Galaxy Z TriFold Disetop Samsung, Ada Apa dengan HP Android Rp 45 Jutaan Ini?

Samsung dikabarkan menghentikan penjualan Galaxy Z TriFold kurang dari tiga bulan setelah dipasarkan lebih luas. Apa yang menjadi alasan keputusan ini?

Diterbitkan 18 Maret 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Samsung dikabarkan mulai menghentikan seluruh penjualan Galaxy Z Trifold, ponsel layar lipat tiga pertamanya, kurang dari tiga bulan setelah HP Android itu dipasarkan lebih luar di beberapa negara.

Kabar ini langsung menjadi sorotan. Karena, Galaxy Z Trifold datang sebagai salah satu perangkat paling ambisius yang pernah dibuat Samsung di segmen ponsel lipat.

Harga Galaxy Z Trifold pun tidak main-main. Di Amerika Serikat, raksasa teknologi berasal dari Korea Selatan tersebut membanderolnya USD 2.899 atau sekitar Rp 45 jutaan.

Dilansir Bloomberg, Rabu (18/3/2026), juru bicara Samsung mengatakan perusahaan sudah lebih dulu menghentikan penjualan ponsel layar tiga tersebut di Korea Selatan, lalu akan mengakhiri penjualan di pasar lain setelah stok tersisa habis.

Di situs resmi Samsung di AS, status HP Trifold ini juga sudah tercantung sebagai sold out. Perusahaan juga kabarnya tidak lagi memperbarui informasi restock dalam beberapa waktu terakhir ini.

Sinyal penghentian penjualan Galaxy Z Trifold ini sebenarnya sudah muncul sejak awal pekan ini. Media Korea Dong-A Ilbo melaporkan, ponsel layar lipat tiga Samsung ini mendapatkan restock terakhir pada 17 Maret 2026.

Setelah itu, suplai baru disebut tidak lagi disiapkan untuk pasar Korea. Laporan sama juga menyebut Samsung hanya menjual sekitar 6.00 unit di pasar domestik sejak perangkat itu dirilis pada 12 Desember 2025.

Jika kabar ini akurat, umur komersial Galaxy Z Trifold terasa sangat singkat untuk ukuran sebuah smartphone flagship. Ditambah, Samsung memosisikan ponsel ini sebagai lompatan teknologi di tengah persaingan HP layar lipat semakin padat.

Sejumlah laporan mengaitkan keputusan tersebut dengan tingginya biaya produksi. Harga komponsen disebut naik cukup tajam, sehingga margin keuntungan Samsung semakin tertekan meski HP ini dijual sangat mahal.

Faktor lain juga terkait dengan arah strategi Samsung di masa mendatang. Dalam wawancara dengan Bloomberg pada Februari 2026, Won-Joon Choi, Chief Operating Officer Samsung Mobile Experience, mengatakan perusahaan belum membuat keputusan soal penerus Galaxy Z Trifold.

Ia justru memberi sinyal, elemen desain seperti layar lebih besar dan rasio lebih lebar bisa saja diterapkan ke perangkat foldable Samsung lain pada masa depan.

Samsung Siapkan Kacamata Pintar dengan Kamera 12MP

Di sisi lain, Samsung semakin serius memasuki pasar kacamata pintar yang saat ini mulai berkembang pesat. SSaat ini, pasar perangkat tersebut memang masih dipimpin oleh Meta.

Namun dalam waktu dekat, sejumlah perusahaan teknologi kini sudah mulai menyiapkan produk pesaing. Salah satunya adalah Samsung.

Perusahaan teknologi ini sudah lama dikabarkan mengembangkan perangkat tersebut. Kini, detail baru mengenai kacamata pintar Samsung itu mulai terungkap langsung dari pihak perusahaan.

Dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 yang digelar di Barcelona, Spanyol. Wakil Presiden Eksekutif Samsung untuk divisi mobile, Jay Kim, mengungkap sejumlah informasi terkait kaca mata pintar yang tengah dikembangkan kepada CNBC.

Dilansir Android Authority, Selasa (10/3/2026), perangkat tersebut akan dilengkapi dengan kamera bawaan yang tempatkan sejajar dengan posisi mata pengguna.

Siap Saingi Meta Ray-Ban Display Glass

Bocoran sebelumnya menyebutkan bahwa kamera tersebut kemungkinan akan menggunakan sensor CMOS Sony IMX681 beresolusi 12MP.

Kim juga mengatakan bahwa perangkat pintar tersebut akan terhubung dengan ponsel pengguna, sehingga pemrosesan data dari kamera akan langsung dialihkan ke perangkat ponsel pengguna.

Salah satu poin menarik lainnya dari wawancara tersebut adalah terkait kemungkinan kacamata pintar itu dilengkapi layar terintegrasi, seperti pada Meta Ray-Ban Display Glasses. Namun, Kim menolak memberikan konfirmasi maupun bantahan mengenai hal tersebut.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa Samsung memiliki perangkat lain bagi pengguna yang membutuhkan layar. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa kacamata pintar tersebut kemungkinan tidak akan dibekali layar terintegrasi.

Konfigurasi Kamera Tunggal di Smart Glass Samsung

Sebelumnya, Samsung dikabarkan akan membekali kacamata pintar pertamanya dengan speaker dan mikrofon. Namun, sejumlah laporan menyebut bahwa perusahaan kemungkinan hanya akan menyematkan satu kamera pada perangkat tersebut.

Kamera tersebut akan mengusung fungsi ganda, yaitu untuk mengambil foto dan video sekaligus mendukung berbasis AI. Dengan konfigurasi tersebut, Samsung berpotensi kalah unggul dari Apple dalam sisi perangkat kerasnya.

Kacamata pintar Apple yang akan datang akan dibekali dengan kualitas build premium. Hal ini dapat menjadi nilai tambah yang membuatnya lebih unggul dibanding dengan para pesaingnya, termasuk Samsung.