Perilaku yang Buat Seseorang Terlihat Jahat, Ini 8 Kebiasaan yang Sering Tak Disadari

Perilaku yang buat seseorang terlihat jahat sering tak disadari, mulai dari bahasa tubuh tertutup hingga gosip. Kenali 8 kebiasaannya dan cara memperbaikinya.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perilaku yang buat seseorang terlihat jahat sering kali tidak disadari pelakunya. Bisa jadi kamu sebenarnya baik hati, tetapi kebiasaan kecil tertentu membuat orang lain menilaimu dingin, ketus, atau sulit didekati dalam pergaulan sehari-hari.

Menurut Bustle, satu kebiasaan yang mengganggu atau kecenderungan mudah kesal saja sudah cukup untuk membuat seseorang dicap "mean". Kesan itu lahir dari cara kita bersikap, bukan dari niat sebenarnya, sehingga penilaian orang bisa terasa kurang adil.

YourTango menyebut bahwa orang yang tampak kejam bisa dikenali lewat perilaku tertentu, dan dalam banyak situasi perilaku itu bisa dihindari. Berikut delapan kebiasaan yang perlu diwaspadai dan diperbaiki agar relasimu lebih hangat, Liputan6.com, Senin (5/10/2026).

1. Bahasa Tubuh yang Tertutup

Tanpa sadar, banyak orang menyilangkan tangan, jarang tersenyum, atau melirik ke sekeliling saat orang lain bicara. Menurut Bustle, sikap tidak mendekati orang lain dan tampak menjaga jarak bisa membuat seseorang dianggap ketus, padahal kenyataannya sangat berbeda. Bahasa tubuh seperti ini mengirim pesan "jangan ganggu aku", walaupun kamu tidak bermaksud begitu.

Cara memperbaikinya sederhana. Letakkan tangan di sisi tubuh, angkat pandanganmu, dan beri senyum tipis saat menyapa. Gestur terbuka seperti ini membuat orang lebih nyaman dan menilaimu lebih ramah, bahkan sebelum kamu mengucapkan sepatah kata pun.

2. Sengaja Mempermalukan Orang Lain di Depan Umum

Menurut YourTango, orang yang tampak kejam gemar menyorot, menyalahkan, dan membuat orang lain malu di depan banyak orang, bahkan sekadar untuk hiburan. Rasa malu di depan umum menyakitkan dan sulit dilupakan. Orang yang pernah mengalaminya akan menyimpan kesan buruk terhadap pelakunya untuk waktu lama.

Kalau ada kesalahan yang perlu ditegur, lakukan secara pribadi dan dengan bahasa yang sopan. Fokus pada masalahnya, bukan pada martabat orangnya. Menjaga harga diri orang lain di depan umum adalah tanda kedewasaan yang langsung terlihat.

3. Bicara Terlalu Blak-blakan

Jujur itu baik, tetapi menyampaikan semua isi kepala tanpa disaring bisa melukai. Bustle mengingatkan bahwa orang yang melontarkan semua yang ia pikirkan tidak perlu heran jika dicap jahat. Kritik yang benar secara isi bisa terdengar kejam kalau nada dan waktunya tidak tepat.

Biasakan menjeda sebelum berbicara. Tanyakan pada diri sendiri apakah komentar itu perlu, membantu, dan disampaikan dengan cara yang enak didengar. Mengedit ucapan bukan berarti berbohong, melainkan menunjukkan bahwa kamu menghargai perasaan orang lain.

4. Sering Membuat Lelucon Menyakitkan

Humor bisa mencairkan suasana, tetapi tidak jika korbannya adalah orang lain. Menurut YourTango, salah satu ciri yang membuat seseorang tampak kejam adalah kebiasaan melontarkan lelucon santai yang mengorbankan orang lain. Dibungkus tawa pun, kalimat yang menyasar kekurangan atau kelemahan seseorang tetap terasa seperti serangan.

Periksa dulu sebelum melempar candaan: apakah orang yang jadi sasaran ikut tertawa? Kalau ia terdiam atau memaksakan senyum, berhenti dan minta maaf. Pilih bahan humor dari situasi sekitar atau dari dirimu sendiri, bukan dari kekurangan orang lain.

5. Selalu Berpikir Negatif tentang Orang Lain

Waspada terhadap orang lain memang wajar. Namun Bustle mencatat bahwa sikap sinis terhadap manusia, sekalipun kadang beralasan, hanya membuat kita dicap sebagai orang yang menyebalkan. Terlalu cepat menuduh atau mencurigai niat orang akan terasa seperti penghakiman.

Latih dirimu memberi benefit of the doubt. Anggap dulu bahwa orang lain tidak bermaksud buruk, lalu cari tahu faktanya. Cara pandang ini membuatmu lebih tenang dan lebih disukai.

6. Tidak Sabaran dan Mudah Kesal

Antrean yang panjang, balasan chat yang lambat, atau orang yang bicara bertele-tele sering memancing wajah masam. Menurut Bustle, ketidaksabaran kerap terbaca sebagai marah dan gelisah, dan berada di dekat orang seperti itu jelas tidak menyenangkan. Orang di sekitarmu bisa merasa tegang walaupun kamu tidak membentak siapa pun.

Saat mulai tidak sabar, tarik napas dalam dan sadari ekspresi wajahmu. Memberi diri waktu beberapa detik sebelum bereaksi sudah cukup untuk mencegah kesan galak yang tidak perlu.

7. Sengaja Membuat Drama dan Mengadu Domba

YourTango juga menyoroti orang yang sengaja memicu drama agar orang lain beramai-ramai menyerang seseorang yang tidak bersalah. Pola ini membuat pelakunya mudah dicap licik dan kejam. Lingkungan di sekitarnya pun jadi penuh curiga, karena tak ada yang tahu kapan giliran mereka menjadi sasaran.

Jika ada konflik, selesaikan langsung dengan pihak yang bersangkutan, bukan dengan menyebar cerita setengah benar ke banyak orang. Jangan menyulut emosi kelompok demi keuntungan pribadi. Reputasi sebagai penengah selalu lebih berharga daripada reputasi sebagai biang keributan.

8. Minim Kontak Mata

Kontak mata adalah sinyal bahwa kita menghargai lawan bicara. Bustle menyebut bahwa kontak mata yang buruk bisa membuat seseorang tampak ketus. Alasannya bisa beragam, misalnya gugup, pemalu, atau memang terbiasa menunduk. Namun orang lain hanya melihat hasilnya: kamu tampak tidak peduli.

Kamu tidak perlu menatap tajam tanpa berkedip. Cukup tatap lawan bicara selama beberapa detik, lalu alihkan sebentar secara wajar, dan kembali lagi. Kebiasaan kecil ini sangat membantu terutama dalam rapat, wawancara, atau obrolan pertama dengan orang baru.

Pertanyaan Seputar Perilaku Seseorang yang Terlihat Jahat

Apakah orang yang terlihat jahat pasti berhati jahat?

Tidak selalu. Kesan jahat sering lahir dari kebiasaan yang tidak disadari, seperti bahasa tubuh tertutup atau ucapan terlalu blak-blakan. Namun perilaku yang disengaja, seperti mempermalukan orang atau mengadu domba, memang mencerminkan sikap yang merugikan orang lain.

Apakah lelucon yang menyakitkan masih bisa disebut bercanda?

Tidak jika ada pihak yang terluka. Humor yang baik membuat semua orang bisa tertawa. Kalau orang yang jadi sasaran terdiam atau tersinggung, candaan itu sudah melewati batas dan sebaiknya dihentikan.

Bagaimana cara tahu bahwa saya terlihat jahat di mata orang lain?

Perhatikan reaksi sekitarmu. Jika orang jarang mengajakmu bicara, tampak canggung, atau menjaga jarak, bisa jadi ada kebiasaan yang membuatmu tampak ketus. Kamu juga bisa meminta masukan jujur dari teman dekat.

Bisakah kesan jahat diubah, dan berapa lama?

Bisa. Kuncinya konsisten memperbaiki satu kebiasaan dalam satu waktu, misalnya mengurangi candaan yang menyakitkan atau memperbaiki kontak mata. Perubahan kesan biasanya terasa dalam beberapa minggu hingga bulan, tergantung seberapa sering kamu berinteraksi dengan orang tersebut.