Komdigi: Pemerataan Data Center dan Talenta Digital Jadi Kunci Penguatan AI di Indonesia

Data center dinilai bukan lagi sekadar fasilitas penyimpanan, melainkan tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama bagi pengembangan AI.

Diterbitkan 30 April 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi infrastruktur digital guna menyambut era kecerdasan buatan (AI). Fokus utama pemerintah saat ini adalah memeratakan pembangunan pusat data (data center) dan mencetak talenta digital yang kompetitif.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa arah kebijakan pemerintah ke depan adalah memperkuat ekosistem data center nasional sebagai aset digital strategis. Pemerintah ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi global.

Wayan menekankan pentingnya redistribusi infrastruktur digital. Saat ini, pembangunan masih terkonsentrasi di wilayah Barat Indonesia. Ke depan, pemerintah mendorong ekspansi ke wilayah lain agar terjadi pemerataan akses.

"Data center bukan lagi sekadar fasilitas penyimpanan, melainkan tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama bagi pengembangan AI. Kami ingin mendorong Indonesia menjadi hub data center di kawasan regional," kata Wayan dalam acara diskusi 'How 5G and AI can Accelerate Indonesia’s Digital Economy' yang digelar IndoTelko Forum, Rabu (29/4/2026) di Jakarta.

Dalam upaya ini, Komdigi mengusung konsep Green Data Center guna memastikan pembangunan infrastruktur tetap berkelanjutan dan efisien secara energi. Wayan juga menekankan pentingnya kedaulatan data di tengah keterbukaan ruang investasi.

Selain infrastruktur fisik, Wayan menggarisbawahi bahwa kunci sukses transformasi digital terletak pada sumber daya manusia (SDM). Melalui kolaborasi lintas kementerian dan industri, pemerintah menargetkan penciptaan talenta yang mampu menjadi produsen inovasi, bukan sekadar pengguna.

"Infrastruktur tidak akan berdampak optimal tanpa SDM yang unggul. Target kita jelas, Indonesia harus menjadi produsen inovasi digital yang kompetitif di tingkat global," ujarnya.

Kolaborasi Sebagai Kunci

Dari sisi regulasi, Komdigi berkomitmen menciptakan aturan yang adaptif dan tidak menghambat inovasi. Wayan menjelaskan optimalisasi spektrum frekuensi untuk AI dan perlindungan data pribadi menjadi prioritas dalam penyusunan kebijakan ke depan.

Wayan menutup paparannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan--mulai dari akademisi hingga pelaku industri--untuk bergerak bersama. Pemerintah memposisikan diri sebagai dirigen yang memastikan sinergi antar pihak berjalan terintegrasi.

"Kami optimistis dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia akan bertransformasi dari sekadar pasar digital yang besar menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global yang bersaing positif dan berdaya," ia menegaskan.

 

Master Plan Data Center

Komdigi berencana mendorong pembangunan pusat data agar tidak lagi terpusat di wilayah Barat Indonesia.

"Kami sedang siapkan master plan untuk data center swasta maupun privat. Kita upayakan agar tidak hanya di Barat, tapi juga di Timur," ucap Wayan.

Namun, ia menekankan bahwa pembangunan pusat data di wilayah baru harus memenuhi syarat infrastruktur yang ketat, terutama ketersediaan jaringan serat optik (fiber optic) dan sistem kabel laut, serta dukungan pasokan listrik dan air.

Saat ini, Komdigi terus berkoordinasi dengan kementerian lain, termasuk Kementerian Perdagangan, untuk menyinkronkan regulasi perizinan pusat data agar lebih terintegrasi.

"Perizinan ini memang sedang dikoordinasikan lintas kementerian karena melibatkan banyak aspek, mulai dari IMB hingga urusan lingkungan," Wayan memungkaskan.