Sukses

AK12 Kembali Gelar Acara Edukasi Aset Kripto bagi Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka memperkenalkan aset kripto (crypto asset) dan teknologi blockchain kepada masyarakat luas, AK12 menggelar ajang edukasi di berbagai kota. Ajang tersebut digelar melalui seminar, table talk, diskusi publik serta pembentukan komunitas.

Country Manager AK12, Yudha Prasetya menyatakan acara edukasi ini akan terus digelar secara berkelanjutan di berbagai kota. Acara ini, kata Yudha, terutama menyasar kaum milenial, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat luas secara umum.

"Jadi nanti mereka melek teknologi dan melek bisnis aset kripto, yang bisa jadi salah satu alternatif bisnis di masa pandemi," ujar Yudha.

Sementara CEO AK12, Kholil, menuturkan perusahaan berkomitment untuk terus berinovasi.

AK12 Kembali Gelar Acara Edukasi Aset Kripto bagi Masyarakat

"Kami harap AK12 bisa berkembang dan bersaing baik melalui pengembangan komunitas maupun proyek teknologi advertising yang sedang dikerjakan oleh Team Management AK12," kata Kholil.

AK12 merupakan token aset kripto pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi Neo dan mempunyai total pasokan 3.000.012 token.

2 dari 2 halaman

Market global

Neo pertama kali diciptakan pada tahun 2014, untuk mentransformasi sistem jual-beli menuju sistem yang disebut sebagai Smart Economy. Sistem ini mencakup tiga pilar penopang, yakni:

  • Aset digital
  • Identitas Digital
  • Smart Contract

Saat ini AK12 telah melantai di tiga market global, yaitu LATOKEN, P2PB2B, dan REKENINGKU.COM. Selain itu, AK12 juga terdaftar di COINGECKO, COIN MARKET CAP, dan XANGLE.