Majukan Kerja Sama Ekonomi, Putin Kirim Surat ke Jokowi

Surat tersebut diberikan oleh Utusan Khusus Presiden Rusia Vladimir Putin yakni Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov

oleh Vina A Muliana diperbarui 08 Jan 2016, 18:30 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/1/2016). Pertemuan membahas kerjasama pengolahan hasil pertambangan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna meningkatkan kerja sama bilateral dalam sektor ekonomi, khususnya perdagangan kedua negara. Surat tersebut diberikan oleh Utusan Khusus Presiden Rusia Vladimir Putin yakni Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov ketika menemui Jokowi di Istana Merdeka pada Jumat (8/1/2016) hari ini.

Surat tersebut juga merupakan undangan Presiden Putin kepada Jokowi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia yang akan dilangsungkan pada bulan Mei mendatang di Sochi, Rusia. Selain itu akan ada pula World Economic Forum (WEF) yang akan diselenggarakan di St. Petersburg, Rusia.

Ditemui dalam konferensi pers hari ini, Kamis (8/1/2016), Denis Manturov menuturkan bahwa Rusia tetap berkomitmen untuk memajukan kerja sama bilateral dua negara dalam sektor ekonomi.

Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan menyiapkan dana investasi sebesar US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 34,7 triliun untuk pembangunan proyek jalur kereta Api di kalimantan. Proyek tersebut nantinya akan dilaksanakan dalam 4 fase dan diperkirakan rampung dalam 5 tahun ke depan.

Adapun investor yang menanamkan modal dalam proyek ini adalah perusahaan asal Rusia, Russian Rail Ways. , Lebih lanjut, untuk mengerjakan proyek tersebut perusahaan kereta api asal Rusia sudah membentuk anak usaha di Kalimantan yang dinamakan Borneo Raiways.

Selain membahas soal undangan ke Rusia, Matunov juga datang untuk membahas kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia. Isu ekonomi yang dibahas antara lain mengenai pembangunan pembangkit listrik nuklir serta kerja sama di sektor transportasi perikanan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa Indonesia meminta agar Rusia bisa menerapkan non tarif‎ untuk ekspor kelapa sawit (CPO) dari Indonesia ke Rusia.

Sementara, Manturov sendiri juga menyam‎paikan permintaannya kepada Presiden Jokowi untuk mendukung dan memperlancar berbagai proyeknya di Indonesia. Seperti pertama, proyek kereta api di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

beserta beberapa rombongannya meminta kepada Presiden Jokowi untuk memuluskan tender pembangunan smelter di Kalimantan Barat. Dalam pertemuan tersebut, Manturov juga menjelaskan keunggulan Rusia dalam hal teknologi yang digunakan dalam pembangunan smelter tersebut. (Vna/Gdn)


**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya