya. 

"Pabrik banyak karena investasi banyak, tapi pertanian kita swasembada 1,3 juta ton per tahun. Saya menambahi 60.000 hektare areal panen," sebut Ridwan Kamil.

Sementara itu dicuplik dari siaran pers Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Bambang Supriyanto menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan West Java Forest Festival 2023.  

Menurut Bambang, festival itu sejalan dengan program KLHK dalam menyusun kegiatan yang menjadi ajang untuk mempromosikan pencapaian kegiatan kehutanan yang telah diraih, dan diselenggarakan untuk peningkatan wawasan masyarakat tentang pentingnya fungsi hutan, produksi hutan unggulan, peningkatan nilai tambah hasil hutan, dan hasil hutan Lestari. 

Untuk itu, Bambang secara khusus mengundang Pemda Provinsi Jawa Barat untuk ikut memeriahkan acara festival hutan Lestari yang akan diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada September 2023 mendatang.

"Pak Gubernur, izin, tanggal 16-18 September kita undang ke Jakarta. Kita ada acara di GBK, kita undang mengisi stand untuk hutan Lestari dan masyarakat sejahtera. Ini sebagai apresiasi terhadap penyelenggaraan Forest Festival ini," tukas Bambang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya