7 Cara Menata Area Sekitar Tandon Air agar Tidak Terlihat Kumuh dan Halaman Rumah Jadi Lebih Elegan

Temukan 7 cara menata area sekitar tandon air agar tidak terlihat kumuh. Halaman rumah jadi lebih rapi, estetik, dan nyaman tanpa renovasi mahal.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 08:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan tandon air menjadi bagian penting dari sistem penyimpanan air bersih di rumah. Sayangnya, banyak pemilik rumah hanya berfokus pada fungsi tandon tanpa memperhatikan tampilan area di sekitarnya. Akibatnya, sudut yang seharusnya mendukung keindahan rumah justru terlihat kumuh, dipenuhi lumut, pipa yang berantakan, atau bahkan menjadi tempat menumpuk barang yang sudah tidak terpakai.

Padahal, area sekitar tandon air dapat diubah menjadi bagian yang menyatu dengan desain rumah secara keseluruhan. Dengan penataan yang tepat, keberadaan tandon tidak lagi mencolok, melainkan menjadi elemen yang tersembunyi namun tetap mudah diakses ketika diperlukan untuk proses perawatan atau pemeriksaan rutin. Penataan sederhana juga mampu meningkatkan kesan bersih dan terawat pada halaman rumah.

Tidak selalu dibutuhkan renovasi besar atau biaya yang mahal untuk menciptakan area tandon yang menarik. Kombinasi pemilihan material, tanaman, pencahayaan, hingga pengaturan jalur pipa dapat memberikan perubahan yang signifikan. Lantas bagaimana saja cara menata area sekitar tandon air agar tidak terlihat kumuh dan halaman rumah jadi lebih elegan? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (2/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Buat Penutup atau Screening Dekoratif agar Tandon Tidak Langsung Terlihat

Tandon air sering kali menjadi titik yang paling mencolok karena bentuknya yang besar dan warna materialnya yang kontras dengan lingkungan sekitar. Jika diletakkan di halaman belakang atau samping rumah tanpa penutup, tampilannya dapat mengurangi nilai estetika keseluruhan. Salah satu solusi terbaik adalah memasang screening atau penutup dekoratif yang mampu menyamarkan keberadaan tandon tanpa menghambat fungsinya.

Screening dapat dibuat menggunakan berbagai material seperti kisi-kisi kayu, besi hollow bermotif, panel GRC, roster beton, hingga pagar aluminium dengan desain minimalis. Material tersebut mampu memberikan sirkulasi udara yang baik sehingga area sekitar tandon tidak lembap. Selain itu, tampilan visual menjadi jauh lebih rapi karena pandangan mata tidak langsung tertuju pada tangki penyimpanan air.

Saat membuat penutup, pastikan tetap tersedia ruang yang cukup untuk membuka tutup tandon, memeriksa pelampung, membersihkan bagian dalam, maupun melakukan perbaikan pipa. Hindari membuat penutup permanen yang menyulitkan akses teknisi. Dengan desain yang tepat, screening justru menjadi elemen dekoratif yang mempercantik halaman rumah sekaligus menjaga fungsi area tandon tetap optimal.

2. Rapikan Jalur Pipa dengan Instalasi yang Terorganisir

Banyak area tandon terlihat semrawut bukan karena tandonnya, melainkan akibat jalur pipa yang dipasang tanpa perencanaan. Pipa yang saling bersilangan, sambungan yang terlalu banyak, hingga kabel pompa yang menggantung akan menciptakan kesan berantakan meskipun halaman rumah sebenarnya cukup bersih.

Usahakan seluruh jalur pipa dipasang sejajar mengikuti dinding atau menggunakan pipa conduit serta bracket agar posisi instalasi terlihat rapi. Apabila memungkinkan, sebagian jalur pipa dapat disembunyikan di balik dinding, box utilitas, atau saluran khusus sehingga hanya bagian yang memang diperlukan saja yang terlihat dari luar.

Selain meningkatkan nilai estetika, instalasi yang rapi juga memudahkan proses perawatan. Teknisi dapat lebih cepat menemukan titik kebocoran atau kerusakan karena setiap jalur memiliki posisi yang jelas. Penataan seperti ini juga mengurangi risiko pipa tersenggol ketika membersihkan halaman atau saat anak-anak bermain di sekitar rumah.

3. Tambahkan Tanaman Hias untuk Menyamarkan Area Tandon

Keberadaan tanaman hias merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kesan kaku pada area tandon air. Tangki air yang umumnya berbentuk silinder atau kotak dengan warna gelap sering kali tampak kontras dengan halaman rumah. Dengan menambahkan tanaman di sekitarnya, perhatian mata akan lebih tertuju pada unsur hijau yang menyegarkan sehingga tandon tidak lagi menjadi pusat perhatian.

Pilihlah tanaman yang mudah dirawat dan sesuai dengan kondisi pencahayaan di lokasi tersebut. Apabila area tandon berada di tempat yang teduh, Anda dapat menggunakan pakis, lili paris, aglaonema, calathea, atau monstera. Sebaliknya, jika lokasi mendapatkan sinar matahari cukup banyak, tanaman seperti palem mini, pandan bali, sansevieria, hingga bougenville dalam pot bisa menjadi pilihan yang tepat. Penempatan tanaman dalam pot berukuran berbeda juga mampu menciptakan dimensi visual yang lebih menarik.

Meski demikian, hindari menanam pohon dengan akar besar terlalu dekat dengan pondasi tandon atau jalur pipa. Akar yang berkembang seiring waktu berpotensi menggeser instalasi pipa maupun merusak struktur lantai. Sebaiknya gunakan tanaman berakar pendek dan lakukan pemangkasan secara berkala agar area tetap bersih serta tidak menghalangi akses ketika tandon memerlukan perawatan.

4. Gunakan Material Lantai yang Bersih dan Mudah Dirawat

Salah satu penyebab area sekitar tandon terlihat kumuh adalah kondisi lantai yang selalu lembap, berlumpur, atau dipenuhi lumut. Permukaan tanah tanpa penutup memang mudah menyerap air, tetapi ketika sering terkena cipratan atau kebocoran kecil, area tersebut berubah menjadi kotor dan sulit dibersihkan. Oleh karena itu, penggunaan material lantai yang tepat menjadi investasi jangka panjang bagi kebersihan halaman.

Anda dapat menggunakan paving block, batu sikat, beton ekspos, batu alam, atau keramik outdoor bertekstur sebagai pelapis lantai. Selain memberikan tampilan yang lebih rapi, material tersebut memudahkan proses pembersihan ketika terdapat debu, daun kering, maupun genangan air. Pilih permukaan yang memiliki tekstur anti licin agar tetap aman saat diinjak dalam kondisi basah.

Tidak kalah penting, pastikan lantai dibuat dengan kemiringan yang cukup menuju saluran pembuangan air. Drainase yang baik akan mencegah terbentuknya genangan yang memicu lumut, jamur, maupun bau tidak sedap. Area yang cepat kering akan terlihat lebih bersih, lebih sehat, sekaligus memperpanjang umur pondasi tandon dan instalasi di sekitarnya.

5. Tambahkan Pencahayaan Outdoor agar Area Terlihat Lebih Menarik

Banyak pemilik rumah hanya memperhatikan tampilan halaman pada siang hari, padahal pada malam hari area sekitar tandon sering berubah menjadi sudut gelap yang terkesan menyeramkan. Penambahan pencahayaan outdoor dapat mengubah kesan tersebut secara signifikan sekaligus meningkatkan keamanan rumah.

Lampu dinding, lampu sorot berdaya rendah, bollard lamp, atau lampu tenaga surya dapat dipasang untuk memberikan pencahayaan yang lembut. Cahaya hangat (warm white) umumnya lebih cocok digunakan karena mampu menciptakan suasana yang nyaman dan elegan. Selain mempercantik taman, pencahayaan juga membantu ketika Anda harus memeriksa pompa air atau tandon pada malam hari.

Pemasangan lampu sebaiknya tetap memperhatikan aspek keamanan instalasi listrik. Gunakan lampu dan kabel yang memiliki perlindungan terhadap air serta dipasang oleh teknisi yang berpengalaman. Dengan pencahayaan yang dirancang baik, area utilitas seperti tandon tidak lagi terlihat sebagai sudut yang diabaikan, melainkan menjadi bagian harmonis dari desain eksterior rumah.

6. Manfaatkan Area Sekitar Tandon sebagai Sudut Multifungsi

Daripada membiarkan area sekitar tandon kosong dan tidak terawat, manfaatkan ruang tersebut menjadi area yang memiliki fungsi tambahan. Selama tidak mengganggu akses menuju tandon maupun instalasi pipa, ruang di sekitarnya dapat diubah menjadi taman kecil, tempat penyimpanan peralatan berkebun, atau sudut dekoratif yang mempercantik halaman.

Misalnya, Anda dapat membuat rak tanaman vertikal di salah satu sisi, menempatkan bangku taman sederhana, atau menambahkan pot-pot berukuran sedang yang tersusun rapi. Konsep ini membuat area utilitas terasa lebih hidup sekaligus mengurangi kesan bahwa lokasi tersebut hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan tangki air.

Namun, hindari menyimpan barang bekas, ember rusak, material bangunan sisa, atau peralatan yang sudah tidak digunakan di sekitar tandon. Kebiasaan menjadikan area utilitas sebagai tempat penyimpanan sementara justru menjadi penyebab utama halaman terlihat semrawut. Dengan menjaga area tetap lapang dan memiliki fungsi yang jelas, keseluruhan tampilan rumah akan terlihat lebih tertata.

7. Lakukan Perawatan dan Pembersihan Secara Berkala

Penataan yang sudah bagus tidak akan bertahan lama tanpa perawatan rutin. Debu, daun kering, lumut, lumuran tanah, hingga kebocoran kecil dapat kembali membuat area sekitar tandon terlihat kusam apabila dibiarkan menumpuk. Oleh karena itu, kebersihan harus menjadi bagian dari rutinitas perawatan rumah.

Luangkan waktu untuk menyapu area tersebut setiap minggu, membersihkan lumut yang mulai tumbuh, memangkas tanaman yang terlalu rimbun, serta memeriksa kondisi pipa, sambungan, dan pompa air. Pemeriksaan rutin tidak hanya menjaga tampilan tetap bersih, tetapi juga membantu mendeteksi kerusakan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan memerlukan biaya perbaikan tinggi.

Selain itu, jadwalkan pembersihan bagian dalam tandon sesuai rekomendasi produsen agar kualitas air tetap terjaga. Area luar yang bersih akan mendukung proses perawatan tersebut karena teknisi dapat bekerja dengan lebih nyaman dan aman. Dengan konsistensi dalam menjaga kebersihan, area sekitar tandon akan selalu tampak rapi, menyatu dengan lanskap rumah, dan memberikan kesan elegan dalam jangka panjang.

Pertanyaan Seputar Cara Menata Area Sekitar Tandon Air agar Tidak Terlihat Kumuh

1. Mengapa area sekitar tandon air sering terlihat kumuh?

Area sekitar tandon air biasanya terlihat kumuh karena kurang mendapatkan perhatian dalam penataan. Pipa yang berantakan, lumut akibat kelembapan, tumpukan barang bekas, serta minimnya elemen dekoratif menjadi penyebab utama area ini tampak tidak terawat.

2. Bagaimana cara menyamarkan tandon air agar tidak mengganggu tampilan rumah?

Anda dapat menggunakan screening dekoratif seperti kisi-kisi kayu, roster beton, pagar besi minimalis, atau tanaman rambat sebagai penutup visual. Pastikan desainnya tetap memberikan sirkulasi udara dan akses yang mudah untuk proses perawatan tandon.

3. Tanaman apa yang cocok ditanam di sekitar tandon air?

Pilih tanaman yang tahan terhadap kondisi lembap dan tidak memiliki akar agresif, seperti lili paris, aglaonema, pakis, calathea, monstera, sansevieria, atau palem mini. Hindari pohon berakar besar yang dapat merusak pondasi atau instalasi pipa.

4. Apakah area sekitar tandon air boleh diberi taman?

Boleh. Justru taman kecil dapat membantu menyamarkan keberadaan tandon sehingga area terlihat lebih alami dan menarik. Namun, sisakan ruang yang cukup agar proses pemeriksaan, pembersihan, maupun perbaikan tandon tetap mudah dilakukan.

5. Material lantai apa yang cocok di sekitar tandon air?

Material seperti paving block, batu alam, kerikil, beton ekspos bertekstur, atau keramik outdoor anti licin merupakan pilihan yang baik. Material tersebut lebih aman saat basah serta mudah dibersihkan dibandingkan tanah terbuka.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6