AS Disebut Gunakan Alat AI Ini untuk Menyerang Iran

Operasi militer AS terhadap Iran dilaporkan dibantu secara signifikan oleh perangkat AI milik Anthropic.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Donald Trump menginstruksikan seluruh lembaga federal Amerika Serikat untuk segera menghentikan penggunaan teknologi dari perusahaan kecerdasan buatan (AI), Anthropic.

Perintah ini menyusul ketegangan hebat yang terjadi antara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dengan perusahaan rintisan tersebut.

Melalui unggahan panjang di platform Truth Social pada 27 Februari 2026, Trump menyatakan bahwa seluruh instansi pemerintah wajib segera menghentikan penggunaan teknologi Anthropic.

Kendati demikian, ia memberikan tenggat waktu transisi selama enam bulan bagi lembaga-lembaga strategis, termasuk Department of War, untuk sepenuhnya lepas dari ketergantungan pada produk Anthropic seperti chatbot Claude.

Mengutip Engadget, Senin (2/3/2026), instruksi boikot ini memicu kontroversi lantaran muncul di saat yang hampir bersamaan dengan operasi militer besar-besaran.

Menurut laporan eksklusif The Wall Street Journal (WSJ), hanya berselang beberapa jam setelah unggahan Trump, Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar ke wilayah Iran.

Ironisnya, laporan tersebut mengungkapkan bahwa operasi militer itu justru dibantu secara signifikan oleh perangkat AI milik Anthropic.

Hal ini menunjukkan betapa dalamnya integrasi teknologi AI Anthropic dalam infrastruktur pertahanan AS saat ini.

 

Rekam Jejak Claude dalam Operasi Militer

Sebagai informasi, penggunaan AI Anthropic dalam operasi militer bukan merupakan hal baru bagi Gedung Putih.

Sebelumnya, Wall Street Journal juga melaporkan bahwa model AI Claude memegang peran kunci dalam operasi penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Meski memiliki rekam jejak yang sukses dalam mendukung misi lapangan, ketidaksepakatan fundamental antara kebijakan perusahaan Anthropic dan kebutuhan Departemen Pertahanan tampaknya menjadi pemicu utama keretakan hubungan ini.

 

Transisi ke xAI dan OpenAI

Sebagai langkah antisipasi, Departemen Pertahanan AS dikabarkan mulai menjajaki opsi AI lain untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Anthropic.

Saat ini, pemerintah dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan xAI milik Elon Musk dan OpenAI untuk mengintegrasikan model-model mereka ke dalam jaringan internal agen federal.

Namun, transisi ini diprediksi tidak akan berjalan singkat. Pakar teknologi yang dikutip oleh WSJ menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menggantikan sistem Claude dengan model AI baru tanpa mengganggu stabilitas operasional keamanan nasional.

 

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)