Sukses

Gojek Gelar Pelatihan dan Bagikan Tren Bisnis Ramadhan untuk Pelaku UMKM

Liputan6.com, Jakarta - Gojek baru saja mengumumumkan inisiatif untuk mendukung pertumbuhan UMKM selama masa pandemi Covid-19, yakni Akademi Mitra Usaha (KAMUS).

Lewat Akademi Mitra Usaha (KAMUS) dan tren bisnis menarik selama Ramadhan, Gojek membantu pelaku usaha menyusun strategi bisnis selama Ramadhan dengan pelatihan dari para ahli.

Untuk diketahui, Akademi Mitra Usaha dari Gojek merupakan wadah edukasi pengembangan kompetensi UMKM yang menaungi berbagai komunitas, mulai dari Komunitas Partner GoFood, A Cup of Moka, Bincang Biznis GoBiz, hingga Temu Midtrans.

Jadi selama Ramadan tahun ini, Akademi Mitra Usaha akan mengadakan rangkaian webinar edukatif bertajuk SEDEKAH (Sesi Edukasi Ramadhan Berkah). Webinar edukatif ini akan fokus pada pembahasan tren bisnis Ramadhan, termasuk pelatihan pemasaran dari para praktisi.

"Kami berkomitmen turut memberikan dukungan selain teknologi yang memajukan bisnis UMKM. Akademi Mitra Usaha merupakan langkah mendampingi pelaku usaha agar lebih cepat beradaptasi di platform digital," tutur VP Merchant Marketing Gojek Bayu Ramadhan dalam keterangan resmi, Rabu (21/4/2021).

Lewat rangkaian pelatihan ini, Gojek menargetkan dapat mengedukasi lebih dari 35.000 UMKM sepanjang 2021. Informasi mengenai jadwal pelatihan, pengisi acara dan materi dapat diakses dari laman program Melaju Bersama Gojek.

"Dengan kepercayaan dari para mitra usaha kepada Gojek, kami optimistis dan akan terus berupaya untuk memperluas skala program dan jajaran komunitas di bawah naungan Akademi Mitra Usaha untuk mengakselerasi kompetensi bisnis UMKM," ujar Bayu.

Gojek sendiri memang telah memfasilitasi sejumlah solusi digital untuk bisnis melalui berbagai platform teknologi. Mulai dari GoBiz untuk usaha kuliner, Midtrans untuk proses pembayaran hingga GoStore untuk pedagang di media sosial.

2 dari 3 halaman

Insight Gojek untuk Pelaku Usaha Selama Ramadhan

Sebagai bagian dari inisiatif ini, Gojek juga membuat e-book insight bisnis Ramadhan berdasarkan data tahun lalu untuk menjadi acuan bagi pelaku usaha. Berikut ini beberapa insight yang dibagikan Gojek:

  • Masyarakat sangat mengandalkan pemesanan makanan online, terjadi pertumbuhan permintaan pesan-antar kuliner sejak minggu kedua Ramadhan sampai akhir bulan

Jumlah pemesanan makanan via GoFood mengalami tren pertumbuhan positif selama Ramadhan, terutama sejak minggu kedua hingga akhir bulan. Hal ini menunjukkan masyarakat sangat mengandalkan layanan pesan antar online untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan.

  • Hijab menjadi barang ritel yang paling diincar selama Ramadhan

Data Gojek menunjukkan peningkatan transaksi hijab di bulan Ramadhan tahun lalu. Apabila dibandingkan dengan sebelum Ramadhan, peningkatan penjualan hijab mengalami peningkatan hingga lebih dari 125 persen.

  • Penjualan produk dengan paket hampers berguna meningkatkan pendapatan pelaku usaha di bidang jasa

Selama pandemi, pemilik usaha jasa turut menjual produk yang mereka gunakan langsung ke pelanggan. Karenanya, pelaku usaha dapat menggabungkan produk jasanya menjadi hamper dengan harga sesuai target pasar.

3 dari 3 halaman

Upaya Gojek Dorong Kelangsungan Bisnis UMKM Kuliner

Di sisi lain, Gojek berupaya untuk terus mendorong pemanfaatan pembayaran tanpa kontak langsung sekaligus mendukung keberlangsungan bisnis UMKM kuliner di Bodatebek melalui sejumlah inisiatif.

Adapun inisiatif itu dilakukan melalui pembekalan hygiene kit dan memberikan edukasi di sentra UMKM di Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penikmat kuliner.

Untuk diketahui, pembekalan ini dilakukan pada UMKM yang bergabung sebagai merchant GoFood dan sekaligus merupakan merchant GoPay. Kedua layanan ini disebut dapat membantu para pelaku UMKM untuk melayani para pelanggan dengan lebih baik.

"Di masa pandemi ini, UMKM adalah salah satu elemen ekonomi yang terdampak. Untuk itu kami mengajak para UMKM khususnya di wilayah Bodetabek tetap Melaju Bersama Gojek dan menjaga kepercayaan pelanggan dengan menerapkan protokol J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, Keamanan), serta memanfaatkan teknologi Gojek mendukung keberlangsungan usahanya," tutur Regional Strategy Head Gojek Region Jabodetabek, Dani Oktobianto W, dalam keterangan resmi, Minggu (7/3/2021).

Lebih lanjut Dani menuturkan, pembekalan protokol J3K dan hygiene kit sudah mengikuti anjuran BPPOM, WHO, dan Kementerian Kesehatan. Di beberapa titik, Gojek juga menghadirkan Posko Aman J3K untuk memastikan kondisi mitra pengemudi sekaligus melakukan disinfeksi unit kendaraannya saat melayani pelanggan GoFood.

(Dam/Ysl)