Top 3 Tekno: AS Gunakan Alat AI untuk Serang Iran Jadi Sorotan

AS yang disebut menggunakan AI untuk menyerang Iran menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) yang disebut menggunakan AI untuk menyerang Iran menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (2/3/2026) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari Akamai dan NVIDIA yang berkolaborasi untuk membangun keamanan siber guna melindungi infrastruktur vital dari serangan hacker.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. AS Disebut Gunakan Alat AI Ini untuk Menyerang Iran

Presiden Donald Trump menginstruksikan seluruh lembaga federal Amerika Serikat untuk segera menghentikan penggunaan teknologi dari perusahaan kecerdasan buatan (AI), Anthropic.

Perintah ini menyusul ketegangan hebat yang terjadi antara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dengan perusahaan rintisan tersebut.

Melalui unggahan panjang di platform Truth Social pada 27 Februari 2026, Trump menyatakan bahwa seluruh instansi pemerintah wajib segera menghentikan penggunaan teknologi Anthropic.

Kendati demikian, ia memberikan tenggat waktu transisi selama enam bulan bagi lembaga-lembaga strategis, termasuk Department of War, untuk sepenuhnya lepas dari ketergantungan pada produk Anthropic seperti chatbot Claude.

Mengutip Engadget, Senin (2/3/2026), instruksi boikot ini memicu kontroversi lantaran muncul di saat yang hampir bersamaan dengan operasi militer besar-besaran.

Menurut laporan eksklusif The Wall Street Journal (WSJ), hanya berselang beberapa jam setelah unggahan Trump, Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar ke wilayah Iran.

Ironisnya, laporan tersebut mengungkapkan bahwa operasi militer itu justru dibantu secara signifikan oleh perangkat AI milik Anthropic.

Baca selengkapnya di sini

 

2. Akamai dan NVIDIA Kolaborasi Bentuk Keamanan Siber untuk Lindungi Infrastruktur Vital dari Hacker

Di tengah meningkatnya ancaman serangan siber yang menyasar sektor-sektor vital, Akamai Technologies bekerja sama dengan NVIDIA mengumumkan terobosan solusi keamanan baru untuk melindungi infrastruktur kritikal.

Kolaborasi ini mengintegrasikan perangkat lunak Akamai Guardicore Segmentation dengan NVIDIA BlueField Data Processing Units (DPU) guna membentengi sistem yang selama ini sulit dijangkau oleh sistem keamanan konvensional.

Inovasi ini menargetkan ekosistem Teknologi Operasional (OT) dan Sistem Kontrol Industri (ICS), seperti jaringan listrik, pabrik, hingga instalasi pengolahan air.

Selama ini, aset-aset tersebut sering kali dianggap "un-agentable" atau tidak dapat dipasang perangkat lunak keamanan tambahan (seperti AI) karena faktor usia sistem yang sudah tua atau sensitivitas performa yang tinggi.

Tantangan utama dalam keamanan siber industri adalah ketergantungan pada instalasi "agent" atau komponen perangkat lunak langsung pada komputer host. Pada sistem infrastruktur sensitif, penambahan beban perangkat lunak berisiko menyebabkan gangguan sistem atau penurunan performa yang fatal bagi layanan publik.

Menjawab tantangan tersebut, Akamai dan NVIDIA memperkenalkan pendekatan keamanan agentless (tanpa agen). Dengan memindahkan proses keamanan dari sistem utama ke NVIDIA BlueField DPU, organisasi kini dapat menerapkan segmentasi Zero Trust tanpa menyentuh perangkat lunak pada sistem sensitif tersebut.

Baca selengkapnya di sini

 

3. Vivo X300 Ultra Siap Debut Maret, Oppo Find X9 Ultra Mundur ke April

Vivo X300 Ultra dikabarkan akan meluncur lebih cepat dibandingkan Oppo Find X9 Ultra pada 2026. Jika biasanya Vivo merilis varian Ultra sekitar satu bulan setelah Oppo, tahun ini pola tersebut dibalik.

Tipster ternama Digital Chat Station mengungkap, Vivo X300 Ultra akan diperkenalkan pada Maret 2026. Hal ini terkonfirmasi lewat undangan yang disebar perusahaan, dengan mengatakan ponsel barunya ini siap debut di Mobile World Congress 2026 (MWC 2026).

Dikutip dari GizmoChina, Senin (2/3/2026), Vivo X300 Ultra membawa kamera utama Sony LYT-901 200 megapiksel pertama di dunia. HP Android ini juga dikabarkan dibekali lensa telefoto periskop 3,5x dengan sensor Samsung HPB 200MP.

Dengan kombinasi ini, HP baru Vivo ini berpotensi menjadi ponsel flagship pertama dengan sistem kamera ganda 200MP. Jika bocoran tersebut akurat, perusahaan tampak serius mendorong batas teknologi fotografi smartphone.

DCS juga menyebut, ponsel lipat Oppo Find N6 dijadwalkan debut pada 17 Maret 2026. Sementara itu, Find X9 Pro akan meluncur di pasaran pada April. Diyakini, Find X9 Ultra bakal hadir bersamaan dengn Find X9s.

Menariknya, kedua model Ultra tersebut juga dikabarkan akan meluncur ke pasar global, termasuk Indonesia dan Eropa. Hal ini membuka kemungkinan peluncuran global pada pertengahan tahun.

Sebaliknya, Oppo Find X9 Ultra belum muncul dalam sertifikasi global mana pun. Situasi ini memberi sinyal bahwa Vivo mungkin melangkah lebih cepat dalam ekspansi pasar internasional.

Baca selengkapnya di sini