Top 3 Tekno: Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone Duo di Indonesia

Sejumlah reseller resmi Apple, termasuk iBox Indonesia, membuka pre-order untuk iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro, dan iPhone Duo mulai 7 Oktober 2026.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 11:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah reseller resmi Apple, termasuk iBox Indonesia, membuka keran pre-order untuk iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro, dan iPhone Duo mulai 7 Oktober 2026. Informasi ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (5/10/2026) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari BSSN yang membongkar fakta dugaan kebocoran data pribadi pejabat yang beredar di media sosial.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone Duo Resmi Dibuka di Indonesia, Kapan?

Apple sudah memperkenalkan iPhone flagship mereka dari iPhone 18 Pro, Pro Max, hingga iPhone Duo pada 9 September 2026 dalam ajang Surprise and Shine secara global.

Dikutip dari akun Instagram resmi iBox Indonesia, iPhone 18 Pro resmi membuka pemesanan awal mulai 7 Oktober 2026 pada pukul 09.00 WIB.

Pemesanan awal dapat dilakukan melalui toko iBox, baik online maupun offline serta beberapa e-commerce resmi iBox di Shopee dan Lazada.

Selain itu, iBox turut menawarkan Voucher iBox Value+ untuk mendapatkan potongan harga hingga Rp 1,5 juta pada iPhone 18 Pro, Pro Max, dan iPhone Duo saat periode pre-order berlangsung.

Baca selengkapnya di sini

2. BSSN Bongkar Fakta Dugaan Kebocoran Data Pribadi Pejabat yang Beredar

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengonfirmasi bahwa data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang beredar di media sosial bukanlah hasil peretasan baru.

Temuan tersebut merupakan gabungan data lama yang dikumpulkan dan disebarkan kembali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Sulistyo, menjelaskan timnya bergerak cepat begitu isu ini muncul di ruang publik.

"Hasil analisis awal menunjukkan kebocoran data yang beredar bukan berasal dari insiden baru. Data itu merupakan himpunan dari berbagai informasi terbuka dan kebocoran data yang pernah terjadi sebelumnya, yang dikumpulkan ulang lalu diedarkan kembali oleh pihak tertentu," ujar Sulistyo, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Pemerintah (Gov-CSIRT), dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Meski merupakan data daur ulang, BSSN menegaskan tidak menganggap remeh kasus ini. BSSN terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta aparat penegak hukum untuk menelusuri sumber penyebaran dan menindak tegas pelakunya.

"Kami sepandangan dengan Kemkomdigi. Meskipun ini data lama, kami tidak menganggapnya sepele. Data yang pernah bocor tetap bisa disalahgunakan bila diperjualbelikan kembali. Karena itu, penelusuran dan penindakan tetap berjalan," Sulistyo menegaskan.

Baca selengkapnya di sini

3. Ini Strategi Bidik Pembeli di TikTok Shop Jelang Puncak Belanja Akhir Tahun

Menjelang kuartal keempat (Q4) 2026 yang menjadi periode puncak belanja e-commerce di Indonesia, pelaku bisnis dan seller di TikTok Shop dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola kampanye periklanan digital.

Guna membantu pengusaha mengoptimalkan strategi penjualan, TikTok dan Agile Advertising menggelar seminar "TikTok × Agile Advertising: It's A Match" di Jakarta, belum lama ini.

Managing Director Agile Advertising, Ryan Sidharta, mengungkap kendala utama pemasaran digital saat ini bukan pada jangkauan (reach), melainkan ketidaksesuaian target.

"Mayoritas brand yang mengalami kendala pemasaran sebenarnya bukan kekurangan jangkauan. Iklan mereka sampai ke audiens, tetapi bukan ke orang yang tepat," ujar Ryan dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Dinamika pasar dan perilaku konsumen bergerak cepat, sehingga kecocokan produk, audiens, dan pesan iklan harus terus disesuaikan. Ia menilai pelaku bisnis harus bergerak berdasarkan keputusan pada data faktual, bukan asumsi.

"Saat volume pesanan meningkat tetapi pendapatan total stagnan, segera perbaiki nilai basket size serta struktur konversi toko," Ryan menambahkan.

Baca selengkapnya di sini