Liputan6.com, Jakarta Ada fakta yang jarang disadari: sebelum akhir abad ke-18, penulisan sejarah nyaris tidak pernah menjadi pusat sebuah peradaban, dan sejarah bahkan hampir tidak pernah menjadi bagian penting dari pendidikan biasa. Fakta ini terasa mengejutkan, apalagi saat kamu mulai bertanya apa itu historiografi dan menyadari betapa sentral perannya sekarang.
Secara sederhana, historiografi adalah ilmu tentang penulisan sejarah. Lewat historiografi, kamu bukan sekadar menghafal daftar peristiwa, melainkan memahami bagaimana sebuah kisah masa lalu dibentuk dan ditafsirkan.
Dilansir dari Britannica, historiografi adalah penulisan sejarah, khususnya yang berlandaskan pemeriksaan kritis atas sumber, pemilihan detail dari materi otentik, lalu sintesis detail itu menjadi narasi yang tahan uji. Di panduan ini, kamu akan memahami definisinya secara runtut, mulai dari pengertian, jenis, fungsi, hingga contoh nyatanya.
Advertisement
Pengertian Historiografi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4621693/original/061524300_1698120206-old-opened-book-is-christian-psalter.jpg)
Kalau ditelusuri dari akarnya, historiografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu historia yang berarti sejarah dan graphia yang berarti penulisan. Jadi, jawaban paling ringkas untuk pertanyaan apa itu historiografi adalah penulisan sejarah, mirip dengan cara memahami asal kata sejarah dari bahasanya.
Namun, historiografi tidak sesederhana mencatat kejadian. Sebagai cabang ilmu, historiografi adalah kajian tentang metode yang digunakan para sejarawan dalam mengembangkan sejarah sebagai disiplin akademik, termasuk cara mereka membangun narasi dari sumber-sumber yang ada.
Dalam metode penelitian sejarah, historiografi juga dikenal sebagai tahap terakhir, yakni saat historiografi menjadi ilmu akhir dari prosedur langkah-langkah penelitian sejarah. Di titik inilah historiografi sebagai ilmu penelitian sejarah menyatukan fakta, tafsir, dan gaya penulisan menjadi satu narasi utuh.
Manfaat utama memahami historiografi bagi kamu adalah kemampuan membaca sejarah secara kritis. Dengan begitu, sebuah peristiwa tidak lagi kamu terima mentah-mentah sebagai fakta, tetapi sebagai narasi yang dibentuk oleh sudut pandang penulisnya.
Advertisement
Pengertian Historiografi Menurut Para Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4676703/original/029270500_1701870849-sub5.jpg)
Supaya pemahamanmu makin lengkap, ada baiknya menyimak definisi dari para ahli. Definisi-definisi ini saling melengkapi dan membantu kamu melihat historiografi sebagai bagian dari sejarah sebagai ilmu yang metodologis.
- Louis Gottschalk: historiografi adalah bentuk publikasi, baik lisan maupun tulisan, mengenai peristiwa atau kombinasi peristiwa di masa lampau.
- Kuntowijoyo: historiografi adalah tahap menuliskan kembali suatu peristiwa sejarah sebagai sebuah catatan sejarah.
- Ismaun: historiografi berarti pelukisan atau gambaran sejarah tentang peristiwa yang terjadi pada masa lalu.
- Soejatmoko: historiografi merupakan titik puncak dari kegiatan penelitian sejarawan, sekaligus langkah terakhir yang paling berat.
- Helius Sjamsuddin: historiografi adalah sintesis para sejarawan atas semua hasil penelitian atau penemuannya dalam naskah yang lengkap.
- Abdurrahman Hamid dan Muhammad Saleh Majid: historiografi adalah berbagai pernyataan tentang masa silam yang telah disintesiskan, lalu ditulis menjadi kisah sejarah.
Jenis-Jenis Historiografi di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5053349/original/008296000_1734343621-1734338491085_ciri-ciri-historiografi-modern-1.jpg)
Di Indonesia, historiografi berkembang dalam empat babak besar sesuai konteks zamannya. Memahami jenis-jenis ini memudahkan kamu menilai sebuah karya sejarah, mulai dari sudut pandang hingga tujuan penulisannya.
- Historiografi tradisional: penulisan sejarah yang berkembang pada masa kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara, baik era Hindu-Buddha maupun Islam, biasanya ditulis pujangga keraton, bersifat istana-sentris, dan kaya unsur mitos. Pelajari lebih dalam melalui ciri-ciri historiografi tradisional berikut contoh-contohnya, seperti Babad Tanah Jawi dan Kitab Negarakertagama.
- Historiografi kolonial: penulisan sejarah pada masa Belanda yang bersudut pandang Eropa-sentris dan subjektif membela kepentingan penjajah. Kamu bisa menelusuri ciri historiografi kolonial sekaligus dampak historiografi kolonial terhadap cara kita memandang masa lalu, dengan contoh karya History of Java karya Raffles.
- Historiografi nasional: penulisan sejarah yang menempatkan bangsa Indonesia sebagai subjek utama dan bersifat Indonesia-sentris, bertujuan menumbuhkan nasionalisme. Contohnya buku 6000 Tahun Sang Merah Putih dan Gadjah Mada karya Muhammad Yamin.
- Historiografi modern: penulisan sejarah yang berkembang sejak abad ke-19 dan menerapkan metodologi penelitian ilmiah, bersifat kritis-analitis, serta berusaha objektif berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi. Bentuk penulisan sejarah kritis ini bisa kamu dalami lewat pembahasan historiografi modern dan para tokoh historiografi modern.
Â
Supaya lebih mudah dibandingkan, berikut ringkasan keempat jenis historiografi tersebut.       Â
| Jenis Historiografi | Ciri Utama | Contoh Karya |
|---|---|---|
| Tradisional | Istana-sentris, penuh mitos, alat legitimasi raja | Babad Tanah Jawi, Kitab Negarakertagama, Hikayat Raja-Raja Pasai |
| Kolonial | Eropa-sentris, subjektif membela kolonial, mengabaikan sumber lokal | History of Java (Raffles), Geschiedenis van Indonesie (H.J. de Graaf) |
| Nasional | Indonesia-sentris, menumbuhkan semangat kebangsaan | 6000 Tahun Sang Merah Putih, Gadjah Mada (Muhammad Yamin) |
| Modern | Metodologis, kritis, multidimensional, objektif | Pemberontakan Petani Banten (Sartono Kartodirdjo), Revolusi Pemuda (Benedict Anderson) |
Â
Sebagai catatan, Sartono Kartodirdjo dikenal sebagai bapak historiografi modern Indonesia. Kalau kamu ingin melihat wujud paling awalnya, telusuri saja contoh historiografi tradisional yang masih banyak berupa babad dan hikayat.
Advertisement
Fungsi, Manfaat, dan Prinsip Historiografi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029933/original/065665900_1732949778-ciri-ciri-historiografi-modern-adalah.jpg)
Historiografi tidak berdiri sendiri, tetapi punya fungsi konkret yang berkaitan erat dengan ciri-ciri sejarah sebagai ilmu. Secara umum, ada tiga fungsi yang perlu kamu ketahui.
- Fungsi genetis: mengungkap asal-usul suatu peristiwa, seperti terlihat pada Babad Tanah Jawi atau Prasasti Kutai.
- Fungsi didaktis: memberi pelajaran, hikmah, dan teladan bagi pembaca dari kisah masa lalu.
- Fungsi pragmatis: berkaitan dengan upaya melegitimasi kekuasaan agar tampak kuat dan berwibawa.
Selain fungsi, penulisan sejarah yang baik juga tunduk pada sejumlah prinsip. Inilah yang membedakan historiografi dari sekadar cerita masa lalu.
- Disusun secara kronologis, dari awal hingga akhir peristiwa.
- Menentukan hubungan sebab akibat dari tiap fakta.
- Memilih hanya peristiwa yang dianggap penting dan berpengaruh.
- Menerapkan periodisasi atau pembabakan waktu yang jelas.
- Memiliki konsekuensi atau dampak yang nyata bagi masyarakat dan peradaban.
- Bersifat deskriptif-analitis, yakni menggambarkan sekaligus menganalisis peristiwa.
Perkembangan Historiografi Dunia dan Pandangan Para Sejarawan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5030026/original/083377000_1732950080-ciri-ciri-penulisan-historiografi-tradisional.jpg)
Untuk memahami apa itu historiografi secara utuh, kamu perlu menengok bagaimana tradisi ini tumbuh di dunia. Contoh sederhananya, bayangkan dua cara berbeda menuliskan masa lalu, yaitu mengumpulkan catatan dan bercerita.
Dalam tradisi Barat, penulisan sejarah bergerak di antara dua kecenderungan, yaitu historiografi sebagai penumpukan catatan dan sejarah sebagai kegiatan bercerita yang penuh penjelasan sebab dan akibat. Pada abad ke-5 SM, sejarawan Yunani Herodotus dan kemudian Thucydides menekankan penyelidikan langsung dalam usaha menyusun narasi atas peristiwa yang mereka alami.
Herodotus dikenal sebagai bapak sejarah, sementara proyek Thucydides untuk membuat sejarah ilmiah terus diambil dan dihidupkan kembali berulang kali. Menariknya, gagasan sejarah "ilmiah" yang modern baru berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, bersamaan dengan bangkitnya sejarah sebagai profesi akademik. Sejarawan Jerman Leopold von Ranke lalu meletakkan cita-cita untuk menuliskan sejarah sebagaimana peristiwa itu benar-benar terjadi.
Dalam praktiknya, tidak ada penulisan sejarah yang benar-benar bebas nilai atau bebas dari kesimpulan sebab akibat. Karena itu, tips praktisnya, sebelum memercayai satu narasi sejarah, biasakan memeriksa siapa penulisnya dan untuk kepentingan apa karya tersebut dibuat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Historiografi
Apa itu historiografi secara singkat?
Historiografi adalah ilmu atau kegiatan penulisan sejarah, sekaligus kajian tentang cara sejarawan menyusun dan menafsirkan peristiwa masa lalu menjadi sebuah narasi. Dengan kata lain, historiografi bukan hanya hasil tulisan sejarah, tetapi juga metode dan sudut pandang di balik penulisannya.
Apa saja jenis historiografi di Indonesia?
Di Indonesia, historiografi umumnya dibagi menjadi empat jenis, yaitu tradisional, kolonial, nasional, dan modern. Keempatnya berbeda dari sisi sudut pandang, tujuan penulisan, dan tingkat penggunaan metode ilmiah dalam menyusun kisah sejarah.
Apa perbedaan sejarah dan historiografi?
Sejarah merujuk pada peristiwa masa lalu dan ilmu yang mempelajarinya, sedangkan historiografi berfokus pada bagaimana peristiwa itu ditulis dan ditafsirkan dari masa ke masa. Saat mempelajari historiografi, kamu menelaah tafsir para sejarawan, bukan langsung peristiwanya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344627/original/053981100_1788955416-cek_fakta_soimah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337806/original/057271500_1788257457-01M1DQ4Q5JVF2DDJGH56Y3ZKBD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335009/original/050038400_1787908264-01M13MKW1KFC34MP6TF420ZKD8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337804/original/041332500_1788257455-01M1DQAYEEMK7JYY03ENCZYEEP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782182/original/062934800_1782879164-Untitleda.jpg)