Otoritas Jepang Evaluasi Uji Kendaraan Pasca-Kasus Mitsubishi

Pemerintah Jepang akan membentuk satuan khusus untuk mengevaluasi uji kendaraan usia 'kecolongan' Mitsubishi.

oleh Rio Apinino diperbarui 27 Apr 2016, 10:32 WIB
Dealer Sun Star Motor ini menjadi dealer mobil penumpang pertama Mitsubishi di wilayah Bogor.

Liputan6.com, Tokyo - Pemerintah Jepang akan membentuk satuan khusus untuk mengevaluasi uji kendaraan. Ini mereka lakukan setelah "kecolongan" oleh ulah Mitsubishi yang mengaku memalsukan data konsumsi bahan bakar.

Sebagai langkah awal, sebagaimana dilaporkan Automotive News, Menteri Transportasi Jepang Keiichi Ishii memerintahkan seluruh pabrikan melaporkan hasil investigasi internal mereka terkait dengan seluruh data pengujian kendaraan.

Ishii mengatakan, jangan sampai ada lagi pabrikan yang melakukan hal serupa di masa depan. "Manipulasi Mitsubishi dalam tes uji efisiensi sangat serius," katanya.

Langkah ini juga harus ditempuh agar konsumen tetap mempercayai produk-produk buatan pabrikan asal negerinya sendiri. Pasalnya, banyak konsumen yang khawatir bahwa seluruh pabrikan melakukan hal yang sama. Skeptisisme ini menyeruak khususnya usai skandal Dieselgate VW terkuak.

Shuhei Saitoh, pengusaha asal Fukuoka misalnya, mengatakan bahwa ia kecewa dengan performa konsumsi bahan bakar Mitsubishi Outlander PHEV. Ia bahkan sudah tidak mau lagi membeli mobil baru lagi dari Mitsubishi. "Saya berharap mereka mengubah budaya perusahaan, tetapi ternyata tidak dilakukan," ia menyesalkan.

Untuk diketahui, beberapa hari lalu, Mitsubishi Jepang mengaku bahwa mereka memanipulasi hasil uji efisiensi bahan bakar pada empat produk mobil mini, eK Wagon, dan eK Space serta Dayz dan Dayz Roox.

Mitsubishi sendiri telah membuat investigasi internal terkait hal ini. Mereka juga memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualan keempat mobil mini itu.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya