Sukses

Kode WhatsApp Ini Bikin Chat Jadi Tak Membosankan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam aplikasi WhatsApp terdapat beberapa simbol yang jika digunakan sesuai instruksi dapat membentuk kode dan mengubah tampilan teks pesan.

Fitur WhatsApp ini disebut kustomisasi teks yang memberikan pengguna aplikasi keuntungan untuk mengubah font dan tulisan WhatsApp untuk memberikan teksnya sedikit penekanan.

Pertama, pengguna dapat mengubah font teks menjadi font monospace dengan memanfaatkan tanda apostrof terbalik atau backtick.

Caranya hanya dengan memilih ikon backtick yang terlihat seperti apostrof terbalik. Dalam keyboard handphone, pengguna dapat mengakses tanda tersebut dengan menekan logo apostrof hingga muncul pilihan backtick.

Gunakan tanda backtick di antara teks yang sudah diketik sebanyak tiga kali. Misalnya seperti ini: ```ketik teks```

Setelah itu, font teks pada aplikasi WhatsApp secara otomatis akan berubah menjadi font monospace.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Fitur Kustomisasi Teks untuk Memberi Penekanan pada Teks Pesan

Selain mengubah font teks, fitur ini juga memberikan efek lain terhadap teks pesan. Efek seperti mempertebal tulisan teks, memiringkan teks, dan mencoret teks membuat makna yang dituang dalam teks menjadi lebih tersampaikan.

Mempertebal teks atau bolding merupakan pilihan yang tepat untuk menekankan kata atau frasa yang disampaikan. Bolding memberikan teks pesan yang dikirim berkesan menonjol dan pengguna hanya perlu menggunakan tanda bintang atau asterisk di antara teks atau frasa yang diinginkan. Contoh: *ketik teks*

Selanjutnya, pesan yang dikirim akan secara otomatis berbentuk teks tebal atau bold.

Jika pengguna ingin memiringkan teks atau menggunakan efek italic, pengguna hanya perlu melakukan hal serupa, tetapi mengubah simbol yang digunakan dengan tanda garis bawah atau underscore. Contohnya: _ketik teks_

Efek italic juga menjadi salah satu efek yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk menekankan makna teks yang ingin disampaikan.

Terakhir, untuk menampilkan efek teks yang dicoret atau strikethrough, pengguna tetap melakukan formula yang sama dengan mengubah tandanya dan menaruh simbol garis bergelombang atau tilde di antara teks yang ingin dikirim. Contoh: ~ketik teks~

Efek strikethrough ini biasa digunakan untuk menandakan sebuah teks atau frasa yang keliru atau perlu diabaikan.

3 dari 5 halaman

Fitur Belum Menghadirkan Efek Underline

Dari semua efek yang disajikan fitur kustomisasi teks, menggaris bawah teks atau underline menjadi salah satu efek yang belum dapat dinikmati pengguna.

Hal ini karena aplikasi hanya belum memasukkan fitur tersebut, tetapi pengguna tetap dapat menunggu dan memanfaatkan efek yang sudah hadir.

Di sisi lain, WhatsApp mulai menggulirkan fitur grup komunitas ke para pengguna WhatsApp Android versi beta. Dilaporkan oleh WABetaInfo, menurut CEO Meta Mark Zuckerberg, fitur ini merupakan upgrade besar pada WhatsApp.

Mengutip Gizchina, Jumat (26/8/2022), fitur Komunitas WhatsApp telah dikembangkan satu tahun belakangan ini. Namun Meta baru mengisyaratkan kehadirannya secara resmi April lalu dalam siaran pers yang merinci perubahan ke aplikasi perpesanan tersebut.

Setelah beberapa bulan menunggu kehadirannya, tim WhatsApp akhirnya mulai meluncurkan fitur tersebut.

Laporan WABetaInfo menyebut, saat ini WhatsApp tengah menguji fitur Komunitas dengan beberapa pengguna Android. Hasilnya, versi 2.22.219.3 (beta) dan 2.22.219.3 (stabil) menjadi versi WhatsApp awal yang kompatibel dengan fitur Komunitas tersebut.

Para pengguna yang menerima update fitur baru WhatsApp ini akan menemukan tab Komunitas baru yang menggantikan tab Kamera di versi WhatsApp lama.

4 dari 5 halaman

Mengelola Grup

Bagi mereka yang belum tahu, fitur Komunitas ini memungkinkan pengguna mengelola semua grup yang saling terkait dengan mudah dan membuat sub-grup untuk berbagai topik.

Pengguna bisa membuat 10 sub-grup dan masing-masing sub-grup dapat berisi hingga 512 anggota.

Segera setelah membuat Komunitas WhatsApp, secara otomatis grup dibuat di bawahnya. Pengguna WhatsApp, misalnya, bisa membuat Komunitas untuk sekolah dengan subkelompok untuk setiap kelas atau kegiatan ekskul.

Administrator atau admin, bisa mengirimkan pengumuman ke seluruh grup untuk menjangkau pengguna atau hanya grup tertentu.

Masuk Komunitas Sesuai Minat

Seorang anggota komunitas pun bisa memutuskan untuk bergabung subkelompok berdasarkan minat mereka. Mereka juga bisa meninggalkan subgrup kapan pun mereka mau tanpa meninggalkan komunitas itu sendiri.

Komunitas WhatsApp juga memungkinkan pengguna memblokir orang-orang tertentu, melaporkan penyalahgunaan, dan kemampuan lainnya.

Komunitas juga bisa berfungsi sebagai obrolan biasa dan chat-nya akan dibekali enkripsi end-to-end.

Jika pengujian fitur baru ini berhasil, WhatsApp akan segera membuat fungsi Komunitas ini tersedia bagi seluruh penggunanya dalam beberapa minggu mendatang.

Permudah Komunikasi

Dalam keterangan resminya, Komunitas bakal mempermudah administrator membagikan informasi ke komunitasnya.

Dalam konteks sekolah misalnya, Komunitas akan mempermudah kepala sekolah untuk membagikan informasi penting kepada semua orang tua murid dan membuat grup berdasarkan kelas atau kegiatan ekstrakurikuler.

"WhatsApp juga sedang membuat sejumlah peningkatan pada grup di WhatsApp, baik grup tersebut adalah bagian dari Komunitas atau bukan," kata pihak WhatsApp.

 
5 dari 5 halaman

Infografis Waspada WhatsApp Rentan Dibobol Hacker. (Liputan6.com/Abdillah)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.