Super Apps ‘Rumah Pendidikan’ Kantongi 3,3 Juta Pengguna dalam Setahun dan Sabet Penghargaan Dunia

Super apps Rumah Pendidikan disebut mencatatkan sejumlah capaian prestisius, baik di tingkat nasional maupun global.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 18:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejak diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti pada 21 Januari 2025, super aplikasi "Rumah Pendidikan" mencatatkan sejumlah capaian prestisius, baik di tingkat nasional maupun global.

Kehadiran platform ini merupakan langkah konkret Kemendikdasmen dalam mendukung percepatan program digitalisasi pendidikan yang selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengungkapkan dalam kurun waktu satu tahun, aplikasi ini telah menjadi pilar utama ekosistem digital pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan data terbaru, Rumah Pendidikan telah dikunjungi sebanyak 31,5 juta kali (page views) dengan total 3,3 juta unique visitors (pengguna).

“Dari semula sekadar cetak biru, kini sudah menjadi gerak nyata. Selama setahun terakhir, tercatat ada 1.068 kegiatan pengimbasan dengan total 58.843 peserta. Rumah Pendidikan terbukti mampu membangun ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Yudhistira dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2025).

Kolaborasi Ekosistem Digital

Keberhasilan platform ini tidak lepas dari kolaborasi aktif tiga komunitas utama, yakni Duta Teknologi, Komunitas Belajar.id, dan Komunitas Bergema. Ketiganya tergabung dalam relawan Guru Pejuang Digital yang berperan vital dalam mengimplementasikan instruksi digitalisasi sesuai Inpres Nomor 7 Tahun 2025.

Melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dan Rumah Pendidikan, para relawan ini memastikan teknologi menyentuh langsung ruang-ruang kelas.

Sebagai sebuah super apps, Rumah Pendidikan mengintegrasikan lebih dari 950 aplikasi layanan digital ke dalam satu akses pintu tunggal. Pengguna dapat mengeksplorasi delapan ruang utama, yaitu: Ruang GTK, Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, Ruang Publik, dan Ruang Orang Tua.

Integrasi masif ini membuka akses belajar bagi 51 juta murid serta 4 juta guru pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Platform ini menyediakan materi interaktif, pustaka konten, hingga sistem manajerial sekolah yang terus dikembangkan secara dinamis.

 

Pengakuan Nasional dan Internasional

Inovasi ini pun menuai apresiasi tinggi dari berbagai lembaga pemberi penghargaan. Di level nasional, Rumah Pendidikan diganjar penghargaan Top Digital Awards 2025 pada 4 Desember 2025, karena dinilai sukses menghubungkan pembelajaran, manajemen sekolah, dan data pendidikan dalam satu sistem terintegrasi.

Gaung keberhasilan ini pun menembus kancah internasional. Rumah Pendidikan berhasil meraih dua medali perak dalam ajang bergengsi International Customer Experience Awards (ICXA) 2025 yang diselenggarakan di London, Inggris, pada 12 November 2025.

Prestasi ini menempatkan Rumah Pendidikan sebagai satu dari tiga aplikasi asal Indonesia yang mampu bersaing di panggung dunia.

Tak berhenti di situ, pada bulan yang sama, platform ini terpilih masuk dalam Top 10 Global EdTech Prize di ajang World Schools Summit 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Ajang tersebut merupakan pertemuan elit para pemimpin pendidikan dunia yang berkomitmen membentuk masa depan pembelajaran melalui teknologi.

 

Lompatan Strategis Pendidikan Indonesia

Yudhistira menekankan bahwa seluruh pencapaian ini membuktikan kapasitas digital pendidikan Indonesia telah berada pada fase lompatan strategis, bukan sekadar tataran konsep.

"Rumah Pendidikan telah memudahkan puluhan juta siswa dan guru untuk mengembangkan kompetensi mereka. Ini adalah infrastruktur digital yang memastikan murid dari perdesaan hingga perkotaan memperoleh pengalaman belajar berkualitas dengan satu pintu akses," ia menegaskan.

Ia menambahkan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan penuh dari Mendikdasmen Prof. Mu’ti, Sekjen Kemendikdasmen Suharti, serta seluruh jajaran pimpinan di lingkungan Kemendikdasmen RI.

infografis Aplikasi Berbalas Pesan Terpopuler