Cerita Warga Tangsel Mandi di Kantor karena Krisis Air Bersih

Kemarau membuat puluhan warga Tangsel kesulitan air bersih dan bergantung pada distribusi bantuan.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 15:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Puluhan KK di Setu, Tangsel, kesulitan air bersih akibat kemarau.
  • Sumur warga mengering, mengandalkan bantuan air bersih dari Pemkot.
  • Pemkot Tangsel dan BPBD distribusikan 5.000 liter air bersih ke warga terdampak.

Liputan6.com, Jakarta - Dampak musim kemarau mulai dirasa oleh warga di Tangerang. Salah satunya di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, di mana puluhan Kepala Keluarga (KK) mulai kesusahan air bersih dan hanya bisa mengandalkan bantuan dari Pemkot setempat.

Salah seorang warga Keranggan, Wisnu, mengaku selama ini keluarganya mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Namun, dalam beberapa pekan terakhir debit air sumur terus menurun hingga kerap tidak mengalir sama sekali.

"Jadi kadang kalau tidak ada keluar air, ya enggak mandi dan mandi di kantor," katanya, Selasa (21/7/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan memasak dan air minum, Wisnu beserta keluarganya membeli air galon isi ulang. Sementara kebutuhan air bersih lainnya terbantu melalui distribusi air dari BPBD yang dilakukan secara bergiliran.

"Tapi udah beberapa hari ini, digilir ada bantuan air bersih dari BPBD, kalau lagi datang, isi berember-ember. Bahkan ada penampungannya pakai toren," ujarnya.

Terkait hal ini, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan pemantauan dan respons cepat terhadap wilayah-wilayah yang mulai terdampak kekeringan selama musim kemarau.

"Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung," ujar Benyamin, Selasa (21/7/2026).

 

Warga Lainnya

Di samping itu, Camat Setu Erwin Gemala Putra mengatakan, dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kelurahan Keranggan, tepatnya di RW 01 RT 01 dan RW 02 RT 04.

"Jumlah kepala keluarga (KK) terdampak di dua RW tersebut sebanyak 35 KK, terdiri atas 15 KK di RW 01 dan 20 KK di RW 02. Sumur warga mulai mengering akibat musim kemarau," katanya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Kecamatan Setu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan berkoordinasi dengan Perumdam untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

"Alhamdulillah, mulai minggu lalu telah didistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak," ujarnya.

 

Hemat Air

Erwin menjelaskan, sejak awal musim kemarau masyarakat telah melakukan langkah antisipasi dengan menghemat penggunaan air sehingga kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi.

"Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sebagian warga sempat menggunakan air sungai untuk kebutuhan tertentu. Setelah bantuan air bersih didistribusikan, warga kembali menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Memasuki musim kemarau ini, masyarakat juga mulai lebih bijak dalam menggunakan air," jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6