Sukses

Cuitan Kocak hingga Sindiran Warganet Ramai Warnai Debat Capres 2024

Warganet turut mengikuti Debat Capres Cawapres 2024 pertama yang digelar KPU, Selasa (12/12/2023). Di antara banyaknya tanggapan, cuitan kocak dan sindiran khas warganet mewarnai linimasa X alias Twitter.

Liputan6.com, Jakarta - Warganet turut memantau Debar Capres 2024 pertama yang digelar KPU, Selasa (12/12/2023) malam. Debat Capres 2024 yang bisa disaksikan melalui layar televisi maupun live streaming ini pun ramai dikicaukan oleh warganet di dunia maya.

Gaya, gestur, hingga hal-hal yang diucapkan oleh para calon presiden 2024 di Debat Capres 2024 itu mencuri perhatian.

Namun terlepas dari itu, guyonan dan banyolan warganet khas Indonesia bertema Debat Capres 2024 ikut nongol di media sosisal dan memeriahkan linimasa X alias Twitter.

Sejumlah warganet bahkan membuat pembicaraan guyonan dengan tagar #debatcapres.

Pengguna Twitter @kot**** misalnya, mengunggah pembicaraan berikut.

"Jika nanti terpilih janji-janji anda ini tentunya akan cepat terealisasi ya pak?" | "Yo ga gitu cara maennya, manusia hanya berencana ya umur mah gada yang tau yekan," | "Ohh..." |

Ada pula warganet lain yang menyebut-nyebut Rohingya dalam cuitannya di X alias Twitter.

"Jika nanti anda memang terpilih bagaimana perasaan gembira Anda mengungkapkan hal itu kepada masyarakat?" | "Oh mungkin saya akan menyanyikan lagu anak-anak" | "Lagu apa tuh?" | "Lihat kebunku penuh dengan Rohingya.."

Ada juga warganet yang mengunggah cuitan dialog seolah dari pasangan Capres/ Cawapres nomor 4.

"Silakan waktunya sekarang paslon nomor 4 untuk berdebat menyampaikan gagasan" | ((Diam)) | "Ayo silakan, kenapa diam?" | "Sesungguhnya Allah dan Rasul tidak menyukai perdebatan. Dalam hadist riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda....." |

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Dialog Kocak Warganet Sentil Korupsi hingga Capres Gemoy Berkeringat

Warganet lainnya mengunggah dialog kocak yang menyentil soal korupsi, lengkap dengan tagar Debat Capres.

"Jika nanti terpilih apa saran Anda untuk menekan angka korupsi?" | "Membatasi jumlah maksimum angka korupsi" | "Okeee" |

Netizen lain malah melucu dengan cuitan dialog nyeleneh.

"Bagaimana cara Anda menekan pengangguran di negeri ini?" | "Tinggal bandingin dengan anak tetangga ntar dia juga tertekan?" |

Warganet lainnya malah salah fokus dengan berbagai hal. Mulai dari Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang terlihat berkeringat.

"Panitia ngga sedia tisu? Gemoy keringetan tu," kata seorang netizen.

Ada juga warganet yang nyeleneh memuji Capres nomor 1 Anies Baswedan yang tampil baik dalam bertutur kata di Debat Capres 2024.

"Yang love language-nya word of affirmation pasti bakal jatuh cinta sama anies," tulis seorang netizen.

 

3 dari 3 halaman

Momen Prabowo Bilang

Sebelumnya, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menilai solusi yang ditawarkan Prabowo Subianto atas masalah HAM di Papua, tidak cukup. Hal itu disampaikan dalam debat capres 2024.

Menurut Ganjar, harus ada dialog yang diikuti seluruh kelompok di Papua untuk menyelesaikan masalah.

 "Tapi menurut saya rasanya tidak cukup Pak Prabowo, karena dialog menurut saya menjadi penting agar seluruh kekuatan seluruh kelompok di sana bisa duduk bersama untuk menyelesaikan masalah itu. Itu menurut saya roots dari masalahnya. Pertanyan saya simple saja, apa bapak setuju dengan model dialog yang saya tawarkan itu?" kata Ganjar.

Mendengar pertanyaan tersebut, Prabowo langsung menjawab, "Saya setuju. Jadi...," kata Prabowo yang kemudian dipotong oleh moderator debat capres, Velerina Daniel.

Namun, Prabowo tetap ingin menjawab, "Jadi penyelesaianannya itu...," lanjut Prabowo.

Kalimat Prabowo kembali dipotong oleh Velerina. "Waktunya bapak jawab setelah mendengar tanggapan dari paslon 1," ucap dia.

Akan tetapi, Prabowo tetap ngeyel ingin menjawab, "Saya mau jawab..saya mau jawab," kata Prabowo.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.