Sukses

Top 3 Tekno: Aplikasi Google untuk Sortir Dokumen yang Dipindai

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang aplikasi baru Google bernama Stack yang mampu sortir dokumen yang dipindai, paling populer dikalangan pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (4/4/2021).

Pembaca juga menaruh perhatian terhadap artikel lain, seperti Google akan membatasi aplikasi mengakses informasi pengguna, dan nilai belanja konsumen di toko aplikasi tebus Rp 465 triliun.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Stack, Aplikasi Baru Google Untuk Sortir Dokumen yang Dipindai

Ilustrasi

Banyak deretan aplikasi Google yang dapat digunakan untuk memindai dokumen, seperti Google Lens.

Bahkan, ada banyak aplikasi lain yang bisa digunakan. Namun masalahnya, pengguna akan sulit dalam proses menyortirnya.

Kini, Tim Areq 120 Google telah merilis aplikasi untuk Android bernama Stack. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memindai dokumen dan kemudian memanfaatkan AI untuk secara otomatis memberi nama dan menyortir dalam berbagai kategori.

Baca Selengkapnya di Sini

 

2 dari 3 halaman

2. Google Batasi Aplikasi yang Bisa Akses Informasi Pengguna

Google Play Store di Smartphone Android. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidaya

Google bakal makin selektif terhadap aplikasi di Google Play Store yang bisa melihat aplikasi apa saja yang sudah diinstal di smartphone pengguna.

Berdasarkan informasi dari Ars Technica, meski tampaknya tidak berbahaya, daftar aplikasi terinstal di smartphone pengguna dapat memberi tahu pengembang mengenai informasi si pengguna. Misalnya saja preferensi kencan hingga afiliasi politik.

Untuk itu seperti dikutip dari The Verge, Minggu (4/4/2021), mulai 5 Mei 2021 pengembang harus memberikan alasan kepada Google terkait mengapa aplikasinya mengakses informasi instalasi aplikasi di smartphone pengguna.

Baca Selengkapnya di Sini

3 dari 3 halaman

3. Nilai Belanja Konsumen di Toko Aplikasi Tembus Rp 465 Triliun

Google Play Store. (Istimewa)

Nilai belanja konsumen di toko aplikasi baik Google Play maupun App Store menyentuh angka USD 32 miliar atau setara Rp 465 triliun, pada kuartal pertama 2021.

Informasi ini berdasarkan laporan terbaru dari firma intelijen pasar App Annie. Mengutip NDTV, Minggu (4/4/2021), nilai belanja di kuartal pertama 2021 menjadi yang terbesar di antara tahun-tahun sebelumnya.

Kenaikan nilai belanja konsumen di toko aplikasi meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)