Liputan6.com, Jakarta - Ciri orang yang selalu merapikan barang sebelum tidur sering kali tampak sepele, padahal kebiasaan ini bisa menggambarkan cara seseorang mengatur diri dan menutup hari. Mulai dari menata bantal, melipat pakaian, hingga membereskan meja di samping tempat tidur, semuanya dilakukan dengan tenang tanpa paksaan.
Melansir dari American Academy of Sleep Medicine (AASM), penelitian Pamela Thacher dan Alexis Reinheimer dari St. Lawrence University pada 2015 menemukan bahwa orang yang berisiko mengalami gangguan penimbunan barang melaporkan lebih banyak keluhan tidur. Temuan ini membuat para peneliti menduga kamar yang penuh barang dapat ikut mengganggu istirahat.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa suasana kamar yang nyaman turut menentukan kualitas tidur. Berikut adalah ciri orang yang selalu merapikan barang sebelum tidur dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026).
Advertisement
1. Cenderung Teliti dan Terorganisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342795/original/080058600_1788831338-pexels-ron-lach-10554827.jpg)
Para psikolog menyebut sifat ini sebagai conscientiousness, yaitu kecenderungan seseorang untuk rapi, bertanggung jawab, dan terencana. Orang dengan sifat ini biasanya tidak nyaman membiarkan urusan menggantung, termasuk barang yang belum kembali ke tempatnya.
Melansir dari penelitian berjudul "Five-Factor Personality Traits and Sleep: Evidence From Two Population-Based Cohort Studies" (2014) karya Mirka Hintsanen dan rekan-rekannya di jurnal Health Psychology, sifat teliti ini berkaitan dengan tidur yang lebih baik. Penelitian tersebut melibatkan 1.104 orang di Australia dan 1.623 orang di Finlandia. Hasilnya, sifat teliti, ramah, dan mudah bergaul umumnya berhubungan dengan tidur yang lebih baik, sedangkan orang yang mudah cemas cenderung tidur kurang nyenyak.
Para peneliti juga memberi catatan penting. Sifat kepribadian hanya menjelaskan sebagian kecil perbedaan pola tidur, sehingga orang yang rapi belum tentu selalu tidur nyenyak.
2. Memandang Kamar sebagai Tempat Memulihkan Diri
Bagi orang yang rutin merapikan barang, kamar bukan sekadar tempat menyimpan benda. Kamar dianggap sebagai ruang untuk melepas lelah setelah seharian beraktivitas.
Pandangan ini sejalan dengan riset "No Place Like Home: Home Tours Correlate With Daily Patterns of Mood and Cortisol" (2010) karya Darby E. Saxbe dan Rena L. Repetti di jurnal Personality and Social Psychology Bulletin. Peneliti meminta 60 pasangan suami istri yang sama-sama bekerja memandu tur rumah mereka sendiri. Para istri yang lebih sering memakai kata bernuansa berantakan dan belum selesai ditata memiliki pola hormon stres kortisol yang lebih datar, serta suasana hati yang lebih murung seiring berjalannya hari. Sebaliknya, istri yang menggambarkan rumahnya sebagai tempat yang menenangkan menunjukkan pola yang lebih sehat.
Perlu diingat, penelitian ini bersifat korelasi dan jumlah respondennya terbatas. Hasilnya menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa rumah berantakan pasti menyebabkan stres.
Advertisement
3. Mudah Gelisah Melihat Ruangan yang Berantakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366717/original/030710900_1791275840-pexels-cottonbro-4108896.jpg)
Sebagian orang merasa pikirannya ikut kusut ketika melihat barang berserakan. Mereka sulit rileks sebelum ruangan di sekitar tempat tidur terasa lapang dan tertata.
Apa Kata Penelitian
Dalam siaran pers AASM, studi Thacher dan Reinheimer yang dimuat di suplemen daring jurnal Sleep melibatkan 83 orang yang berisiko mengalami gangguan penimbunan barang dan 198 orang yang berisiko rendah atau tidak sama sekali. Kelompok berisiko tinggi mendapat skor lebih tinggi pada kuesioner kebiasaan tidur serta pada Pittsburgh Sleep Quality Index, antara lain pada waktu untuk bisa tertidur, gangguan tidur, dan gangguan di siang hari.
Melansir dari majalah Sleep Review yang mengutip wawancara US News & World Report, Thacher menyebut orang tanpa gangguan penimbunan pun menunjukkan pola serupa. Semakin banyak barang menumpuk, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami masalah tidur.
Dari Sisi Kesehatan Jiwa
Kemenkes RI melalui laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa stres psikologis berhubungan dengan kualitas tidur. Orang yang cemas dan stres cenderung gelisah sehingga lebih sulit tertidur.
Dengan merapikan barang, orang tipe ini seolah menyingkirkan satu sumber gangguan sebelum berbaring. Langkah sederhana tersebut membantu pikiran lebih fokus untuk beristirahat.
4. Punya Rutinitas Malam yang Konsisten
Salah satu ciri orang yang selalu merapikan barang sebelum tidur adalah jadwal malamnya yang teratur. Merapikan barang biasanya dilakukan pada jam yang kurang lebih sama setiap malam. Lama-kelamaan, kegiatan ini menjadi tanda bagi tubuh dan pikiran bahwa waktu istirahat sudah dekat.
Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, kebiasaan tidur yang baik mencakup jadwal tidur yang konsisten dan rutinitas santai sebelum tidur. CDC menganjurkan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
Anjuran serupa tertulis dalam artikel di laman Kemenkes RI. Para ahli tidur meyakini jadwal tidur yang tetap dan teratur berkontribusi positif terhadap tidur yang sehat.
5. Terbiasa Menyiapkan Kebutuhan Esok Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366718/original/042619700_1791275840-pexels-karola-g-6660676.jpg)
Orang yang merapikan barang sebelum tidur kerap sekaligus menyiapkan baju, tas, atau perlengkapan kerja untuk besok. Dengan begitu, pagi hari terasa lebih ringan dan tidak terburu-buru.
Kebiasaan ini punya kemiripan dengan temuan Michael K. Scullin, Madison L. Krueger, Hannah K. Ballard, Natalya Pruett, dan Donald L. Bliwise dalam "The Effects of Bedtime Writing on Difficulty Falling Asleep: A Polysomnographic Study Comparing To-Do Lists and Completed Activity Lists" (2018) di Journal of Experimental Psychology: General. Sebanyak 57 orang dewasa muda yang sehat menulis daftar tugas selama lima menit sebelum tidur di laboratorium. Mereka yang menulis daftar tugas esok hari tertidur lebih cepat daripada yang menulis daftar kegiatan yang sudah selesai. Semakin spesifik daftarnya, semakin cepat mereka tertidur.
Penelitian itu membahas menulis daftar, bukan merapikan barang. Namun, gagasannya mirip, yakni menuntaskan urusan yang menggantung agar pikiran tidak terus berputar saat berbaring. Peneliti juga mengakui hasilnya belum tentu berlaku bagi semua kalangan, termasuk penderita insomnia.
6. Menjaga Area Tidur Tetap Lapang dan Bersih
Ciri berikutnya terlihat dari kondisi ruang di sekitar tempat tidur. Lantai bebas dari tumpukan barang, meja samping tidak penuh, dan pakaian bekas pakai tidak menumpuk di kursi.
Melansir dari Sleep Review, Thacher mengingatkan bahwa tidak ideal bagi siapa pun untuk tidur di ruangan yang jalur menuju pintunya saja tidak jelas. Laporan itu juga mencatat bahwa kamar sering menjadi tempat barang menumpuk karena merupakan ruang pribadi sehingga kekacauan mudah dibiarkan.
Karena itu, orang yang rutin merapikan barang biasanya tidak menunggu akhir pekan untuk membereskan kamar. Mereka mencicil sedikit demi sedikit setiap malam agar kekacauan tidak sempat menumpuk.
Advertisement
7. Menjauhkan Gawai dan Pengganggu Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4336079/original/028744300_1677212712-pexels-cottonbro-studio-4058779_1_.jpg)
Merapikan barang sering kali mencakup menaruh ponsel, laptop, dan pengisi daya pada tempatnya. Bagi sebagian orang, ini berarti perangkat tersebut tidak lagi berada di jangkauan tangan saat berbaring.
Melansir dari CDC, orang yang ingin tidur lebih baik disarankan mengeluarkan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan ponsel dari kamar. CDC juga menyarankan untuk menghindari makan besar, kafein, dan alkohol menjelang tidur.
Dengan tempat tidur yang bersih dari gawai dan benda pengganggu, pikiran lebih mudah beralih dari urusan harian menuju istirahat.
8. Peduli pada Kenyamanan Lingkungan Tidur
Orang yang merapikan barang sebelum tidur biasanya juga memperhatikan hal lain di kamarnya, seperti cahaya, suhu, dan suara. Mereka memahami bahwa tidur nyenyak dipengaruhi oleh suasana ruangan secara keseluruhan.
CDC pun menyarankan agar kamar dibuat tenang, gelap, nyaman, dan bersuhu pas. Kamar yang tertata lebih mudah dijaga tetap lega dan tenang, sehingga suasana istirahat lebih mudah tercipta.
Kemenkes RI menjelaskan, suasana kamar yang nyaman sangat menentukan kualitas tidur. Ruangan yang baik untuk tidur gelap, tenang, dan bersuhu nyaman. Artikel tersebut juga mengutip penelitian Burgess dan Molina (2014) bahwa menyalakan lampu sebelum tidur dapat mengganggu waktu sirkadian atau jam biologis tubuh. Gangguan itu berhubungan dengan produksi hormon melatonin yang berperan penting dalam proses tidur.
Dalam pemberitaan Kemenkes tentang penyuluhan kesehatan tidur di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Maret 2025, strategi menjaga kesehatan tidur mencakup pola tidur teratur, lingkungan tidur yang nyaman, dan menghindari zat perangsang sebelum tidur.
9. Tidak Harus Sempurna, tetapi Konsisten
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366719/original/056445100_1791275840-pexels-cottonbro-4108811.jpg)
Ciri terakhir adalah sikap yang realistis. Orang dengan kebiasaan ini umumnya tidak mengejar kamar sempurna seperti di majalah, melainkan cukup rapi agar nyaman dipakai beristirahat. Dengan kata lain, ciri orang yang selalu merapikan barang sebelum tidur bukan soal perfeksionis, tetapi soal kebiasaan yang membuat malam terasa lebih tenang.
Kalau ingin menirunya, mulailah dari langkah kecil. Kembalikan beberapa barang ke tempatnya, bereskan area di sekitar bantal, lalu tata meja samping tempat tidur. Lakukan setiap malam hingga menjadi kebiasaan.
Meski demikian, rapi bukan jaminan tidur nyenyak. Kemenkes RI menjelaskan bahwa kualitas tidur yang buruk menjadi faktor risiko masalah fisik dan mental. Jika sulit tidur berlangsung terus-menerus walau kamar sudah rapi, atau dorongan merapikan terasa berlebihan hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Informasi dalam artikel ini bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Selalu Merapikan Barang Sebelum Tidur
1. Apakah merapikan barang sebelum tidur membuat tidur lebih nyenyak?
 Belum ada bukti pasti bahwa merapikan barang langsung membuat tidur nyenyak. Namun, riset menunjukkan kamar yang penuh barang berkaitan dengan keluhan tidur, dan Kemenkes RI menyebut kenyamanan kamar menentukan kualitas tidur.
2. Apakah semua orang yang rapi pasti tidur nyenyak?
Tidak. Penelitian Hintsanen dan rekan (2014) menyebut sifat kepribadian hanya menjelaskan sebagian kecil perbedaan pola tidur.
3. Berapa lama sebaiknya merapikan barang sebelum tidur?
Sumber yang dirujuk tidak menetapkan durasi baku. Cukup bereskan area tidur hingga terasa lapang tanpa membuat waktu tidur mundur.
4. Apakah kebiasaan merapikan barang tanda gangguan kecemasan?
Tidak otomatis. Namun, jika dorongan merapikan terasa berlebihan dan mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.
5. Apa lagi yang bisa dilakukan agar tidur lebih berkualitas?
CDC menyarankan jadwal tidur konsisten, kamar tenang, gelap, dan nyaman, menjauhkan perangkat elektronik, serta menghindari makan besar, kafein, dan alkohol menjelang tidur
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497006/original/077149700_1770612558-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T114656.423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3579753/original/089827300_1632296561-InternetMati1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561710/original/027708500_1776757647-cek_fakta_bansos_ibu_hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366716/original/019283700_1791275840-pexels-cottonbro-6940351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5211886/original/002578200_1746599832-non-explicit-image-child-abuse.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535940/original/068601300_1774173694-pexels-jjagtenberg-103127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366495/original/028565700_1791269199-pexels-ivan-s-6799972.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366382/original/083256200_1791264226-pexels-shkrabaanthony-5466274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4934327/original/017108500_1725253540-friends-telling-secrets.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326833/original/064224500_1756113249-pexels-cottonbro-6951509.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365660/original/059374400_1791187783-323897aa-49b5-4f8c-aaf8-751cdd7dfa8d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345754/original/062927100_1757572341-pexels-fotios-photos-1092671.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365889/original/030382500_1791200337-Gemini_Generated_Image_psgidwpsgidwpsgi.jpg)