Sukses

Google Sebut iMessage Apple Makin Untung karena Bullying, Ini Sebabnya

Liputan6.com, Jakarta - Google menyebut iMessage Apple makin untung karena praktik bullying di kalangan remaja. Menurut laporan The Wall Street Journal, hal ini terkait aktivitas pengiriman pesan (SMS) dari pengguna Android ke pengguna iPhone.

Seperti diketahui, saat pengguna Android meng-SMS pengguna iPhone, tampak gelembung berwarna hijau di iMessage--aplikasi pesan di iOS. Sementara ketika pengguna iPhone mengirimkan pesan ke pengguna iPhone lainnya, gelembung tersebut berwarna biru.

Dengan begitu, gelembung hijau ini jadi tanda kalau pengguna iPhone mendapat pesan dari perangkat non-iOS.

Mengutip Digital Trends, Kamis (13/1/2022), rupanya di kalangan remaja, perihal gelembung hijau ini dijadikan bahan olok-olok atau bullying sehingga menimbulkan tekanan sosial.

Menurut Google, remaja merasa dikucilkan karena menggunakan ponsel Android. Pasalnya, Apple mengidentifikasi pesan mereka dengan warna hijau. Selain itu, karena iPhone yang tidak murah, perangkat ini sering dilihat sebagai simbol status sosial seseorang.

Google mengatakan, memaksakan penggunaan iPhone kepada orang lain, dengan iMessage dan gelembung hijaunya, adalah bentuk intimidasi.

Gara-gara hal ini Google menuding Apple sengaja memanfaatkan bullying di kalangan remaja agar iMesage dan iPhone-nya makin banyak dipakai.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

S

2 dari 5 halaman

Apa Mau Google?

"iMessage harusnya tidak mendapat keuntungan dari bullying. Pesan singkat harusnya menyatukan kita dan (masalah ini) perlu solusi. Mari perbaiki ini sebagai sebuah industri," kata akun Twitter resmi Android.

Sementara itu, Senior Vice President Google untuk Android dan Chrome OS, Hiroshi Lockheimer, menyebut hal ini tidaklah termaafkan.

"Menggunakan tekanan teman sebaya dan intimidasi sebagai cara untuk menjual produk, adalah tidak jujur untuk perusahaan yang memiliki nilai kemanusiaan dan ekutas sebagai bagian dari inti pemasarannya," kata Lockheimer melalui cuitan.

Menanggapi hal ini, Google ingin agar iMessage menggunakan protokol Rich Communication Services (RCS).

Pasalnya, RCS memungkinkan video call, tidak membatasi pesan hanya untuk beberapa karakter, memperlihatkan tanda pesan sudah dibaca, atau indikator pengetikan, dan lain-lain.

RCS, menurut Google, juga bisa bekerja dengan WiFi dan internet mobile. Untuk itulah, Lockheimer meminta Apple untuk mengadopsi protokol perpesanan RCS.

"RCS bukanlah solusi untuk seluruh masalah perpesanan Android, namun berdasarkan sudut pandang teknis, langkah ini cukup besar untuk mempersatukan standar perpesanan," kata Lockheimer.

Sementara dari sudut pandang sosial, penggunaan RCS akan menyingkirkan banyak drama terkait gelembung biru dan hijau.

3 dari 5 halaman

iMessage di Kalangan Pengguna

Perlu diketahui, iMessage memungkinkan pengguna memberikan reaksi pada sebuah pesan melalui berbagai emoji. Sementara untuk pengguna Android dengan gelembung hijaunya, reaksi yang diberikan dibaca sebagai tanda Like, begitu juga emoji yang dikirimkan.

Seperti diungkap oleh sebuah thread di Reddit, tidak semua orang menyukai hal ini.

Tidak hanya itu, layanan pesan iMessage Apple juga memiliki indikator tiga titik yang muncul di gelembung obrolan. Hal ini disebut sebagai 'indikator kesadaran mengetik' dan memberi tahu pengguna bahwa lawan bicaranya sedang mengetik.

Sementara itu, artikel di New York Times pada 2014 lalu juga menjelaskan bagaimana gelembung-gelembung ini membawa banyak beban psikologis.

Pada tingkat fungsional, iMessage bergantung pada protokol lanjutan yang mengirim pesan melalui WiFi atau jaringan internet mobile. Sementara, pesan yang dikirim dari Android ke iPhone menggunakan protokol SMS lama, yang akan memangkas pulsa pengguna.

Selain itu, pesan Android ke iPhone hanya bisa memuat pesan teks, tidak memiliki kemampuan canggih seperti mengirim foto dan video resolusi tinggi, reaction, tanda bahwa pesan telah terkirim, indikator pengetikan, dan lain-lain. Semua kekurangan tersebut disorot dalam satu hal: Gelembung hijau.

4 dari 5 halaman

Bukan Hal Baru

Temuan The Wall Street Journal ini bukan hal baru. Pasalnya, gelembung biru memang telah mengacaukan banyak hal. Ada anak-anak sekolah yang tidak dikeluarkan dari grup chat karena status gelembung hijaunya bahkan ada atlet yang kena hukum gara-gara pesan gelembung hijau.

"Fakta bahwa anak-anak dikeluarkan dari obrolan kelompoknya karena teknologi yang tidak saling terhubung adalah sebuah masalah," kata Penulis senior Fast Company Mark Sullivan di tahun 2019.

Sementara, model sekaligus aktris Zendaya mengungkap keberatannya. "Warna hijau terang menyakitkan yang muncul ketiga pengguna non-iMessage mengirimi saya pesan, langsung membuat saya kesal," kata Zendaya, Januari 2017.

Parahnya lagi, sebuah artikel The New York Post juga mengungkap, ada kelompok pengguna iPhone yang enggan berkencan dengan pengguna Android gara-gara status gelembung hijau-biru ini.

(Tin/Isk)

 

5 dari 5 halaman

Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial