Sony Naikkan Harga PS5 Gara-Gara Perang Iran dan Kelangkaan Chip Memori

Sony menaikkan harga konsol PlayStation 5 (PS5) di pasar global hingga sebesar USD 100 atau sekitar Rp 1,7 juta.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sony mengumumkan kenaikan harga konsol PlayStation 5 (PS5) di pasar global. Langkah ini mencakup peningkatan harga sebesar USD 100 atau sekitar Rp 1,7 juta di Amerika Serikat (AS), menandai kenaikan harga kedua dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Keputusan ini diambil saat perusahaan menghadapi lonjakan biaya komponen utama, khususnya chip memori. Demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian, Senin (30/3/2026).

Ya, industri teknologi saat ini memang tengah berada dalam persaingan ketat untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Kondisi ini memaksa produsen memori untuk memprioritaskan produksi chip pusat data (data center) yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi. Imbasnya, pasokan komponen untuk perangkat elektronik konsumen seperti PS5 menjadi sangat terbatas dan mahal.

Selain persaingan industri AI, faktor geopolitik turut memperburuk keadaan. Serangan Iran terhadap fasilitas ekspor gas alam Qatar pekan lalu telah memaksa penghentian operasional yang mengancam pasokan helium dunia. Berdasarkan data dari US Geological Survey, Qatar memasok sepertiga dari total kebutuhan helium global.

Perusahaan gas negara Qatar melaporkan bahwa penutupan fasilitas tersebut akan memangkas ekspor helium sebesar 14%.

Helium sendiri merupakan unsur krusial dalam proses manufaktur semikonduktor. Analis memperingatkan bahwa penurunan pasokan ini akan memicu lonjakan harga lebih lanjut, terutama jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan.  

Rincian Harga Baru

Penyesuaian harga di AS akan mulai berlaku pada 2 April 2026. Berikut adalah rincian kenaikan harga tersebut:

  • PS5 Standar: Naik menjadi USD 649,99 (sebelumnya USD 549,99).
  • PS5 Digital Edition: Naik menjadi USD 599,99.
  • PS5 Pro (High-end): Kini dibanderol seharga USD 899,99.
  • PlayStation Portal: Perangkat remote player ini juga naik dari USD 199,99 menjadi USD 249,99.

Kenaikan serupa juga akan diberlakukan di wilayah Eropa dan Jepang. Sony menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan hasil dari "evaluasi cermat" terhadap tekanan biaya yang meningkat di seluruh rantai pasokan global.

 

Proyeksi Pasar dan Penurunan Penjualan

Para analis memprediksi bahwa kenaikan harga konsol ini akan menghambat pertumbuhan pasar video game tahun ini. Tekanan industri sudah mulai terasa; Epic Games, pengembang Fortnite, baru saja mengumumkan pemangkasan 1.000 tenaga kerja dengan alasan lesunya angka penjualan konsol.

Data internal Sony menunjukkan performa yang menurun pada kuartal liburan Oktober-Desember 2025. Penjualan PS5 merosot 16% secara tahunan menjadi 8 juta unit. Sebagai catatan, konsol ini telah beredar di pasar selama kurang lebih enam tahun.

Kenaikan harga ini mengikuti tren industri di mana Microsoft juga telah menaikkan harga konsol Xbox tahun lalu. Sebelumnya, Sony telah menaikkan harga PS5 sebesar USD 50 di AS pada Agustus 2025, menjadikan kenaikan kali ini sebagai beban tambahan yang signifikan bagi konsumen.

Infografis Game Berbahaya