Indef: Industri yang Olah Limbah Plastik Harus Dapat Insentif

Pemerintah diharapkan bisa memberikan insentif untuk perusahaan yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 24 Apr 2016, 12:15 WIB
Hati-hati dalam menggunakan botol plastik. Bila dilakukan setiap hari, akan berdampak bagi kesehatan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah diharapkan bisa memberikan insentif untuk perusahaan yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan. Salah satunya adalah industri yang mengolah limbah plastik.

Direktur Eksekutif Institute for Development and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, pemerintah berwacana untuk mengenakan cukai untuk kemasan plastik yang membuat biaya operasional industri akan terkerek naik. Di sisi lain, industri yang bisa mengolah sampah plastik diharapkan bisa dapat kemudahan dari pemerintah.

"Kompensasi pemerintah karena menerima dari cukai, ketika masyarakat mengolah bahan plastik dapat insentif," kata dia kepada Liputan6.com, di Jakarta, Minggu (24/4/2016).

 

Dia menuturkan, pemerintah harus memastikan tujuan utama dari dalam penerapan cukai plastik. Dia bilang, penerapan cukai mesti ditujukan untuk mengendalikan konsumsi produk, bukan untuk menggenjot penerimaan negara.

Enny mengatakan, pemerintah mesti menyiapkan solusi dan tidak semata-mata langsung membebani pelaku usaha dengan cukai.

"Solusi harus ada win-win solution, tidak mengganggu kinerja industri dan masyarakat," ujar dia.

Pihaknya menekankan, dalam penerapan cukai, pemerintah juga memperhitungkan kinerja industri dan perekonomian secara luas.

"Apakah pengenaan cukai kemasan antara manfaatnya dan negatifnya mengganggu kinerja, inflasi, masih bisa terhitung artinya kebijakan sudah ada perhitungan matang," tandas dia. (Amd/Zul)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya