Sukses

Apple Hentikan Sementara Penjualan Produk di Turki, Ada Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Apple rupanya telah menghentikan sementara penjualan produk-produknya di Turki.

Kabarnya penghentian penjualan sementara produk Apple karena Turki tengah mengalami krisis ekonomi. Krisis berdampak pada menurunnya nilai tukar mata uang ke level yang sangat rendah.

Menurut laporan Reuters, nilai mata uang Lira (mata uang Turki) turun15 persen pada awal pekan ini. Hal tersebut memperburuk krisis ekonomi yang tengah terjadi di Turki.

Masalah ini muncul ketika Presiden Turki, Tayyip Erdogan, membela penurunan suku bunga baru-baru ini.

Hingga kini, toko resmi Apple di Turki masih hidup dan beroperasi, namun pengguna tidak diizinkan menambahkan produk ke keranjang virtual mereka. Alasannya karena volatilitas di Turki. 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Nilai Tukar Mata Uang Turki Anjlok

Saat ini nilai tukar lira Turki setara dengan sekitar 0,078 dolar AS. Meski terjadi inflasi sekitar 20 persen, Presiden Turki menolak menaikkan suku bunga. Dengan demikian, tren penurunan diperkirakan akan berlanjut lebih jauh.

Sejauh ini belum diketahui apa rencana Apple untuk Turki, namun dengan asumsi penghentian penjualan produk iPhone dkk hanyalah tindakan sementara dan mungkin segera dibuka kembali.

Dengan situasi ekonomi yang berlangsung, belum diketahui sampai kapan Apple menghentikan sementara penjualan produk-produknya di Turki.

3 dari 3 halaman

Kena Denda di Italia

Sebelumnya, Apple dan Google dijatuhi sanksi denda sebesar 10 juta Euro (USD 11 juta) atau setara Rp 158,5 miliar oleh Otoritas Persaingan Italia.

Denda dijatuhkan karena kedua perusahaan teknologi dunia ini diduga memakai data pengguna untuk tujuan komersial tanpa persetujuan dari para pengguna. Hal ini dianggap melanggar aturan Kode Konsumen Italia.

Mengutip Gizmochina, Sabtu (27/11/2021), pihak berwenang mengklaim, "Apple secara langsung mengeksploitasi nilai ekonomi dari data pengguna yang dikumpulkan, guna meningkatkan penjualan prpoduknya atau produk pihak ketiga melalui platform komersial."

Platform komersial Apple yang dimaksud antara lain App Store, iTunes Store, dan Apple Books.

Masih menurut pihak berwenang Italia, baik Apple maupun Google tidak memberi informasi rinci ke pengguna terkait data mereka yang digunakan untuk tujuan komersial.

Keterangan pada sanksi denda mengklaim, Apple tidak memberikan opsi kepada pengguna untuk memilih menghentikan penggunaan data mereka.

Apple mengaku akan mengajukan banding atas hal tersebut. Mereka juga menekankan, selalu mematuhi aturan dan melindungi privasi penggunanya. 

(Tin/Ysl)