Gejolak Politik Tak Kurangi Minat Investasi di Indonesia

Penanam modal lebih memperhatikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat memutuskan untuk berinvestasi.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 07 Okt 2014, 18:56 WIB
Ilustrasi Investasi (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan gejolak politik Indonesia saat ini tidak mengganggu iklim investasi di dalam negeri. Penanam modal lebih memperhatikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat memutuskan untuk berinvestasi.

"Kondisi politik memang jadi elemen yang diperhatikan investor, tapi gejolak politik di negara yang menerapkan demokrasi bukan hal luar biasa. Itu kan terkadang nggak bisa kita elakkan," kata Kepala BKPM, Mahendra Siregar di Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Lanjutnya, investor lebih memfokuskan investasi maupun ekspansi di sebuah negara karena alasan fundamental ekonomi, termasuk kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan menciptakan iklim kondusif dalam aktivitas penanaman modal.

"Pada akhirnya investor lebih melihat ke tingkat pertumbuhan ekonomi, fundamental ekonomi dan kebijakan ekonomi. Kalau nggak mendukung, ya pengaruh ke iklim investasi," ujar Mahendra.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis, pihaknya memasang kenaikan target investasi tahun depan sebesar 15 persen atau sebesar Rp 524 triliun.

"Tahun depan diharapkan Rp 524 triliun. Sedangkan proyeksi hingga akhir 2014, nilai investasi Indonesia akan menembus Rp 456 triliun dan meningkat dari realisasi tahun sebelumnya Rp 406 triliun," tukasnya. (Fik/Nrm)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya