Liputan6.com, Jakarta - Pernah melihat seseorang mengunggah Story di media sosial, tetapi beberapa menit kemudian Story tersebut sudah tidak bisa ditemukan? Kebiasaan seperti ini ternyata cukup umum. Ada orang yang awalnya merasa ingin membagikan sesuatu, tetapi setelah melihat unggahannya sendiri justru berubah pikiran dan memilih menghapusnya.
Menghapus Story dalam waktu singkat juga tidak selalu berarti seseorang sedang mencari perhatian. Bisa saja mereka baru menyadari ada bagian yang kurang sesuai, merasa terlalu banyak membagikan kehidupan pribadi, atau tiba-tiba memikirkan bagaimana orang lain akan menanggapi unggahan tersebut.
Dari kebiasaan sederhana ini, ada beberapa kecenderungan yang mungkin terlihat, terutama berkaitan dengan cara seseorang mengambil keputusan, memandang dirinya sendiri, dan merespons penilaian sosial. Namun, ciri-ciri berikut bukan diagnosis kepribadian. Satu perilaku saja tidak cukup untuk menyimpulkan karakter seseorang secara keseluruhan. Lantas bagaimana saja ciri orang yang sering menghapus story setelah beberaap menit diunggah? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Sering ragu setelah mengambil keputusan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219497/original/074308200_1747216220-medium-shot-girl-holding-smartphone.jpg)
Orang yang berkali-kali menghapus Story beberapa menit setelah diunggah mungkin memiliki kecenderungan untuk mengevaluasi kembali keputusan yang baru dibuat.
Pada awalnya, mereka bisa saja merasa yakin bahwa foto, video, atau tulisan tersebut layak dibagikan. Namun setelah Story muncul, mereka mulai melihatnya dari sudut pandang berbeda. Pertanyaan seperti “Apakah ini terlalu berlebihan?”, “Perlu tidak orang lain melihat ini?” atau “Jangan-jangan orang salah paham?” kemudian muncul.
Keraguan seperti ini dapat membuat seseorang mengubah keputusan meskipun sebelumnya sudah merasa yakin. Dalam kehidupan sehari-hari, kecenderungan tersebut juga bisa terlihat ketika seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan pilihan karena terus mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
Advertisement
2. Cenderung memikirkan penilaian orang lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227870/original/095342200_1747824429-steptodown.com663981.jpg)
Menghapus Story dengan cepat juga bisa terjadi ketika seseorang terlalu memikirkan bagaimana unggahannya akan diterima oleh orang lain.
Misalnya, seseorang mengunggah foto dirinya kemudian mulai membayangkan komentar atau penilaian dari teman, rekan kerja, maupun orang yang hanya dikenalnya melalui media sosial. Ketika kekhawatiran tersebut semakin besar, menghapus Story dianggap sebagai cara paling mudah untuk menghilangkan sumber kecemasan tersebut.
Namun, bukan berarti setiap orang yang melakukan hal ini pasti tidak percaya diri. Keinginan untuk menjaga privasi dan reputasi di media sosial juga merupakan alasan yang sangat wajar.
3. Memiliki standar yang cukup tinggi terhadap unggahannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365659/original/019005300_1791187719-838f35a7-684a-42b6-9bda-81c5d7af9ae5.jpg)
Ada pula orang yang menghapus Story karena merasa hasilnya belum sesuai dengan standar yang mereka inginkan.
Foto mungkin terlihat kurang bagus setelah dilihat kembali. Video terasa kurang menarik. Tulisan dianggap memiliki kesalahan. Bahkan hal kecil seperti tata letak, pencahayaan, ekspresi wajah, atau pilihan kata dapat membuat mereka merasa unggahan tersebut belum cukup baik.
Kecenderungan seperti ini dapat berkaitan dengan sifat perfeksionis dalam konteks tertentu. Mereka tidak selalu mengejar kesempurnaan dalam semua aspek kehidupan, tetapi bisa sangat memperhatikan bagaimana dirinya ditampilkan di ruang publik.
Advertisement
4. Mudah berubah pikiran setelah melihat respons awal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3448207/original/022372500_1620176690-kate-torline-VeiqoYAEeis-unsplash_Fotor.jpg)
Sebagian orang mengunggah Story secara spontan, lalu beberapa menit kemudian mulai mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
Ketika belum ada respons, mereka mungkin merasa baik-baik saja. Namun setelah melihat siapa saja yang sudah menonton atau ketika respons yang diharapkan tidak muncul, keinginan untuk mempertahankan Story bisa berubah.
Dalam kondisi tertentu, perubahan ini dapat menunjukkan bahwa seseorang cukup responsif terhadap situasi sosial di sekitarnya. Mereka mungkin memperhatikan reaksi orang lain sebelum menentukan apakah sebuah unggahan memang perlu dipertahankan.
Meski begitu, menghapus Story karena respons yang tidak sesuai harapan tidak otomatis berarti seseorang haus perhatian. Setiap orang memiliki alasan dan ekspektasi yang berbeda ketika menggunakan media sosial.
5. Lebih nyaman menjaga kehidupan pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3170596/original/006922200_1593945350-cheerful-young-woman-wearing-black-hat-city-street-typing-message_231208-2103.jpg)
Menariknya, kebiasaan menghapus Story dengan cepat justru bisa muncul pada orang yang sebenarnya sangat memperhatikan privasi.
Seseorang mungkin awalnya ingin membagikan momen tertentu, tetapi setelah melihat Story tersebut secara langsung, ia merasa terlalu banyak informasi pribadi yang sudah ditampilkan. Daripada membiarkannya tetap terlihat oleh banyak orang, ia kemudian memilih menghapusnya.
Orang dengan kecenderungan seperti ini biasanya cukup selektif mengenai informasi yang ingin dibagikan. Mereka mungkin tidak keberatan menggunakan media sosial, tetapi tetap ingin memiliki batas yang jelas antara kehidupan pribadi dan kehidupan yang dapat dilihat orang lain.
Advertisement
6. Sering melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360400/original/047964800_1790644827-Gemini_Generated_Image_8kxx8i8kxx8i8kxx.jpg)
Kebiasaan menghapus Story beberapa menit setelah diunggah juga dapat berkaitan dengan kebiasaan melakukan evaluasi diri.
Setelah melihat kembali unggahan, seseorang mungkin mulai membandingkan penampilannya dengan ekspektasi pribadi. Ia bisa merasa foto tersebut tidak menggambarkan dirinya dengan baik, tulisan yang dibuat kurang tepat, atau momen yang dibagikan ternyata tidak sepenting yang semula dipikirkan.
Evaluasi diri sebenarnya merupakan hal yang normal. Masalah baru dapat muncul apabila seseorang terus-menerus merasa tidak puas terhadap dirinya hanya karena bagaimana dirinya terlihat di media sosial.
Karena itu, kebiasaan menghapus Story sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda seseorang memiliki masalah dengan dirinya sendiri. Konteks dan frekuensinya tetap penting diperhatikan.
7. Cukup berhati-hati sebelum membiarkan sesuatu diketahui banyak orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358066/original/011201300_1790321710-mathias-reding-0vChIgOoLgg-unsplash.jpg)
Ciri terakhir yang mungkin terlihat adalah kecenderungan untuk berhati-hati ketika membagikan sesuatu kepada publik.
Orang seperti ini bisa saja spontan saat membuat Story, tetapi kemudian kembali mempertimbangkan konsekuensinya. Mereka mungkin berpikir siapa saja yang bisa melihat, apakah informasi tersebut terlalu pribadi, atau apakah unggahan tersebut dapat menimbulkan salah pengertian.
Dari sisi tertentu, kehati-hatian seperti ini justru dapat menjadi bentuk kontrol terhadap informasi pribadi. Menghapus Story bukan selalu tindakan impulsif, tetapi bisa menjadi keputusan sadar setelah seseorang mempertimbangkan kembali apa yang ingin ia bagikan.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Ciri Orang yang Sering Menghapus Story Setelah Beberapa Menit Diunggah
1. Apa arti orang yang sering menghapus Story setelah beberapa menit?
Tidak ada satu arti pasti. Kebiasaan tersebut bisa disebabkan oleh perubahan pikiran, menjaga privasi, kesalahan unggahan, rasa kurang percaya diri, atau berbagai alasan lainnya.
2. Apakah menghapus Story berarti orang tersebut tidak percaya diri?
Belum tentu. Tidak percaya diri hanya salah satu kemungkinan. Orang yang percaya diri juga bisa menghapus Story karena alasan privasi atau merasa unggahannya tidak lagi relevan.
3. Apakah kebiasaan menghapus Story berkaitan dengan perfeksionisme?
Dalam beberapa kasus bisa saja. Seseorang mungkin menghapus unggahan karena merasa foto, video, atau tulisannya belum sesuai dengan standar pribadi. Namun, perilaku tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang perfeksionis.
4. Mengapa seseorang menghapus Story setelah melihat siapa yang menonton?
Bisa jadi ia mulai mempertimbangkan kembali siapa saja yang melihat unggahan tersebut. Hal ini dapat berkaitan dengan privasi, rasa tidak nyaman, atau kekhawatiran terhadap penilaian orang lain.
5. Apakah sering menghapus Story termasuk perilaku yang buruk?
Tidak. Menghapus Story merupakan fitur normal dalam media sosial dan setiap orang bebas menentukan konten apa yang ingin tetap ditampilkan atau dihapus.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561710/original/027708500_1776757647-cek_fakta_bansos_ibu_hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230141/original/048825600_1747983618-PatungEmas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854795/original/015060900_1717646117-cek_fakta_antam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365660/original/059374400_1791187783-323897aa-49b5-4f8c-aaf8-751cdd7dfa8d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365889/original/030382500_1791200337-Gemini_Generated_Image_psgidwpsgidwpsgi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365923/original/041329900_1791203194-pexels-mart-production-8801036.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949434/original/079535900_1726894645-pexels-david-manzyk-253085053-20425010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365767/original/086763200_1791192702-d0d51ea7-273a-4196-8f8c-5443d01f9df9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365870/original/004222300_1791199163-christian-wiediger-5BG-9id-A6I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365752/original/013555600_1791191950-72489c27-90ad-44f8-bd90-f0dcf5b1aa3d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365659/original/019005300_1791187719-838f35a7-684a-42b6-9bda-81c5d7af9ae5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365600/original/019612900_1791186716-pexels-thong-nguy-n-185552899-37106328.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365711/original/083587900_1791189874-bb0f4009-ac8e-4847-8d05-8f203df661f1.jpg)