Top 3 Tekno: Bocoran Spesifikasi iPhone Air 2 Bikin Penasaran

Bocoran soal spesifikasi iPhone Air 2, HP super tipis Apple, membuat penasaran para pembaca.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bocoran soal spesifikasi iPhone Air 2 membuat penasaran para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (23/7/2026) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari remaja di Amerika Serikat (AS) yang akhirnya mencabut gugatan kepada Meta.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Bocoran Spesifikasi iPhone Air 2, Kapan Meluncur?

Meski penjualan iPhone Air generasi pertama dikabarkan lesu, Apple belum menyerah pada lini ponsel super tipisnya yang disebut akan menyandang nama iPhone Air 2.

Raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) tersebut dilaporkan tetap melanjutkan pengembangan iPhone Air 2 dengan menyematkan sejumlah peningkatan besar untuk menjawab kelemahan model pertama.

Sebelumnya, laporan dari The Information sempat menyebutkan bahwa Apple menunda peluncuran generasi kedua ini sampai waktu yang belum ditentukan akibat performa penjualan iPhone Air yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Namun, laporan terbaru mengonfirmasi bahwa proyek tersebut tidak dibatalkan, melainkan hanya mengalami penyesuaian jadwal.

Untuk memangkas ketebalan pada generasi pertama, Apple terpaksa menyematkan satu kamera belakang saja. Pada iPhone Air 2, Apple berencana menambahkan kamera kedua berjenis ultra-wide.

Mengutip laman 9to5mac, Kamis (23/7/2026), penambahan ini membuat konfigurasi kameranya setara dengan lini iPhone standar.

Di sektor dapur pacu, iPhone Air 2 diproyeksikan ditenagai chip A20 Pro, melompati A19 Pro pada versi sebelumnya. Chip ini menjadi prosesor Apple pertama yang menggunakan fabrikasi 2 nanometer (2nm).

Baca selengkapnya di sini

2. Remaja di AS Mencabut Gugatan kepada Meta, Kenapa?

Seorang remaja di Florida menggugat Meta karena platform Meta dinilai bikin kecanduan dan membahayakan. Namun, kemudian ia mencabut gugatan tersebut.

Penggugat berumur 15 tahun dan berinisial R.K.C. ini, dalam beberapa minggu terakhir telah mencapai kesepakatan penyelesaian atas gugatan yang sama kepada TikTok, Snapchat, dan YouTube.

Diwartakan BBC, Kamis (23/7/2026), semua media sosial tersebut digugat atas dasar membuat anak-anak kecanduan dan berbahaya. Gugatan R.K.C. dijadwalkan disidangkan di hadapan juri di Los Angeles pekan depan, sebagai bagian dari proses hukum di mana Meta dan YouTube telah mengalami kekalahan.

“Gugatan tersebut sejak awal belum kuat dan hasil ini mempertegas bahwa kami tidak akan mundur dalam membela diri terhadap gugatan hukum yang tidak berdasar,” kata Juru Bicara Meta.

Pengacara dari R.K.C., Emily Jeffcott dan Rahul Ravipudi mengatakan kepada BBC, penggugat muda ini memulai proses hukum untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan media sosial serta demi perubahan dan melindungi anak-anak muda lainnya.

Baca selengkapnya di sini

3. Restoran Ini Diprotes Gara-Gara Pasang Foto Menu Makanan Pakai AI

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat gambar atau foto sudah lazim saat ini, termasuk dalam kebutuhan promosi bisnis. Namun, sebuah restoran di San Fransisco, Amerika Serikat (AS) justru mendapatkan kritikan dari warga lokal, karena menggunakan gambar AI untuk promosi menunya.

Disitat dari Futurism, Kamis (23/7/2026), restoran bernama Grind & Unwind tersebut mendapat sorotan tajam dari warga setempat, karena gambar makanan yang dipajang di bagian depan restoran dianggap tidak menggambarkan hidangan sebenarnya.

Alih-alih terlihat menggugah selera, gambar hasil AI itu justru dinilai aneh dan menyeramkan oleh sejumlah calon pelanggan. Bahkan, kontroversi tersebut berujung pada aksi vandalisme di restoran.

Kritik terhadap Grind & Unwind semakin ramai setelah sebuah unggahan di subreddit r/SanFrancisco menampilkan foto papan menu restoran tersebut. Unggahan berjudul "Yum, slop" itu mendapat hampir 700 upvote. Sejumlah pengguna kemudian memberikan komentar pedas terhadap gambar makanan yang digunakan sebagai materi promosi.

Beberapa warganet menilai gambar roti yang ditampilkan terlihat seperti kulit reptil, sementara croissant disebut menyerupai larva alien. Hidangan pulled pork dengan coleslaw bahkan dibandingkan dengan cordyceps atau sesuatu yang terinfeksi.

Respons negatif tersebut menunjukkan penggunaan gambar AI untuk makanan, ternyata tidak selalu diterima dengan baik, terutama ketika visualnya dianggap jauh dari kenyataan.

Pemilik Grind & Unwind, AJ dan Lyndsey Lozano mengaku tidak menyangka respons masyarakat akan sebesar itu. Lyndsey bahkan mempertanyakan mengapa penggunaan gambar tersebut bisa memicu reaksi yang begitu keras.

Baca selengkapnya di sini