Sukses

Hari AIDS Sedunia Jadi Trending Topic di Twitter

Liputan6.com, Jakarta - Hari ini, Selasa (1/12/2020), sejumlah lapisan masyarakat memperingati Hari AIDS Sedunia, untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah yang disebabkan penyebaran virus HIV.

Warganet di sejumlah negara berbagi kisah tentang AIDS di Twitter, baik bercerita mengenai pengalamannya sendiri dalam melawan virus HIV maupun fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, tak sedikit pula dari mereka yang berbagi pengetahuan tentang AIDS.

Pantauan Tekno Liputan6.com, pada pukul 10.32 WIB, kata AIDS menjadi trending topic dunia di Twitter dengan lebih 30 ribu cuitan.

2 dari 4 halaman

Alasan Pita Merah Identik dengan Hari AIDS Sedunia

Hari AIDS Sedunia adalah momen bagi orang-orang di seluruh dunia untuk bersatu dalam memerangi HIV, menunjukkan dukungan untuk orang yang mengidap HIV, dan mengenang mereka yang meninggal karena penyakit AIDS.

Dilansir dari laman hiv.gov, HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. HIV dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh seseorang yang memiliki HIV.

Hari AIDS Sedunia pertama dicetuskan pada 1988 dan diperingati setiap 1 Desember. Penggagasnya adalah James W. Bunn dan Thomas Netter yang bekerja di bagian informasi Global Programme World Health Organization (WHO).

Dikutip dari HIV Alliance, James W. Bunn dan Thomas Netter sengaja memilih 1 Desember karena dinilai sebagai tanggal cantik. Alhasil, peliputan dari media pun diharapkan bisa optimal. Satu hal yang cukup identik dengan peringatan Hari AIDS Sedunia adalah pemakaian pita merah yang biasanya disematkan di bagian atas pakaian.

Pita merah memang menjadi simbol kesadaran akan AIDS yang diakui secara internasional. Pada 1991, sebuah komunitas bernama Visual AIDS berkumpul merancang sebuah simbol visual untuk menunjukkan simpati bagi orang-orang yang hidup dengan HIV dan pemberi perawatan terhadap mereka.

Pita merah itu ternyata terinspirasi oleh pita kuning untuk menghormati tentara Amerika Serikat yang bertugas dalam perang Teluk.

Para seniman memilih membuat pita merah sebagai lambang dukungan dan solidaritas bagi orang yang hidup dengan HIV dan untuk mengenang mereka yang telah meninggal karena penyakit terkait AIDS.

 

3 dari 4 halaman

Cara Ampuh Menantang Stigma

Warna merah dipilih karena dianggap berhubungan dengan cinta dan gagasan gairah. Proyek itu kemudian dikenal sebagai Proyek Pita Merah yang selalu dipakai tiap Hari AIDS Sedunia maupun di acara lainnya yang berkaitan dengan dukungan untuk pengidap HIV/AIDS.

Dalam kampanye pada 1991, sukarelawan Proyek Pita Merah mengirim surat dengan pita merah kepada semua peserta Tony Awards di Amerika Serikat. Saat itu aktor Jeremy Irons tampil di televisi nasional dengan pita merah yang disematkan secara mencolok di kerahnya.

Simbol itu merambah hingga ke Eropa dalam skala massal pada Senin Paskah 1992, ketika lebih dari 100.000 pita merah dibagikan selama Konser Penghormatan Kesadaran AIDS Freddie Mercury di stadion Wembley, Inggris. Lebih dari satu miliar orang di lebih dari 70 negara di seluruh dunia menonton acara tersebut melalui televisi.

Sepanjang 1990-an, banyak selebritas mengenakan pita merah, didorong oleh dukungan yang datang dari dari Putri Diana. Mengenakan pita merah adalah cara yang sederhana dan ampuh untuk menantang stigma dan prasangka buruk seputar AIDS.

(Isk/Ysl)

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini