iPhone Air 2 bakal Punya Kapasitas Baterai Lebih Besar, Cek Bocorannya

Apple kemungkinan besar bakal meluncurkan iPhone Air 2, bersamaan dengan iPhone 18 dan iPhone 18e pada awal 2027.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apple kemungkinan besar bakal meluncurkan iPhone Air 2, bersamaan dengan iPhone 18 dan iPhone 18e pada awal 2027.

Meskipun ponsel asal Amerika Serikat (AS) ini dirumorkan bakal memiliki pengaturan kamera belakang ganda, dan masa pakai baterai yang lebih baik, kini bocoran terbaru terungkap kalau iPhone Air 2 akan memiliki kapasitas baterai sedikit lebih besar.

Disitat dari GSMArena, Jumat (10/7/2026), iPhone Air 2 disebutkan bakal memiliki kapasitas baterai hingga 3.500 mAh atau lebih. Meskipun kapasitas tersebut mungkin tidak terlalu besar, tapi tetap jadi sebuah peningkatan dibandingkan baterai berkapasitas 3.149 mAh yang tersemat di iPhone Air generasi pertama.

Selain itu, iPhone Air 2 juga dikabarkan bakal memiliki layar AMOLED LTPO 6,55 inci dengan refresh rate 120Hz.

Sedangkan sektor performanya, iPhone Air 2 diperkirakan bakal ditenagai chipset A20 Pro 2nm terbaru dari Apple.

Sementara itu, dari segi kamera, ponsel ini akan memiliki pengaturan kamera belakang ganda yang terdiri dari sensor utama 48MP dan kamera ultra lebar.

Berbicara pilihan warna, Apple diperkirakan tetap mempertahankan pilihan dasar untuk iPhone Air 2, dengan kelir standar Space Black, Cloud White, dan Light Gold. Namun, warna Sky Blue tahun 2026 akan digantikan dengan warna ungu muda atau lebih dekat dengan lavender.

Sebelumnya, Apple disebutkan akan menghadirkan iPhone Air 2 yang lebih tipis, dengan mengadopsi teknologi layar baru bernama CoE (Color filter on Encapsulation). Teknologi ini memungkinkan panel layar dibuat lebih tipis dibanding panel OLED konvensional.

iPhone Air 2 Bakal Lebih Tipis

Mengutip laporan dari The Elec, iPhone Air 2 berpotensi melampaui rekor pendahulunya yang memiliki ketebalan sekitar 5,6mm. Karenanya, bodi lebih ramping membuka peluang desain internal lebih fleksibel.

Menariknya, layar lebih tipis justru memberi keuntungan pada sektor baterai. Karena dengan begini, Apple bisa memanfaatkan ruang internal lebih lega untuk menanam baterai berkapasitas lebih besar tanpa harus mengorbankan desain tipis.

Tak hanya itu, teknologi CoE juga memiliki dampak langsung pada efisiensi daya. Layar dengan teknologi ini memiliki keterbacaan lebih baik di bawah sinar matahari.

Dengan begitu, layar tidak perlu meningkatkan tingkat kecerahan secara agresif. Konsumsi daya pun bisa ditekan, terutama saat penggunaan di luar ruangan.

Â