Sukses

Pilpres AS: Donald Trump dan Joe Biden Didesak Tampil dalam Debat Capres di TV

Sejauh ini Trump telah menyatakan siap menghadapi Biden, namun tidak demikian dengan Biden.

Liputan6.com, Washington, DC - Dua belas kantor media massa Amerika Serikat (AS) mendesak Joe Biden dan Donald Trump untuk menyetujui debat di televisi menjelang Pilpres AS pada November, yang merupakan ciri khas tahun pemilu dan terkadang dapat memainkan peran penting.

"Jika ada satu hal yang bisa disepakati oleh warga AS di masa terpolarisasi ini, hal tersebut adalah bahwa pertaruhan dalam pemilu kali ini sangatlah tinggi," demikian pernyataan bersama kantor media massa termasuk ABC, CBS, CNN, Fox News, PBS, NBC, NPR dan Associated Press seperti dilansir The Guardian, Senin (15/4/2024).

"Di tengah kondisi tersebut, tidak ada yang bisa menggantikan para kandidat untuk berdebat satu sama lain di hadapan rakyat AS, mengenai visi mereka untuk masa depan bangsa kita."

Trump dan Biden sebelumnya menolak berpartisipasi dalam debat dengan saingan kandidat capres lainnya dari partai masing-masing.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Beda Komitmen Trump dan Biden

Para kantor media massa mengatakan bahwa belum terlalu dini bagi masing-masing tim kampanye untuk mengumumkan secara terbuka bahwa mereka akan berpartisipasi dalam tiga debat TV capres dan satu cawapres, yang ditetapkan oleh Komisi Debat Presiden yang non-partisan.

Pada Pilpres AS 2020, Biden dan Trump berdebat dua kali, dengan debat ketiga dibatalkan setelah Trump saat itu dinyatakan positif COVID-19.

Pekan lalu, tim kampanye Trump menyerukan agar debat calon presiden diadakan lebih awal dan lebih sering, sehingga para pemilih "memiliki kesempatan penuh" untuk melihat para kandidat beraksi. Manajer kampanye Trump berargumen bahwa pada saat debat pertama yang dijadwalkan, pada 16 September, kemungkinan besar lebih dari 1 juta warga AS telah memberikan suaranya, dengan lebih dari 8,7 juta orang memberikan suara pada debat ketiga, yang dijadwalkan pada 9 Oktober.

Trump telah mengatakan bahwa dia bersedia untuk berhadapan langsung dengan Biden "kapan pun, di mana pun, dan di mana pun", mulai "sekarang".

Namun, Biden sejauh ini tidak menegaskan komitmen kehadirannya dalam debat apa pun. Bulan lalu dia mengatakan, "Itu tergantung pada perilaku (Trump)."

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.