Sukses

Gempa Majene, Doa dari Warganet Mengalir di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 dilaporkan telah mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Gempa ini terjadi pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 WIT.

Menurut laporan, gempa berpusat 2,98 LS, 118,94 BT atau 6 kilometer Timur Laut Majene. Selain gempa di Majene, getaran turut dirasakan di pusat ibukota Provinsi Sulawesi Barat, yakni Kabupaten Mamuju.

Peristiwa gempa bumi di Majene ini pun ramai dibicarakan di media sosial Twitter. Banyak dari warganet yang mengirimkan doa dan berharap kondisi di sana cepat pulih.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, tagar gempa majene kini masuk dalam Trending Topic di Twitter. Untuk mengetahui seperti apa respons warganet, berikut ada beberapa kicauan warganet yang kami himpun.

2 dari 3 halaman

BMKG Sebut Kemungkinan Terjadi Gempa Susulan yang Kuat di Majene

Menurut laporan terbaru, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat di sekitar Majene, Sulawesi Barat untuk tetap mewaspadai ancaman terjadi gempa susulan.

Dwikorita menyebut, kemungkinan akan terjadi gempa susulan yang sama kuat seperti gempa yang terjadi pada pukul 01.28 WIB.

"Ada kemungkinan gempa susulan yang cukup kuat seperti dini hari tadi. Kami mengimbau kepada masyarakat sekitar agar menghindari, saat ini masih siaga, berjaga, jangan berada pada bangunan gedung-gedung tinggi, hindari bangunan tersebut, dikhawatirkan gempa susulan," ujar Dwikorita dalam jumpa pers virtual, Jumat (15/1/2021).

Diketahui, gempa yang terjadi sekitar pukul 01.28 WIB berkekuatan magnitudo 6,2. Dwikorita meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta mengikuti arahan pihak terkait.

"Karena gempanya ini cukup kuat dikhawatirkan, jangan berada di rumah dan masih memungkinkan cukup kuat seperti dini hari tadi. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan," kata dia.

Dwikorita mengatakan, pihak BMKG tengah dalam perjalanan menuju lokasi terjadinya gempa. Dia berharap pihaknya bisa membantu para korban.

"Karena situasi masih memungkinkan gempa susulan, kami menerjunkan tim di lapangan, bergerak ke arah sana, dan akan memasang peralatan tambahan untuk memonitor di lokasi dan menenangkan masyarakat. Dan kalau banyak pertanyaan kami siap membantu baik secara langsung atau secara tidak langsung, secara digital," kata Dwikorita.

3 dari 3 halaman

Potensi Tsunami

Dwikorita juga menyebut potensi terjadinya tsunami jika terjadi gempa susulan yang cukup kuat. Apalagi, jika pusat gempa susulan tersebut berada di pantai.

"Kalau pusat gempa ada di pantai, memungkinkan terjadinya longsor bawah laut, dapat pula berpotensi tsunami jika ada gempa susulan yang membuat longsor bawah laut," ujar Dwikorita.

Maka dari itu, Dwikorita mengimbau kepada seluruh masyarakat sekitar untuk menjauhi bibir pantai jika terjadi gempa susulan. Dwikorita meminta kepada masyarakat yang berada di pinggir pantau untuk tidak menunggu adanya peringatan dini tsunami jika terjadi gempa susulan.

"Jadi, tidak hanya menjauhi bangunan yang rentan, tapi apabila kebetulan masyarakat yang ada di pantai, dan merasakan guncangan gempa lagi, segera jauhi pantai, jangan menunggu peringatan dini tsunami," kata dia.

Maka dari itu, dia meminta kepada pihak pemerintah setempat untuk segera menyiapkan jalur dan tempat evakuasi darurat.

"Akan lebih baik jika disiapkan jalur dan tempat evakuasi sementara. Demikian yang saya sampaikan, meski kita harus tetap tenang dan waspada," kata Dwikorita

(Dam/Ysl)

BERANI BERUBAH: Ketika Bisnis dan Beramal Bersatu