Sukses

Google Doodle Ajak Pengguna Pakai Masker

Liputan6.com, Jakarta - Google Doodle edisi hari ini, Rabu (5/8/2020), mengajak pengguna untuk memakai masker sebagai bagian dari upaya melindungi dari dari penularan Covid-19. Ketika kursor diarahkan ke tulisan Google, muncul tulisan pop-up yang berbunyi "Gunakan masker. Selamatkan nyawa: Bantu Hentikan Covid-19 #GoogleDoodle".

Lalu saat diklik, pengguna akan diarahkan pada halaman hasil penelusuran dengan kata kunci "Covid-19 pencegahan".

Di halaman itu, terpampang sebuah pengumuman layanan masyarakat dari BNPB dan Google. Tampak ilustrasi seorang perempuan mengenakan masker dengan ajakan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.

Pengumuman Layanan Masyarakat di Hasil Penelusuran Google Search

Di bagian atas pengumuman itu, selain tab Pencegahan ada pula tab Gejala dan Perawatan, yang ketika diklik, akan menampilkan informasi dari WHO.

Misalnya, pada tab Gejala, ada informasi berikut:

 

Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Gejala yang paling umum:

  • demam
  • batuk kering
  • kelelahan
  • Gejala yang sedikit tidak umum:
  • rasa tidak nyaman dan nyeri
  • nyeri tenggorokan
  • diare
  • konjungtivitis (mata merah)
  • sakit kepala
  • hilangnya indera perasa atau penciuman
  • ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki

Gejala serius:

  • kesulitan bernapas atau sesak napas
  • nyeri dada atau rasa tertekan pada dada
  • hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak
  • Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gejala serius. Selalu hubungi dokter atau fasilitas kesehatan yang ingin Anda tuju sebelum mengunjunginya.

Orang dengan gejala ringan yang dinyatakan sehat harus melakukan perawatan mandiri di rumah.

Rata-rata gejala akan muncul 5–6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi virus ini, tetapi bisa juga 14 hari setelah terinfeksi.

 

2 dari 2 halaman

Peta Sebaran Kasus

Selain itu, Google juga menampilkan informasi berupa peta sebaran kasus yang terletak di sebelah kanan pada halaman hasil pencarian. Data peta itu merujuk pada Wikipedia dan The New York Times, yang diperbarui secara berkala.

Tepat di bawah peta, ada tabel ringkasan kasus yang menampilkan angka kasus terkonfirmasi, sembuh, dan meninggal dunia, dengan cakupan wilayah, negara, hingga secara global. Google juga menyediakan tautan untuk data lebih lanjut.