Liputan6.com, Jakarta - Tanda anak sedang kelelahan yang sering disangka malas terkadang tidak terlihat seperti rasa kantuk pada orang dewasa. Anak yang sebenarnya membutuhkan istirahat justru bisa menjadi lebih aktif, mudah marah, sulit berkonsentrasi, atau enggan melakukan aktivitas yang biasanya ia sukai.
Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, proses belajar, dan cara anak mengendalikan emosinya. Karena itu, orang tua perlu memahami perubahan perilaku anak sebelum menganggapnya malas atau tidak mau berusaha. Berikut beberapa tanda yang patut diperhatikan.Berikut penjelasan selengkapnya, dirangkum dari laman Cleveland Clinic dan sumber lainnya, Selasa (6/10/2026).
Tanda Anak yang Kelelahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163492/original/029253200_1779953427-pexels-tatianasyrikova-3933069.jpg)
Tidur berperan penting dalam perkembangan otak, daya ingat, kemampuan bahasa, dan pertumbuhan bayi secara keseluruhan. Pada bayi, makin lelah tidak berarti makin mudah tidur. Bayi yang sudah terlalu lelah justru sering lebih sulit ditenangkan dan sulit terlelap.
Tanda bayi mulai kelelahan antara lain:
-
Sulit bangun pada pagi hari
-
Rewel, merengek, atau menangis
-
Tatapan kosong seperti melamun
-
Sering menarik telinga
-
Menggosok mata
-
Menguap
-
Lebih sulit ditenangkan
Dengan mengenali sinyal ini sejak awal, orang tua bisa menidurkan anak sebelum kelelahannya menjadi berlebihan.
Advertisement
Anak yang Justru Semakin Aktif Saat Lelah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7421434/original/010436200_1780198906-bearfotos_1_.jpg)
Balita yang kelelahan sering menunjukkan perilaku membingungkan. Bukannya mengantuk, mereka tampak makin bersemangat dan sulit berhenti bermain. Orang tua pun mengira anak kelebihan energi, padahal tubuhnya sudah butuh istirahat.
Tanda balita sedang kelelahan meliputi:
-
Lebih sering menggosok mata atau menguap
-
Menangis dan mudah merengek
-
Lebih manja dan ingin terus ditemani
-
Hiperaktif menjelang tidur malam atau tidur siang
-
Mudah marah dan sulit diajak bekerja sama
-
Lebih lambat merespons orang tua atau teman sebaya
Jadi, jika balita tiba-tiba sangat aktif menjelang tidur, jangan langsung menyimpulkan ia sedang mencari perhatian.
Anak Usia Sekolah: Sulit Fokus dan Mudah Tersulut Emosi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
Pada usia sekolah, kelelahan sering disalahartikan sebagai malas belajar atau tidak disiplin. Anak yang kurang tidur biasanya sulit berkonsentrasi di kelas, lebih mudah lupa, dan nilainya bisa menurun. Ia juga cenderung gampang kesal, menangis, atau meledak karena hal kecil.
Ciri lain yang perlu diperhatikan:
-
Sangat sulit dibangunkan di pagi hari
-
Mengeluh capek atau mengantuk saat beraktivitas
-
Kehilangan minat pada kegiatan yang biasanya disukai
-
Hiperaktif atau gelisah pada sore dan malam hari
Advertisement
Remaja: Terlihat Pemalas dan Murung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360699/original/007828600_1790661630-vladislav-muslakov-CwIU33KGToc-unsplash.jpg)
Remaja sering dicap pemalas karena tidur larut dan sulit bangun pagi. Padahal pola tidur mereka memang bergeser selama masa pubertas, ditambah tuntutan sekolah dan kebiasaan memakai gawai di malam hari.
Kekurangan tidur dapat membuat remaja mudah tersinggung, murung, sulit berkonsentrasi, dan tampak tidak termotivasi. Perhatikan jika remaja sering tertidur di kelas, tidur sangat lama di akhir pekan untuk "membayar" kurang tidur, atau suasana hatinya cepat berubah.
Tips Membantu Anak Mendapatkan Tidur yang Lebih Baik dan Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256670/original/014679500_1781163865-pexels-cottonbro-6941117.jpg)
Beberapa langkah sederhana dapat membantu anak tidur lebih nyenyak:
-
Jadwal tidur konsisten, termasuk di akhir pekan, agar jam biologisnya teratur.
-
Rutinitas sebelum tidur yang menenangkan, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau bercerita.
-
Batasi layar (TV, ponsel, tablet) minimal satu jam sebelum tidur.
-
Kamar yang nyaman: gelap, tenang, dan sejuk.
-
Hindari kafein dan makan besar menjelang tidur.
-
Aktivitas fisik di siang hari, tetapi hindari bermain terlalu heboh menjelang tidur.
-
Perhatikan sinyal lelah sejak dini dan tidurkan anak sebelum ia kelewat capek.
Advertisement
Kapan Anak Perlu Diperiksa oleh Dokter?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5251784/original/044398500_1749807360-ill-girl-using-thermometer.jpg)
Jika anak tetap sering lelah meski waktu tidurnya sudah cukup, jangan diabaikan. Pertimbangkan konsultasi ke dokter, terutama bila anak:
-
Sangat takut atau cemas saat hendak tidur
-
Mendengkur keras atau terdengar mengganggu
-
Sering terbangun malam tanpa sebab jelas
-
Masih sering mengompol setelah usia tertentu
-
Sangat mengantuk di siang hari padahal durasi tidurnya cukup
Dokter dapat membantu memastikan apakah ada gangguan tidur atau faktor lain yang membuat anak terus kelelahan. Pada akhirnya, mengenali tanda anak sedang kelelahan sejak dini membantu orang tua melihat perilaku anak dengan lebih bijak, sehingga anak mendapat dukungan yang tepat, bukan label malas.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanda Anak Sedang Kelelahan yang Sering Disangka Malas
Mengapa anak yang kelelahan sering disangka malas?
Karena kelelahan tampil lewat perilaku seperti sulit bangun, tidak bersemangat, atau mudah marah, yang sekilas mirip kurang disiplin.
Apakah anak yang lelah selalu terlihat mengantuk?
Tidak. Banyak anak, terutama balita, justru tampak hiperaktif, rewel, atau sulit diam saat lelah.
Apa tanda bayi mulai kelelahan?
Rewel, menggosok mata, menarik telinga, menguap, tatapan kosong, dan sulit ditenangkan.
Bagaimana membantu anak tidur lebih baik?
Terapkan jadwal tidur konsisten, rutinitas menenangkan, kamar nyaman, dan batasi layar sebelum tidur.
Kapan harus ke dokter?
Bila anak tetap lelah meski tidur cukup, atau disertai mendengkur keras, sering terbangun malam, cemas saat tidur, mengompol, atau mengantuk berlebihan di siang hari.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280875/original/081904900_1752290852-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497006/original/077149700_1770612558-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T114656.423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3579753/original/089827300_1632296561-InternetMati1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4478705/original/047486500_1687510826-alexander-dummer-Em8I8Z_DwA4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)