Sukses

Facebook Messenger Bakal Bisa Terhubung dengan WhatsApp

Liputan6.com, Jakarta - Facebook berencana mengintegrasikan WhatsApp ke berbagai aplikasinya yang lain. Kali ini muncul laporan mengenai hal tersebut.

Dilansir dari GSM Arena, Rabu (8/7/2020), berdasarkan laporan WABetaInfo, reverse engineer @Alex193a menemukan bukti tentang rencana integrasi WhatsApp tersebut di versi terbaru Facebook Messenger. Terdapat kode referensi "whats_app".

Referensi ini diduga akan menjadi bagian dari proses panjang integrasi pengguna WhatsApp dan Facebook Messenger.

Perbedaan kedua platform pesan tersebut adalah, WhatsApp menyimpan informasi percakapan di dalam perangkat selain enkripsi end-to-end. Ini merupakan penyebab WhatsApp hanya bisa digunakan pada satu perangkat.

Mengenai integrasi keduanya, konten pesan tidak akan dibagikan dengan server Facebook. Hal ini membuat aplikasi Messenger perlu memasukkan protokol baru untuk melakukan percakapan silang antara Facebook Messenger dan WhatsApp.

Sejauh ini belum ada penjelasan dari pihak Facebook mengenai laporan ini.

2 dari 3 halaman

Baru Rilis, Facebook Ditantang Buktikan Keamanan Data WhatsApp Pay

Lebih lanjut, Presiden bank sentral Brasil menyebut, akan mengizinkan layanan pembayaran WhatsApp Pay diluncurkan dan dipakai secara resmi di negaranya. Namun, ia juga menantang Facebook untuk membuktikan WhatsApp Pay bisa melindungi data penggunanya di tengah pasar yang kompetitif.

"Kami tidak bilang WhatsApp Pay tidak kompetitif, kami hanya meminta otorisasi dan menunjukkan kepada kami, bagaimana WhatsApp Pay bekerja untuk memastikan layanan tersebut kompetitif," kata Presiden Bank Sentral Brasil, Roberto Campos Neto, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/7/2020).

Pihak WhatsApp sendiri belum memberikan komentar terkait permintaan dari bank sentral Brasil.

3 dari 3 halaman

Rilis WhatsApp Pay

Sekadar informasi, Facebook mengumumkan kehadiran WhatsApp Payment di Brasil pada 15 Juni lalu. Layanan ini diklaim mampu mengirim uang kepada pengguna individu maupun bisnis lokal dengan sebuah chat.

Namun, seminggu kemudian, bank sentral Brasil dan pengawas antitrust Cade menangguhkan layanan, karena mengkhawatirkan ada potensi ketidakadilan di bidang kompetisi, efisiensi, dan privasi data.

(Din/Why)