Sukses

Tim Berners-Lee, Kreator Internet Lelang Source Code World Wide Web Sebagai NFT

Liputan6.com, Jakarta - Sir Tim Berners-Lee, salah satu kreator World Wide Web (internet) mengumumkan akan menjual source code ke browser web asli sebagai NFT (non-fungible token).

Dibuat 30 tahun lalu, source code asli buatan Tim Berners-Lee ini akan dilelang di rumah lelang kenamaan Sotheby. Demikian yang dikutip dari BBC via The Verge, Kamis (17/6/2021).

Selain source code, dilelang juga sebuah surat dari Berners-Lee sendiri, file vector yang bisa dicetak menjadi poster, dan video 30 menit yang memperlihatkan kode itu diketik secara langsung oleh Berners-Lee.

Diberi judul "This Changed Everything", lelang NFT source code World Wide Web ini akan dimulai pada 23 hingga 30 Juni dengan harga penawar pertama di USD 1.000 atau sekitar Rp 14 jutaan.

Berdasarkan laporan BBC, hasil lelang ini akan digunakan untuk badan amal yang didukung oleh Tim Berners-Lee dan sang istri.

Adapun kode yang dilelang sebagai NFT berisikan 9500 baris kode, termasuk sejumlah elemen web yang banyak digunakan oleh pengembang saat ini, seperti HTML, protokol HTTP, hingga kemampuan untuk mencetak halaman web.

 

2 dari 3 halaman

Pertama Kali Ambil Untung dari Ciptaannya

Lebih lanjut, ini pertama kalinya Berners-Lee meraup untung secara finansial apa yang secara luas dipandang sebagai salah satu penemuan terbesar di zaman kita.

"Tiga dekade lalu, saya dan beberapa kolaborator di seluruh dunia berhasil menciptakan sesuatu yang ampuh bagi kemanusiaan," kata Berners-Lee dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan, "NFT, baik itu karya seni atau artefak digital seperti ini, adalah kreasi lucu terbaru di dunia ini, dan sarana kepemilikan paling tepat yang ada. Mereka adalah cara ideal untuk mengemas asal-usul di balik web.”

3 dari 3 halaman

File JPG Ini Terjual Seharga Rp 992 Miliar

Sebuah file JPG yang dibuat oleh seniman digital bernama Beeple terjual dengan harga fantastis, yaitu USD 69,3 juta atau sekitar Rp 992 miliar di balai lelang Christie.

Mengutip New York Times via Gamerant, Selasa (16/3/2021), alih-alih merupakan satu karya seni, file JPG yang berjudul "Everydays--The First Five Thousands Days" ini berisikan 5.000 karya seni yang digabung bersama dalam sebuah kolase.

Karya ini juga menjadi aset non-fungible token (NFT, barang berwujud maupun tak berwujud yang dianggap unik berbasis blockchain) termahal yang pernah dijual.

(Ysl/Isk)