Kota di Israel Kembangkan Transportasi Masa Depan Besutan NASA

Ini merupakan sistem transit pribadi berupa benda berbentuk kapsul yang menggantung di jalur yang menggunakan magnet levitation atau maglev.

Diterbitkan 19 Agustus 2013, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Tak hanya mengembangkan proyek luar angkasa, Ames Research Center milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga mengembangkan sistem transportasi masa depan. Tel Aviv di Israel sepertinya akan menjadi kota pertama yang menikmati sistem transportasi masa depan besutan NASA ini.

Dilansir dari laman Wired, Senin (19/8/2013), sistem transportasi itu bernama SkyTran. Ini merupakan sistem transit pribadi berupa benda berbentuk kapsul yang menggantung di jalur yang menggunakan magnet levitation atau maglev. Tiap pod atau kapsul bisa menampung dua orang penumpang.

Pengembangan SkyTran pun sudah memakan waktu cukup lama. Awalnya konsep transportasi ini diajukan oleh Douglas Malewicki sebagai penemunya pada 1990 silam. Ide ini terus berkembang saat bertemu pengusaha Jerry Sanders.

Otoritas kota Tel Aviv pun menyatakan ketertarikannya. Sejumlah tempat pun dikabarkan akan segera dibangun untuk instalasi SkyTran di berbagai penjuru kota. Tentu ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, sebab SkyTran mengapung di atas jalan raya.

"Kami berharap proyek inovatif ini akan segera berjalan secepat mungkin, tapi kami tak punya tanggal peluncuran spesifik," kata juru bicara pemerintah kota, Mira Marcus. "SkyTran masih dalam proses perencanaan," lanjutnya.

Jerry Sanders berharap tahun 2014 menjadi tonggak untuk implementasi proyek SkyTran. Tel Aviv pun dianggap ideal karena "kemacetannya" dan "pencinta teknologi trend-setters".

Saat ini pihaknya memang masih menunggu dukungan dana dan izin dari pemerintah Israel. Menurut Sanders, saat ini pengembang SkyTran sudah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Transportasi Israel. Dukungan juga sudah diberikan Kantor Perdana Menteri Israel untuk Bahan Bakar Alternatif, Departemen Perdagangan AS, Bank Ekspor-Impor di AS, dan lainnya.

Ames Research Center milik NASA memang telah memiliki prototipe untuk mengembangkan software pengendali SkyTran. Tapi hingga saat ini SkyTran tetap belum dianggap layak untuk diuji dan harus terus dikembangkan.

Sebelum di Tel Aviv, SkyTran sudah pernah ditawarkan ke Mountain View, California, pada tiga tahun lalu. Saat ini SkyTran dikabarkan sudah memiliki perkembangan yang substansial di kota yang juga menjadi tempat raksasa teknologi Google berada. Tapi belum ada rencana nyata untuk diwujudkan.

"Belum ada studi keteknikan dan studi kelayakan untuk sistem PRT (personal rapid transport) atau ATN (automated transit network) di Mountain View yang diatur atau dievaluasi," ujar Linda Forsberg, Manaher Bisnis dan Transportasi di Mountain View.

Tapi jika Tel Aviv sukses menerapkan SkyTran, bukan tak mungkin sistem transportasi ini akan dikembangkan di kota lain. Di Jakarta, barangkali? (gal)