Sukses

Instagram Ungkap Gen Z Suka Akses Hiburan dan Terhubung dengan Orang Lain di Satu Platform

Liputan6.com, Jakarta - Instagram untuk pertama kalinya merilis laporan tentang tren disukai Gen Z di platformnya. Dalam laporan ini, perusahaan menyoroti hal-hal paling diminati Gen Z sepanjang 2022, mulai dari kebiasaan hingga topik yang mereka ikuti.

"Gen Z ini menarik karena sejak lahir mereka sudah ada internet. Selain itu, potensi pasar Gen Z juga luar biasa. Ini adalah sasaran untuk pengguna internet, brand, media sosial, hingga pasar ekonomi," tutur Director Creator Partnership Southeast Asia Meta Revie Sylviana dalam konferensi pers yang digelar, Selasa (6/12/2022).

Untuk diketahui, saat ini ada 3,2 miliar atau 41 persen penduduk dunia merupakan Gen Z berusia di bawah 25 tahun. Di Indonesia sendiri, data Kementerian Dalam Negeri menyebut ada sekitar 68 juta jiwa Gen Z di Tanah Air.

Dengan jumlah demikian besar, generasi Z perlu diperhatikan karena memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa. Dalam studi ini, salah satu temuan Instagram adalah Gen Z ternyata kerap menyatukan antara hiburan dan koneksi dengan orang lain.

"Jadi untuk Gen Z, penting bagi mereka tetap terkoneksi dengan orang selain menikmati hiburan dalam satu platform," ujar Revie menjelaskan. Oleh sebab itu, ia menuturkan, media sosial bagi Gen Z memiliki peran sebagai platfom hiburan sekaligus tetap bisa terkoneksi dengan orang lain.

Hal ini tidak lepas dari kebiasaan Gen Z yang terbiasa untuk membagikan apa yang mereka nikmati ke orang-orang terdekat, dan mereka juga ingin mengetahui apa yang orang lain konsumsi via media sosial.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Fitur Stiker Populer di Kalangan Gen Z

<p>Instagram Ungkap Gen Z Suka Akses Hiburan dan Terhubung dengan Orang Lain di Satu Platform. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)</p>

Karenanya, Instagram kini dibekali dengan fitur yang memudahkan pengguna berbagi hal semacam ini, baik lewat DM atau Stories.

Kebiasaan Gen Z berbagi soal minat mereka juga berimbas pada penggunaan stiker Add Yours di Instagram. Revie menuturkan, stiker menjadi populer di kalangan pengguna di Indonesia, khusus Gen Z karena menggabungkan minat dan kebersamaan.

Instagram mencatat ada tiga stiker Add Yours yang paling banyak digunakan Gen Z tahun ini, yakni 'Dump Bulanan', 'Apapun Ketika Kamu Masih Siswa/Mahasiswa', serta 'Video/Foto/Screenshot random dari Galeri HP'.

Melalui laporan ini, Instagram juga mencatat Gen Z di Asia Pasifik lebih memilih mengikuti kreator sebagai sumber inspirasi, dibandingkan generasi sebelumnya. Menurut Revie, hal ini bisa menjadi kesempatan bagi para pelaku bisnis, karena Gen Z banyak dipengaruhi para kreator sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu.

Laporan ini dibuat menggunakan metode survei online mandiri mandiri dengan kuesioner yang terstruktur, serta pengambilan sampel acak bertahap yang dilakukan mulai 11 hingga 22 November 2022. Secara keseluruhan, ada 2.000 Gen Z dengan usia 18-25 tahun yang berpartisipasi dalam survei ini.

3 dari 4 halaman

Meta Cegah Komentar Negatif Selama Piala Dunia 2022

Facebook meluncurkan tanda Meta baru mereka di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, Kamis, 28 Oktober 2021. Facebook Inc. yang diperangi mengubah namanya menjadi Meta Platforms Inc., atau Meta, untuk mencerminkan apa yang CEO Mark Zuckerberg mengatakan komitmennya untuk mengembangkan t

Meta mengungkapkan sejumlah upaya dalam rangka mencegah perilaku tidak terpuji dan komentar negatif, seperti bullying hingga ujaran kebencian, yang mungkin muncul terkait dengan Piala Dunia 2022 Qatar.

"Kami punya aturan yang jelas terhadap intimidasi, ancaman kekerasan, dan ujaran kebencian - dan kami tidak menginginkannya di aplikasi kami," tulis Meta dalam blog resminya, dikutip Jumat (25/11/2022).

Selain menanggapi laporan dari komunitas, di luar pesan pribadi, Meta juga menggunakan teknologi untuk secara proaktif mencari konten yang mungkin melanggar aturan tersebut.

"Saat teknologi kami menganggap suatu konten mungkin melanggar, ia akan mengambil tindakan, baik mengirimkannya ke tim kami untuk ditinjau atau--jika benar-benar yakin--menghapusnya secara otomatis," kata perusahaan.

Meta juga melaporkan antara April dan Juni 2022, sudah ada lebih dari 17 juta ujaran kebencian di Facebook dan Instagram yang ditindak, dan lebih dari 90 persen ditemukan sebelum ada yang melaporkan.

Induk Facebook dan Instagram itu juga mengungkapkan beberapa fitur yang dapat digunakan untuk membantu menjaga keamanan pesepakbola maupun fans di media sosial.

Pertama adalah menonaktifkan permintaan pesan langsung (Direct Message/DM) sepenuhnya di Instagram, sehingga mereka tidak akan bisa menerima pesan dari siapa pun yang tidak mereka ikuti.

Selain itu, para pengguna media sosial Meta, juga dapat memilih siapa yang bisa mengomentari unggahannya, atau mematikan komentar sama sekali.

4 dari 4 halaman

Sembunyikan Kata-Kata Tertentu

Fitur baru yang diumumkan Meta untuk Instagram. (Dok: Instagram)

Sementara bagi mereka yang tidak ingin mematikan permintaan DM, Meta juga mengembangkan Hidden Words.

Saat diaktifkan, fitur Hidden Words secara otomatis mengirimkan permintaan DM — termasuk balasan Story — berisi kata, frasa, dan emoji yang menyinggung ke folder tersembunyi sehingga tidak perlu dilihat.

Menurut Meta, sejak fitur itu dirilis tahun lalu, lebih dari satu dari lima orang dengan lebih dari 10 ribu pengikut, telah mengaktifkannya.

"Kami juga menguji pengaktifannya secara default untuk orang-orang dengan akun kreator, termasuk banyak pemain sepak bola yang bermain di Piala Dunia," tulis Meta.

Meta juga memiliki fitur Limits yang dirilis tahun lalu. Apabila aktif, fitur ini menyembunyikan komentar dan permintaan DM dari orang yang tidak mengikuti pengguna, atau baru saja mengikutinya.

(Dam/Ysl)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS