Telkom Jalin Kolaborasi dengan Media Dorong Inovasi AI dan Talenta Digital

Telkom gandeng media untuk hadirkan sinergi lintas industri dalam pengembangan inovasi AI di lingkungan kampus.

Diterbitkan 14 April 2026, 12:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari percepatan transformasi digital di Indonesia. Langkah ini diwujudkan lewat program "Data Unboxed @Campus" yang bertajuk “Strengthening Indonesia’s AI Ecosystem: From Campus Innovation to National Impact” di Universitas Udayana, Bali, Jumat (10/4). Berkolaborasi dengan Katadata Indonesia, forum ini menghadirkan diskusi interaktif antara mahasiswa dengan praktisi industri untuk mengeksplorasi inovasi AI dan pengembangan talenta digital secara kolaboratif.

Sebagai bagian dari inisiatif strategis Telkom, forum ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem digital nasional melalui pendekatan end-to-end, mulai dari pengembangan talenta hingga implementasi AI di berbagai sektor. Sebagai enabler transformasi digital, Telkom berupaya meningkatkan daya saing bangsa lewat teknologi.

Dalam pembukaan acara, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menekankan pentingnya pemanfaatan AI yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. Ia juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi untuk menciptakan dampak nyata melalui riset yang berkelanjutan.

Sementara itu, VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko menyoroti pentingnya teknologi. Menurutnya, AI sebagai kunci daya saing bangsa di era digital. “AI bukan lagi masa depan, tapi enabler utama saat ini,” tegas Andri. Ia pun mengajak pihak akademisi dan industri untuk bersinergi, menjadikan kampus sebagai titik awal inovasi dan talenta, sementara industri berperan mempercepat implementasi solusinya di tengah masyarakat.

Andri juga menggarisbawahi pentingnya membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan melalui pengembangan talenta. Sinergi antara teknologi, infrastruktur, akses data, dan kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menciptakan solusi AI yang relevan. Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi adalah langkah strategis untuk mencetak talenta digital yang adaptif dan siap menjawab tantangan industri di masa depan.

Percepat Penerapan AI di Berbagai Sektor

Pada sesi panel discussion, diskusi menghadirkan VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko, EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa bersama Dosen dan Praktisi di bidang AI I Putu Agus Eka Darma Udayana selaku perwakilan dari akademisi. Diskusi ini mengupas implementasi nyata AI di industri, kesiapan talenta digital, hingga pentingnya integrasi antara riset kampus dan kebutuhan pasar agar setiap inovasi yang dihadirkan tepat sasaran dan dapat dihilirisasi secara optimal. 

Pada sesi diskusi, Komang menjelaskan bagaimana Telkom telah mengimplementasikan AI secara konkret melalui berbagai solusi digital, sekaligus memperkuat kapabilitasnya melalui Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang ditopang dengan lima pilar yang dijalankan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix.  

Pilar pertama, AI Campus, berperan sebagai “hulunisasi” dengan fokus pada riset, pembelajaran, dan pengembangan kompetensi AI di lingkungan akademik. Pilar lainnya berfungsi sebagai “hilirisasi”, yaitu AI Playground untuk uji coba cepat dan pengembangan prototipe, AI Connect untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara kampus, komunitas, pemerintah, dan industri, AI Hub yang berfungsi sebagai pusat berbagi use case dan solusi AI yang siap diimplementasikan, serta AI Native sebagai fondasi penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup. 

“Telkom telah mengembangkan berbagai use case AI yang terintegrasi dengan platform data dan digital services, mulai dari analitik bisnis hingga pengambilan keputusan berbasis data. Melalui AI Center of Excellence, kami membangun kapabilitas end-to-end, dari data, model, hingga deployment agar AI tidak berhenti di konsep, tetapi benar-benar memberikan value nyata bagi industri dan masyarakat,” jelas Komang.

Tingkatkan Literasi Data melalui Partisipasi Mahasiswa

Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Selain mengikuti sesi keynote dan panel discussion, mahasiswa juga berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab interaktif, diskusi langsung dengan narasumber, serta eksplorasi studi kasus implementasi AI di dunia industri. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendapatkan akses terhadap platform data Databoks dari Katadata untuk memperkuat literasi data dan kemampuan analitis, sekaligus didorong untuk memahami bagaimana data dan AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang profesi. 

Sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap penguatan literasi data di lingkungan kampus, Telkom bersama Katadata turut menyalurkan bantuan berupa penyediaan satu unit perangkat desktop di perpustakaan Universitas Udayana yang dilengkapi dengan akses penuh ke Databoks Premium selama satu tahun, serta akses langganan bagi 100 mahasiswa selama satu bulan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung kegiatan riset, analisis data, pembelajaran berbasis data dan tentunya pengembangan kapabilitas AI di kalangan mahasiswa dan civitas akademika.

Melalui program ini, Telkom dan Katadata berkomitmen menciptakan ekosistem pembelajaran yang aplikatif, membawa mahasiswa melampaui teori menuju pemahaman nyata tentang karier di era digital. Ke depan, Telkom akan terus memperkuat infrastruktur digital guna mengembangkan ekosistem AI nasional, memastikan setiap inovasi memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi kemajuan bangsa.

 

(*)