Sukses

Hati-Hati, 28 Aplikasi Malware Ini Teror Pengguna Android

Liputan6.com, Jakarta - Tim antivirus Dr. Web baru saja mengungkap laporan, deretan aplikasi Android berisikan adware dan malware baru telah muncul di Google Play Store.

Mengutip laporan tim Dr. Web via BleepingComputer, Rabu (27/7/2022), malware Android ini telah diiinstal hampir 10 juta kali di perangkat mobile oleh pengguna.

Mereka mengatakan, malware ini dengan sengaja disamarkan sebagai alat pengeditan gambar, keyboard virtual, pengoptimal sistem, pengubah wallpaper, dan banyak lagi.

Namun, fungsi dasarnya adalah untuk mendorong iklan mengganggu, membuat pengguna berlangganan layanan premium, dan mencuri akun media sosial korban.

Google telah menghapus sebagian besar aplikasi malware tersebut dari Play Store, tetapi hingga saat ini masih tersisa tiga aplikasi mejeng di toko digital tersebut.

Bagi pengguna tablet atau HP Android yang menginstal salah satu aplikasi ini sebelum dihapus dari Play Store, kamu masih perlu menghapusnya dari perangkat secara manual.

Apa saja 28 malware Android yang sempat tampil di Google Play Store? Berikut ini adalah daftar lengkapnya.

  1. Photo Editor: Beauty Filter
  2. Photo Editor: Retouch & Cutout
  3. Photo Editor: Art Filters
  4. Photo Editor - Design Maker
  5. Photo Editor & Background Eraser
  6. Photo & Exif Editor
  7. Photo Editor - Filters Effects
  8. Photo Filters & Effects
  9. Photo Editor : Blur Image
  10. Photo Editor : Cut, Paste
  11. Emoji Keyboard: Stickers & GIF
  12. Neon Theme Keyboard
  13. Neon Theme - Android Keyboard
  14. Cashe Cleaner
  15. Fancy Charging
  16. FastCleaner: Cashe Cleaner
  17. Call Skins - Caller Themes
  18. Funny Caller
  19. CallMe Phone Themes
  20. InCall: Contact Background
  21. MyCall - Call Personalization
  22. Caller Theme
  23. Caller Theme
  24. Funny Wallpapers - Live Screen
  25. 4K Wallpapers Auto Changer
  26. NewScrean: 4D Wallpapers
  27. Stock Wallpapers & Backgrounds
  28. Notes - reminders and lists

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kantongi Jumlah Unduhan Besar

Android malware (ist.)

Dari 28 malware tersebut, saat ini masih ada sisa satu aplikasi yang masih ada di Play Store. Adapun aplikasi tersebut adalah 'Neon Theme Keyboard'.

Hingga kini, aplikasi tersebut sudah memiliki lebih dari satu juta unduhan meskipun skor bintang 1,8 dan banyak ulasan negatif.

"Aplikasi ini "membunuh" ponsel saya, dan nge-hang tiba-tiba. Saya tidak bisa memasukkan kata sandi untuk membuka kunci ponsel dan menghapusnya," tulis salah satu pengguna.

Aplikasi berbahaya lainnya yang ditemukan di Play Store adalah malware Joker, yang terkenal mendaftarkan korbannya berlangganan layanan premium.

Dua aplikasi lainnya dalah Water Reminder dan Yoga-For Beginner to Advanced yang masih di Play Store, dan masing-masing mengantongi 100.000 dan 50.000 unduhan.

Terakhir, tim Dr. Web menyoroti dua aplikasi berkemampuan mencuri akun Facebook pengguna, yaitu 'YouToon – AI Cartoon Effect' dan 'Pista – Cartoon Photo Effect'.

Keduanya secara kolektif sudah diunduh lebih dari 1,5 juta kali melalui Play Store.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Sembunyikan Diri Sebagai Bagian dari Sistem

Mazar, malware yang mampu hapus data smartphone lewat SMS (Foto: PhoneArena)

Tim antivirus Dr. Web menjelaskan, aplikasi adware temuan mereka ini adalah modifikasi dari varian malware yang muncul pertama kali di Google Play Store pada Mei 2022.

Setelah korban menginstal, aplikasi tersebut akan meminta izin untuk melapisi tampilan aplikasi apa pun dan menambahkan dirinya sendiri ke daftar pengecualian penghemat baterai.

Dengan ini, malware dapat terus berjalan di latar belakang meskipun korban telah menutup aplikasi.

Tak hanya itu, mereka juga akan menyembunyikan ikon dari daftar aplikasi atau menggantinya dengan sesuatu yang menyerupai komponen sistem, sebagai "SIM Toolkit".

(Ysl/Tin)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS