Sukses

Xiaomi Pamer Teknologi Kamera Selfie yang Tersembunyi di Balik Layar

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi baru-baru ini memamerkan teknologi terbaru kamera depan yang bakal diterapkan di smartphone besutannya.

Jadi, teknologi baru ini memungkinkan kamera depan tersembunyi di balik layar, sehingga tidak perlu lagi diletakkan dalam notch atau punch-hole, seperti desain saat ini.

Informasi soal teknologi anyar ini pun sudah diunggap di blog resmi perusahaan. Dikutip dari GSM Arena, Minggu (30/8/2020), teknologi yang diperkenalkan ini merupakan generasi ketiga yang dikembangkan Xiaomi.

Generasi pertama kamera dalam layar ini merupakan proyek pengembangan internal yang memang belum diperkenalkan ke publik. Lalu untuk generasi kedua, perusahaan sudah mulai mengungkap kehadirannya, meski belum cukup baik untuk produksi massal.

Namun di generasi ketiga yang diperkenalkan kali ini, Xiaomi menyebut teknologi ini siap masuk dalam daftar rencana Xiaomi. Karenanya, ada kemungkinan teknologi ini sudah dapat diadopsi di smartphone.

Xiaomi menerangkan, teknologi ini sebenarnya memungkinkan tampilan kamera depan menyaru dengan warna layar. Kamera pun dibuat dengan kerapatan piksel dan akurasi warna yang sama dengan bagian layar lain, sehingga membuatnya tampak tersembunyi.

Selain itu, kamera ini juga dapat menyesuaikan tampilan dengan layar di perangkat, sehingga dapat menghitam apabila sedang tidak digunakan. Rencananya, Xiaomi akan memulai produksi massal teknologi ini pada tahun depan. 

2 dari 3 halaman

Xiaomi Bukukan Laba Bersih Rp 12,1 Triliun di Masa Pandemi

Di sisi lain, Xiaomi baru saja mengumumkan laporan keuangan di kuartal II dan semester I 2020. Dalam laporan ini, Xiaomi mencatatkan pendapatan dan keuntungan yang melampaui konsensus pasar.

Laporan ini diperoleh dari pengumuman hasil konsolidasi yang tidak diaudit untuk periode tiga bulan dan enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2020.

Pada semester I 2020 (Januari-Juni), Xiaomi mencatat, pendapatan totalnya mencapai Rp 219,7 triliun. Angka ini naik 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba kotor yang diterima Xiaomi mencapai Rp 32,4 triliun, naik 32 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Laba yang dicatat Xiaomi pada periode ini adalah Rp 14,2 miliar, naik 29,3 persen ketimbang tahun lalu. Sementara untuk laba bersih yang disesuaikan dengan pengukuran non-IFRS setara Rp 12,1 triliun.

Laba bersih Xiaomi ini turun 0,7 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, namun angka ini lebih baik dibandingkan konsensus pasar.

Xiaomi mencatat, pendapatan dari segmen smartphone setara Rp 131,7 triliun. Adapun pendapatan dari pasar segmen layanan internet mencapai Rp 23,5 triliun.

Pendapatan Xiaomi dari pasar internasional mencapai angka Rp 104,3 triliun.

Sementara pada kuartal II 2020, yang berlangsung April-Juni, pendapatan total Xiaomi mencapai Rp 114,4 triliun dengan laba kotor Rp 16,4 triliun.

Pada kuartal ini, laba Xiaomi setara Rp 9,5 triliun atau naik 129,8 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersihnya mencapai Rp 7,1 triliun, turun 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

3 dari 3 halaman

Ekosistem Bisnis Beragam Bikin Xiaomi Kuat Saat Pandemi

Salah satu hal yang membuat performa Xiaomi masih kuat di masa pandemi di semester pertama 2020 adalah ekosistem bisnis beragam dari Xiaomi.

Pada usianya ang ke-10, Xiaomi juga meningkatkan strategi inti seperti Smartphone x AIoT, di mana, bisnis AIoT mengelilingi inti bisnis smartphone untuk gaya hidup smart living.

"Xiaomi akan fokus pada tiga prinsip utama, yakni tak pernah berhenti mengeksplorasi dan berinovasi, menawarkan produk dengan rasio harga terhadap performa yang kuat, dan terus membuat produk yang keren sehingga semua orang bisa menikmati hidup lebih baik," tutur Xiaomi dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Jumat (28/8/2020).

Disebutkan, pada semester 1, pengapalan smartphone Xiaomi mencapai 23,8 juta unit. Manurut Canalys, di kuartal 2 2020, Xiaomi menempati peringkat 4 global dalam hal pengapalan smartphone.

Adapun pangsa pasar Xiaomi menurut Canalys adalah 10,1 persen.

Di pasar internasional, pengapalan smartphone premium dengan harga jual setara Rp 5,2 juta ke atas naik 99,2 persen ketimbang kuartal kedua. Hal ini didukung smartphone mid hingga high-end.

(Dam/Ysl)

BERANI BERUBAH: Warga Makmur Ala Lorong Sayur