Liputan6.com, Jakarta - IQ sering dipakai sebagai salah satu gambaran kemampuan intelektual seseorang. Skor dari tes tertentu dapat berkaitan pada kemampuan bernalar, memahami informasi, mengingat, sampai memecahkan persoalan. Bagi sebagian orang, cara meningkatkan IQ menjadi topik menarik untuk dipelajari melalui kebiasaan sehari-hari.
Gaya hidup juga memiliki kaitan erat pada kondisi tubuh dan fungsi otak. Tidur cukup, olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, serta pengelolaan stres bisa mendukung kemampuan berkonsentrasi. Kebiasaan sehat menjadi bagian penting dalam menerapkan cara meningkatkan IQ tanpa bergantung pada solusi instan.
Meski banyak orang ingin memperoleh skor IQ lebih tinggi, kecerdasan tidak hanya tercermin melalui angka tes. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, ketekunan, kemampuan belajar dan pengelolaan emosi juga memiliki nilai penting. Memahami cara meningkatkan IQ sebaiknya diarahkan pada upaya menjaga otak aktif, sekaligus mengembangkan kemampuan kognitif secara bertahap.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026).
1. Rajin Membaca Buku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435829/original/014883000_1684728123-20230522083107__fpdl.in__young-woman-reading-textbook-couch-home_1150-15492_normal.jpg)
Membaca merupakan salah satu aktivitas sederhana untuk memberikan stimulasi kepada otak. Ketika membaca, seseorang perlu memahami informasi, mengingat detail, mengikuti alur, serta menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lain.
Pilih bacaan dari berbagai bidang agar pengetahuan semakin luas. Novel, sejarah, sains, ekonomi, biografi, psikologi, atau buku keterampilan dapat menjadi pilihan.
Agar aktivitas membaca lebih efektif, jangan hanya mengejar jumlah halaman. Cobalah memahami gagasan utama, membuat catatan singkat, atau menjelaskan kembali isi bacaan menggunakan bahasa sendiri.
2. Pelajari Bahasa Asing
Belajar bahasa asing dapat menjadi latihan mental karena melibatkan memori, perhatian, pemahaman, dan kemampuan mengingat kosakata.
Anda bisa memulai dari beberapa kata setiap hari. Setelah terbiasa, lanjutkan ke kalimat sederhana, percakapan, membaca artikel, atau menonton konten berbahasa asing.
Proses belajar bahasa juga dapat membantu seseorang terbiasa menghadapi informasi baru. Konsistensi latihan lebih penting daripada memaksakan materi dalam jumlah banyak sekaligus.
Advertisement
3. Bermain Permainan yang Mengasah Otak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320861/original/065736200_1786417038-Bermain_drum.jpg)
Permainan seperti sudoku, teka-teki silang, puzzle, catur, dan permainan strategi membutuhkan kemampuan berpikir tertentu. Aktivitas tersebut dapat melatih penalaran, perhatian, memori kerja, serta kemampuan memecahkan masalah.
Sisihkan waktu secara rutin untuk bermain. Anda juga bisa meningkatkan tingkat kesulitan setelah merasa sudah menguasai permainan dasar.
Meski sering disebut sebagai permainan peningkat IQ, aktivitas tersebut sebaiknya dipandang sebagai latihan kemampuan tertentu. Bermain puzzle tidak otomatis membuat skor IQ meningkat secara keseluruhan.
4. Belajar Memainkan Alat Musik
Mempelajari alat musik membutuhkan koordinasi antara pendengaran, gerakan, konsentrasi, dan ingatan. Proses tersebut membuat otak terus menerima serta mengolah berbagai informasi.
Piano, gitar, biola, drum, keyboard, atau alat musik tradisional bisa menjadi pilihan. Tidak perlu memiliki target menjadi musisi profesional.
Latihan rutin selama beberapa menit setiap hari sudah dapat menjadi kegiatan belajar baru. Seiring waktu, tingkat kesulitan dapat ditambah agar kemampuan terus berkembang.
5. Pelajari Keterampilan Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477068/original/022673200_1687419376-Skills.jpg)
Belajar sesuatu di luar rutinitas dapat memberikan tantangan baru bagi otak. Anda dapat mencoba memasak, menggambar, menulis, fotografi, desain grafis, pemrograman, berkebun, atau keterampilan lain.
Saat mempelajari hal baru, seseorang perlu memahami instruksi, mengingat langkah, mencoba, melakukan kesalahan, lalu memperbaiki hasilnya. Rangkaian proses tersebut merupakan bentuk latihan mental.
Pilih keterampilan sesuai minat agar proses belajar terasa menyenangkan. Aktivitas yang dilakukan secara konsisten cenderung lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
6. Perbanyak Aktivitas Fisik
Kesehatan otak tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh. Olahraga rutin dapat membantu menjaga kebugaran dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Berjalan kaki, bersepeda, berenang, jogging, senam, atau latihan kekuatan bisa menjadi pilihan. Bagi pemula, aktivitas ringan dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum meningkatkan intensitas.
Olahraga juga dapat membantu mengurangi stres. Kondisi mental yang lebih baik dapat mendukung konsentrasi dan kemampuan belajar.
Advertisement
7. Tidur yang Cukup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334679/original/028942900_1787892595-greg-pappas-rUc9hVE-L-E-unsplash.jpg)
Tidur sering dianggap sepele ketika seseorang ingin meningkatkan kemampuan berpikir. Padahal, istirahat yang cukup berperan penting dalam menjaga konsentrasi, memori, dan fungsi kognitif.
Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Kebutuhan tersebut dapat berbeda menurut usia dan kondisi setiap orang.
Usahakan memiliki jadwal tidur teratur. Batasi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur dan ciptakan suasana kamar nyaman agar kualitas istirahat lebih baik.
8. Konsumsi Makanan Bergizi
Otak membutuhkan energi dan nutrisi untuk menjalankan berbagai fungsi. Pola makan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung fungsi otak.
Ikan, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, buah-buahan, dan makanan bergizi lainnya dapat dimasukkan dalam menu harian.
Tidak ada satu makanan tertentu yang bisa membuat seseorang langsung lebih cerdas. Fokus utama sebaiknya pada pola makan beragam dan seimbang.
9. Perbanyak Sosialisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566337/original/051832000_1694053418-austin-distel-60caCHdOqH0-unsplash.jpg)
Berkomunikasi bersama orang lain juga dapat menjadi bentuk stimulasi mental. Saat berdiskusi, seseorang perlu mendengarkan, memahami maksud pembicaraan, mengingat informasi, lalu menyusun respons.
Anda dapat berdiskusi bersama teman, mengikuti komunitas, bergabung dalam kelompok belajar, atau menjadi sukarelawan. Bertemu orang baru juga dapat memperkenalkan perspektif berbeda. Hal tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus melatih kemampuan beradaptasi.
10. Latih Kemampuan Memecahkan Masalah
Kemampuan memecahkan masalah dapat dilatih melalui aktivitas sehari-hari. Jangan langsung mencari jawaban ketika menghadapi persoalan sederhana.
Cobalah mengidentifikasi masalah, mencari beberapa kemungkinan penyebab, membuat alternatif solusi, lalu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Kebiasaan berpikir secara sistematis dapat membantu seseorang menghadapi persoalan secara lebih terstruktur.
11. Biasakan Menulis dan Membuat Catatan
Menulis membuat seseorang mengorganisasi pikiran ke dalam bentuk yang lebih terstruktur. Anda dapat menulis jurnal, rangkuman buku, catatan belajar, atau ide baru.
Setelah membaca materi, coba tuliskan kembali poin penting menggunakan bahasa sendiri. Cara ini dapat membantu menguji pemahaman terhadap informasi. Membuat catatan juga dapat membantu mengurangi informasi yang mudah terlupakan, terutama ketika mempelajari materi baru.
Â
Pertanyaan Seputar Cara Meningkatkan IQ
Apakah IQ seseorang bisa meningkat?
Kemampuan kognitif dapat berkembang melalui proses belajar, pengalaman, pendidikan, dan latihan tertentu. Meski begitu, tidak ada metode pasti untuk menjamin kenaikan skor IQ dalam jumlah tertentu.
Apa cara paling sederhana untuk melatih kemampuan otak?
Membaca, mempelajari keterampilan baru, bermain puzzle, berolahraga, tidur cukup, dan berdiskusi dapat menjadi aktivitas sederhana untuk menjaga otak tetap aktif.
Apakah membaca buku setiap hari dapat meningkatkan IQ?
Membaca dapat melatih pemahaman, memperluas wawasan, dan membantu seseorang terbiasa mengolah informasi. Pengaruhnya terhadap skor IQ tidak dapat dipastikan hanya melalui kebiasaan membaca.
Seberapa sering seseorang perlu membaca untuk melatih otak?
Tidak ada durasi wajib. Membaca secara rutin, misalnya beberapa halaman setiap hari, dapat menjadi kebiasaan belajar berkelanjutan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280875/original/081904900_1752290852-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497006/original/077149700_1770612558-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T114656.423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152215/original/037201300_1741241082-WhatsApp_Image_2025-03-06_at_1.04.13_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3978108/original/042143000_1648535623-pexels-alexander-suhorucov-6457544.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363072/original/073988800_1790838980-Depositphotos_839696924_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4478705/original/047486500_1687510826-alexander-dummer-Em8I8Z_DwA4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536767/original/038079400_1774341436-pexels-mikoto-3367850.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366902/original/042380000_1791280111-Gemini_Generated_Image_1on1cd1on1cd1on1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3556681/original/063274400_1630402782-pexels-andrea-piacquadio-3755511__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366716/original/019283700_1791275840-pexels-cottonbro-6940351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366791/original/012556100_1791277332-1114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5211886/original/002578200_1746599832-non-explicit-image-child-abuse.jpg)