Sebut Temperamen sebagai Aset Terbesar, Donald Trump Ditertawakan

Donald Trump mengaku punya temperamen yang lebih baik dibanding Hillary Clinton. Pernyataan itu membuat ia ditertawakan banyak orang.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 27 Sep 2016, 12:35 WIB
Calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump menjabat tangan rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton jelang dimulainya acara debat capres pertama di Hofstra University, New York, Senin (26/9) waktu setempat. (REUTERS/Joe Raedle/Pool)

Liputan6.com, New York - Calon presiden Amerika Serikat (AS) asal Partai Republik, Donald Trump sukses membuat para hadirin yang menyaksikan debat perdananya dengan Hillary Clinton di Hofstra University, New York, tertawa.

Peristiwa tersebut bermula ketika isu terkait Perang Irak dibahas di panggung debat. Tiba-tiba saja Trump mengatakan bahwa dirinya memiliki pertimbangan dan temperamen yang lebih baik ketimbang Hillary.

Seperti dikutip dari Heavy, Selasa (27/9/2016) sontak setelah mendengar pernyataan Trump tersebut meski tanpa dikomando para tamu undangan yang datang tertawa.

"Saya memiliki pertimbangan yang jauh lebih baik dibanding dia. Tak ada keraguan tentang hal itu. Saya juga memiliki temperamen yang lebih baik. Aset terbesar yang saya miliki sejauh ini adalah temperamen. Saya memiliki temperamen pemenang," kata Trump yang saat debat tampil mengenakan dasi berwarna biru.

Lantas, moderator debat Lester Holt menanyakan tanggapan Hillary terkait pernyataan tersebut.

"Whoo! Oke...," demikian komentar singkat Hillary yang memancing gelak tawa penonton.

Selanjutnya, Hillary mengutip pernyataan lama Trump terkait dengan penangkapan pelaut AS oleh Iran.

"Jika mereka (AS) mengejek pelaut kita, saya akan meniup mereka keluar dari air," sindir Hillary mengutip pernyataan lama Trump seperti dilansir The Guardian.

"Yang lebih parah soal senjata nuklir. Dia telah berulang kali mengatakan tidak peduli jika negara-negara lain memiliki senjata nuklir," ujar mantan Ibu Negara itu.

Menurut Hillary sikap rivalnya terkait isu senjata nuklir tersebut sangat mengganggu.

"Seorang pria yang bisa terprovokasi dengan sebuat cuitan Twitter seharusnya tidak meletakkan jarinya di dekat tombol (merujuk pada kendali senjata nuklir)," tegas Hillary.

Trump menanggapinya singkat. "Pernyataan yang cukup sering kita dengar," kata dia.

"Salah satu yang cukup bagus. Menjelaskan masalah dengan baik," balas Hillary yang mengenakan busana merah.

Hillary selama ini telah cukup sering menyerang temperamen Trump. Ia menyebutnya berbahaya. Taipan properti itu pun membela diri dengan mengatakan bahwa justru ia lah yang memiliki sifat yang lebih baik.

Menurut Politico, pada Juli lalu Trump juga sempat menyinggung soal temperamen pemenang yang dimilikinya.

"Saya memiliki sifat seorang pemenang. Sementara dia (Hillary) memiliki temperamen yang buruk. Dia lemah," ujar ayah dari lima anak tersebut.

Gelak tawa di kursi penonton ketika debat masih berlangsung tergolong 'melawan' aturan. Karena para hadirin sebenarnya tidak diperkenankan untuk bersuara riuh.

Selain tertawa, para penonton juga sempat menyoraki Trump ketika miliarder itu menyerang Hillary terkait skandal emailnya. Holt selaku moderator debat langsung meminta mereka yang hadir untuk tetap tenang.

Trump selama ini dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Ia kerap menyerang seseorang melalui isu ras, agama, bahkan fisik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya