Sukses

ZTE Pamer Smartphone 5G hingga Teknologi Smart City di XL Axiata Technology Days 2022

Liputan6.com, Jakarta - ZTE memamerkan serangkaian smartphone besutannya, termasuk seri ZTE Blade dan AXON, dan CPE 5G terbaru di gelaran XL Axiata Technology Days 2022.

Deretan smartphone itu sebelumnya telah diumumkan di Mobile World Congress (MWC), Barcelona, pada Maret 2022.

Presiden Direktur ZTE Indonesia, Richard Liang Weiqi, mengatakan perusahaan telah bermitra dengan XL Axiata dalam pengembangan jaringan seluler.

"Di XL Axiata Technology Days, kami juga menghadirkan perangkat dan peralatan jaringan selular serta broadband rumahan untuk memperkenalkan teknologi mutakhir yang mendukung jaringan 4G dan 5G kepada para pengunjung. Sebagai mitra, ZTE juga mendukung perjalanan XL Axiata menuju jaringan konvergensi dan strateginya dalam layanan konvergensi,” ujar Richard melalui keterangannya, Rabu (29/6/2022).

Sementara Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, menyampaikan perusahaan memberikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berpartisipasi di acara rutin tahunan untuk karyawan, XL Axiata Technology Days 2022.

"Tentunya dengan partisipasi dan dukungan yang diberikan pada kegiatan ini menjadi dorongan dan semangat tersendiri bagi kami khususnya karyawan dalam meningkatkan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi dan juga kompetensi sehingga bisa mendukung XL Axiata untuk bisa mempercepat mewujudkan visi perusahaan menjadi operator konvergensi terdepan," ucapnya menambahkan.

Selain smartphone anyar, ZTE juga memamerkan router Customer Premises Equipment (CPE) untuk mendukung distribusi jaringan 4G dan 5G di rumah dan kantor kecil hingga menengah.

ZTE 5G Indoor CPE MC801A mendukung teknologi akses Wi-Fi 6 terbaru, meningkatkan akses jaringan 5G secara bersamaan, serta memungkinkan konsumen untuk menikmati keunggulan jaringan dan layanan 5G, termasuk untuk streaming yang imersif, game, dan pengalaman hiburan melalui virtual reality, augmented reality dan teknologi 3D.

Sementara itu, ZTE 4G CPE MF286R dapat menghubungkan hingga 64 pengguna untuk menggunakan internet secara bersamaan, menjadikan CAT 6 sebagai perangkat sempurna untuk rumah atau kantor kecil.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Jakarta Smart City

ZTE juga memamerkan solusi AAU 5G berkinerja terbaik, ditambah RRU Dual/Tri-band untuk menyederhanakan situs RAN. Bersama dengan baseband dengan kapasitas terbesar, ZTE dapat menyediakan situs paling terintegrasi untuk pelanggan solusi unisite, dengan menggunakan peralatan paling sedikit.

Untuk mengkonsolidasikan jalan menuju digitalisasi, solusi jaringan all-optical ZTE dapat mewujudkan jaringan optik E2E, yang mendukung DCI hingga skenario ultra-long haul multi-service, yang mendukung mulai dari 100G hingga 1,2T panjang gelombang tunggal berkapasitas tinggi dan semua jaringan optik otomatis.

Solusi ini sepenuhnya diklaim telah memenuhi kebutuhan pelanggan di era 5G.

Dalam acara ini ZTE juga berpartisipasi dalam diskusi panel tentang Jakarta Smart City (JSC) untuk berbagi mengenai cita-cita dan kasus bisnis dalam kerjasama dengan XL Axiata.

Bersama dengan banyak mitra, ZTE membagikan cetak biru smart city dengan manajemen perkotaan yang efisien, layanan publik penuh waktu, dan pengembangan ekonomi hijau dengan berbagai vertikal bisnis dan sosial berdasarkan konsep pervasive connection, layanan hebat, kecerdasan tinggi, dan ekosistem yang komprehensif.

Untuk diketahui, XL Axiata Technology Days merupakan acara tahunan bagi karyawan XL Axiata untuk memperluas pengetahuan mereka tentang teknologi yang sedang berkembang.

Tema acara tahun ini adalah bekerja sama untuk mewujudkan visi XL Axiata untuk menjadi operator terkonvergensi pertama.

3 dari 5 halaman

XL Axiata Resmi Caplok 66,03 Persen Saham Link Net

Sebelumnya, Axiata Group Berhad dan XL Axiata resmi mencaplok 66,03 persen saham PT Link Net (Link Net) seharga Rp 8,72 triliun (RM 2,63 miliar).

Jumlah tersebut setara dengan pembelian Rp 4.800 per lembar saham Link Net. Adapun untuk 100 persen total saham Link Net setara Rp 13,21 triliun.

Pasca akuisisi selesai, Axiata Investment Sdn Bhd, anak perusahaan yang secara tidak langsung memiliki Axiata dan XL Axiata memegang masing-masing sebesar 46,03 persen dan 20 persen dari gabungan keseluruhan saham Link Net yang sebesar 66,03 persen. Saham ini sebelumnya dimiliki oleh Asia Link Dewa dan First Media.

Total kepemilikan Axiata atas saham Link Net melalui Axiata Investment dan XL Axiata setelah akuisisi adalah 58,33 persen.

Selanjutnya, Axiata Investment wajib melakukan penawaran tender untuk membeli 33,97 saham Link Net yang tersisa, sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia (rencana MTO). Detail rencana MTO akan diumumkan pada waktunya, dan rencana MTO ini diharapkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2022.

Mengutip keterangan resmi XL Axiata, Kamis (23/6/2022), dengan akuisisi ini, Link Net dan XL Axiata akan berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan sinergi melalui kombinasi posisi bersama di dalam penyediaan layanan komunikasi wireless dan layanan-layanan lainnya, berbagi jaringan tulang punggung dan transmisi, dan hubungan luas antara kedua pelanggan di Indonesia.

Dengan bergabungnya layanan korporasi milik XL Axiata termasuk koneksi seluler, Link Net akan lebih siap untuk memanfaatkan pasar korporasi yang tengah berkembang di Indonesia.

4 dari 5 halaman

Peningkatan Jumlah Pelanggan

Riset pasar independen menyebut, Indonesia merupakan salah satu pasar layanan pita lebar berbasis kabel yang paling menarik secara global dengan tingkat penetrasi di pasar rumah tangga yang masih sangat kecil, yakni 13,4 persen.

Rata-rata penggunaan layanan data per koneksi di jaringan pita lebar berbasis kabel di Indonesia tumbuh dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Gabungan (CARG) meningkat sebesar 44,4 persen dari 2016 ke 2020 dan diperkirakan meningkat lagi sebesar 27,9 persen dari 2020 ke 2026.

Menurut keterangan, Indonesia juga merupakan salah satu pasar layanan pita lebar berbasis kabel dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan sambungan tetap yang siap untuk ekspansi dengan CAGR sekitar 14,4 persen.

Selain itu, penetrasi rumah tangga di Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 27,5 persen pada tahun 2026, didorong oleh pasar yang terus berkembang, peningkatan penggunaan data, dan pertumbuhan yang kuat dalam pendapatan per kapita yang dapat dibelanjakan (disposable income).

Jangkauan jaringan Link Net terus meluas ke seluruh kota besar di Indonesia termasuk Jakarta dan sekitarnya, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Selain jaringan yang menjangkau sekitar 2,9 juta rumah, perusahaan ini juga memiliki portfolio melayani sekitar 2.400 pelanggan mencakup pemerintah, layanan keuangan, dan perusahaan multinasional besar serta bisnis digital.

Perusahaan ini memulai operasi secara komersial pada tahun 2000 dan telah menunjukkan kegiatan operasional dan rekam jejak keuangan yang kuat selama bertahun-tahun.

Untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021, secara year-on-year Link Net mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 10,3 persen menjadi sekitar Rp 4,5 triliun atau setara dengan RM 1,3 miliar.

5 dari 5 halaman

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia