Sering Ribet Kirim File ke Beda HP, Jerome Polin Sebut Quick Share di Galaxy S26 Jadi Penyelamat Kreator Konten

Jerome menilai kehadiran fitur Quick Share di di Galaxy S26 series yang kini kompatibel dengan berbagai merek ponsel dan laptop adalah perubahan paling penting.

Diterbitkan 01 April 2026, 17:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Content creator Jerome Polin mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi terbaru yang diusung Samsung Galaxy S26 Ultra. Ia menyebut perangkat flagship ini membawa terobosan yang signifikan, khususnya bagi para praktisi industri kreatif dan pembuat konten.

Salah satu kendala klasik pengguna smartphone adalah transfer file antar-merek yang berbeda, termasuk iPhone. Jerome menilai kehadiran fitur Quick Share yang kini kompatibel dengan berbagai merek ponsel dan laptop adalah perubahan paling penting.

"Ini fitur paling penting sih. Sebagai kreator konten, pas lagi kolaborasi harus kirim dan terima file besar. Apalagi laptop kantor aku beda-beda brand, sekarang kirim-kirim sudah jauh lebih mudah," ujar Jerome, Rabu (1/4/2026) di Jakarta.

Inovasi lain di Galaxy S26 Ultra yang membuat Jerome terkesan adalah Privacy Display. Teknologi ini merupakan yang pertama kalinya hadir di perangkat smartphone, memungkinkan layar hanya bisa dilihat dengan jelas oleh pengguna secara langsung, dan mencegah orang di sekitar mengintip informasi sensitif di layar.

Selain itu, bagi Jerome yang kini aktif melakukan berbagai aktivitas fisik dan olahraga, fitur Horizontal Lock juga dianggap menjadi penyelamat.

Fitur ini memastikan orientasi video tetap stabil dan sejajar lurus meskipun ponsel terguncang hebat atau diputar.

"Pas olahraga kita fokus ke gerakan, bukan ke HP, jadi pasti goyangnya ekstrem. Apalagi kalau minta tolong orang asing buat rekam, belum tentu mereka bisa pegang HP dengan stabil. Dengan Horizontal Lock, hasilnya tetap profesional," Jerome menjelaskan.

 

Galaxy AI Makin Intuitif

Tak cukup sampai di situ, Jerome juga menyoroti kecanggihan Galaxy AI yang semakin berkembang. Ia menyebutkan tiga fitur AI favoritnya: Photo Assist, Audio Eraser, dan Circle to Search.

"Photo Assist bahkan kini lebih canggih karena pengguna bisa mengedit foto, seperti menghilangkan objek, cukup melalui perintah suara atau teks tanpa harus melakukan seleksi manual," ucapnya.

Sementara Audio Eraser, menurut Jerome adalah fitur krusial bagi kreator konten untuk menghilangkan suara bising (noise) yang mengganggu pada hasil rekaman video.

"Yang juga tak kalah menarik adalah Circle to Search. Ini adalah fitur pencarian instan yang selalu menjadi andalannya sejak generasi sebelumnya," Jerome memungkaskan.

Dengan perpaduan fitur konektivitas inklusif dan AI yang praktis, Jerome menilai Samsung Galaxy S26 Ultra bukan sekadar ponsel baru, melainkan alat kerja yang transformatif di era digital saat ini.

Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)