Sukses

Dinamika Perubahan Media Online di Tengah Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - CEO dan Co-Founder KLY, Steve Christian, mengungkapkan pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, termasuk dalam mengoperasikan perusahaan media online.

Ada berbagai perubahan yang terjadi, mulai dari konten, jumlah pengguna, hingga dari sisi iklan.

"Apa yang kita lihat sekarang berbeda dengan yang pernah kita lihat sebelumnya, dan bagaimana kita mengoperasikan perusahaan media online juga berubah. Jumlah pengguna pada waktu tertentu tiba-tiba melonjak," kata Steve dalam acara MMA Impact Indonesia 2020 pada Selasa (24/11/2020).

Selain itu, KLY pun melakukan penyesuaian tidak hanya dengan cara penyajian konten yang berubah. Perusahaan pun melakukan penyesuaian dengan para klien.

"Para klien tiba-tiba mengubah cara mereka mengatur dana. Beberapa klien yang kita tidak duga justru tumbuh, dan ada yang kita prediksi akan spend tahun ini justru tiba-tiba turun," jelas Steve.

Beruntung, kata Steve, KLY selama pandemi mampu belajar untuk melakukan perubahan. Hal ini termasuk proses kerja sama dengan klien yang memakan waktu lebih cepat daripada sebelumnya.

"Kita harus bergerak cepat," katanya memungkaskan.

 

2 dari 3 halaman

Tantangan Serupa

Sementara Chief Executive Officer KG Media, Andy Budiman, pun mengakui tantangan yang dihadapi media online saat ini adalah bagaimana cara untuk berbeda dan menarik pengiklan.

Terlebih lagi selama pembatasan sosial karena pandemi, bertemu langsung degan klien kini menjadi tantangan baru.

"Jadi saat ini semua komunikasi melalui pesan, email, dan lainnya. Kita harus memiliki sesuatu yang menarik bagi pengiklan untuk memasang iklan di media," jelasnya.

 

3 dari 3 halaman

Perubahan Pengguna

Lebih lanjut, Steve mengatakan media online kini harus berinovasi dalam menyajikan iklan tanpa mengganggu para pengguna.

Pasalnya, para pengguna saat ini telah berubah dalam bagaimana mereka menggunakan layanan internet, karena dinilai sudah lebih mengerti soal privasi hingga iklan di internet.

Melihat hal tersebut, kata Steve, sejauh ini yang dilakukan media adalah meminimalkan upaya untuk memperlihatkan iklan.

"Kami ingin memperlihatkan iklan sebanyak mungkin kepada pengguna (terkait dengan keinginan klien), tapi kami tidak bisa melakukannya. Kami harus sangat hati-hati," kata Steve.

(Din/Isk)