Alasan Samsung Naikkan Harga Chip hingga 15 Persen

Sejumlah perusahaan beralih memproduksi chip ke Samsung.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan permintaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berdampak pada rantai pasok teknologi global. Keterbatasan kapasitas produksi di pabrikan utama, mendorong perusahaan-perusahaan beralih ke Samsung untuk memproduksi chip.

Dilaporkan GSMArena, Jumat (21/8/2026), hal ini menjadi sebuah momentum bagi Samsung menaikkan harga hingga 15%, menurut sumber internal kepada Reuters.

Pada Juli, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut mulai mematok harga 10-15% lebih tinggi dari bulan sebelumnya kepada pelanggan di Amerika Serikat dan Tiongkok untuk teknologi 4nm (SF4) dan 5nm (SF5).

Sementara teknologi lama, 8nm harganya turut naik hampir 10%. Meskipun tergolong lama, teknologi ini digunakan Nvidia untuk memproduksi chip Nintendo Switch 2, sekaligus mulai memproduksi kembali seri GeForce RTX 3060.

Selain itu, perusahaan-perusahaan asal Taiwan juga menghadapi kenaikan biaya sebesar 5-10%.

Para analis menilai bisnis pengecoran Samsung yang telah mengalami kerugian sejak 2022, kini menjadi titik balik penting mereka.

Menurut Lee Min-hee, analis di BNK Investment & Securities, peningkatan permintaan berpotensi mencetak kembali laba perusahaan pada tahun depan.

 

Faktor Lain

Selain faktor tingginya permintaan pasar, efisiensi hasil produksi (yield) Samsung dilaporkan kian membaik. Terdapat permintaan komponen HBM base die (lapisan krusial pada memori bandwidth tinggi untuk pemrosesan AI) dengan jumlah besar.

Komponen tersebut diproduksi di lini produksi SF4 Samsung di Pyeongtaek, yang juga memproduksi chip untuk Qualcomm. Bahkan, telah beroperasi dengan penumpukan pesanan sejak akhir tahun lalu.

Seluruh faktor ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan bisnis foundry Samsung hingga lebih dari dua digit pada paruh kedua tahun ini.